<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285</id><updated>2011-08-04T20:02:35.684-07:00</updated><category term='jatuh cinta'/><title type='text'>capunk</title><subtitle type='html'>kuberi nama publikasi capunk...karena menurut pandanganku capunk (capung, binatang yang bisa terbang itu tuh..., grassopher, .red) itu kulihat dia terbang begitu bebasnya....melayang...terbang...
ringan...
terhempas..namun tetap melayang bebas...asyik lah...kuingin blog-tulisan ngaco ini..begitu bebas melayang... piss ah...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-336553391927954667</id><published>2011-08-04T20:00:00.000-07:00</published><updated>2011-08-04T20:02:36.026-07:00</updated><title type='text'>Asal Usul Dan Sejarah Al-Qur'an Kitab Suci Agama Islam</title><content type='html'>sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9959711&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://cdn-u.kaskus.us/53/hc4zoiqv.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 237px; height: 277px;" src="http://cdn-u.kaskus.us/53/hc4zoiqv.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Asal Usul Dan Sejarah Al-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’ān (Arab: القرآن ) adalah kitab suci agama Islam.&lt;br /&gt;Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril.&lt;br /&gt;Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-'Alaq ayat 1-5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulang-ulang".&lt;br /&gt;Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara'a yang artinya membaca.&lt;br /&gt;Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur'an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Al-Qur'an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada umat Nabi Isa AS.&lt;br /&gt;Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemurnian Kitab Al-Quran ini dijamin langsung oleh Allah, yaitu Dzat yang menciptakan dan menurunkan Al-Quran itu sendiri.&lt;br /&gt;Dan pada kenyataannya kita bisa melihat, satu-satu kitab yang mudah dipelajari bahkan sampai dihafal oleh beribu-ribu umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Nama Lain Al-Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur'an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri.&lt;br /&gt;Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Kitab, QS(2:2),QS (44:2)&lt;br /&gt;Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1)&lt;br /&gt;Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9)&lt;br /&gt;Al-Mau'idhah (pelajaran/nasehat): QS(10:57)&lt;br /&gt;Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37)&lt;br /&gt;Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39)&lt;br /&gt;Asy-Syifa' (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82)&lt;br /&gt;Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33)&lt;br /&gt;At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192)&lt;br /&gt;Ar-Rahmat (karunia): QS(27:77)&lt;br /&gt;Ar-Ruh (ruh): QS(42:52)&lt;br /&gt;Al-Bayan (penerang): QS(3:138)&lt;br /&gt;Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6)&lt;br /&gt;Al-Busyra (kabar gembira): QS(16:102)&lt;br /&gt;An-Nur (cahaya): QS(4:174)&lt;br /&gt;Al-Basha'ir (pedoman): QS(45:20)&lt;br /&gt;Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS(14:52)&lt;br /&gt;Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS(28:51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur dan Pembagian Al Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat, ayat dan ruku'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat).&lt;br /&gt;Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar, An-Nasr dan Al-‘Așr.&lt;br /&gt;Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi yang disebut ruku' yang membahas tema atau topik tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makkiyah dan Madaniyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas surat-surat Makkiyah (surat Mekkah) dan Madaniyah (surat Madinah).&lt;br /&gt;Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah.&lt;br /&gt;Surat yang turun di Makkah pada umumnya suratnya pendek-pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq, panggilannya ditujukan kepada manusia.&lt;br /&gt;Sedangkan yang turun di Madinah pada umumnya suratnya panjang-panjang, menyangkut peraturan-peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan atau seseorang dengan lainnya (syari'ah).&lt;br /&gt;Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat, sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juz dan manzil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skema pembagian lain, Al-Qur'an juga terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz.&lt;br /&gt;Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan Al-Qur'an dalam 30 hari (satu bulan).&lt;br /&gt;Pembagian lain yakni manzil memecah Al-Qur'an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari (satu minggu).&lt;br /&gt;Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan dengan pembagian subyek bahasan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ukuran surat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada didalam Al-Qur’an terbagi menjadi empat bagian, yaitu:&lt;br /&gt;As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang).&lt;br /&gt;Yaitu Surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisaa’, Al-A’raaf, Al-An’aam, Al Maa-idah dan Yunus&lt;br /&gt;Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu'min dan sebagainya&lt;br /&gt;Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti Al-Anfaal, Al-Hijr dan sebagainya&lt;br /&gt;Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti Adh-Dhuha, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH AL-QUR'AN Hingga Berbentuk MUSHAF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an memberikan dorongan yang besar untuk mempelajari sejarah dengan secara adil, objektif dan tidak memihak.&lt;br /&gt;Dengan demikian tradisi sains Islam sepenuhnya mengambil inspirasi dari Al-Qur'an, sehingga umat Muslim mampu membuat sistematika penulisan sejarah yang lebih mendekati landasan penanggalan astronomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an tidak turun sekaligus.&lt;br /&gt;Al-Qur'an turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.&lt;br /&gt;Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah.&lt;br /&gt;Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah.&lt;br /&gt;Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur'an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan Al-Qur'an di masa Rasullulah SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur'an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab.&lt;br /&gt;Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan.&lt;br /&gt;Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang.&lt;br /&gt;Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an setelah wahyu diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan Al-Qur'an di masa Khulafaur Rasyidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Abu Bakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur'an dalam jumlah yang signifikan.&lt;br /&gt;Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur'an yang saat itu tersebar di antara para sahabat.&lt;br /&gt;Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut.&lt;br /&gt;Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur'an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar.&lt;br /&gt;Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur'an (qira'at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda.&lt;br /&gt;Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku.&lt;br /&gt;Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini.&lt;br /&gt;Bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur'an.&lt;br /&gt;Mengutip hadist riwayat Ibnu Abi Dawud dalam Al-Mashahif, dengan sanad yang shahih:&lt;br /&gt;Suwaid bin Ghaflah berkata, "Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tentang Utsman.&lt;br /&gt;Demi Allah, apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur'an sudah atas persetujuan kami.&lt;br /&gt;Utsman berkata, 'Bagaimana pendapatmu tentang isu qira'at ini?&lt;br /&gt;Saya mendapat berita bahwa sebagian mereka mengatakan bahwa qira'atnya lebih baik dari qira'at orang lain.&lt;br /&gt;Ini hampir menjadi suatu kekufuran'.&lt;br /&gt;Kami berkata, 'Bagaimana pendapatmu?'&lt;br /&gt;Ia menjawab, 'Aku berpendapat agar umat bersatu pada satu mushaf, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan.'&lt;br /&gt;Kami berkata, 'Pendapatmu sangat baik'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaikh Manna' Al-Qaththan dalam Mahabits fi 'Ulum Al Qur'an, keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman telah disepakati oleh para sahabat.&lt;br /&gt;Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya.&lt;br /&gt;Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam.&lt;br /&gt;Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur'an turun dalam dialek bahasa mereka.&lt;br /&gt;Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-Imam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur'an telah menghasilkan proses penerjemahan (literal) dan penafsiran (lebih dalam, mengupas makna) dalam berbagai bahasa.&lt;br /&gt;Namun demikian hasil usaha tersebut dianggap sebatas usaha manusia dan bukan usaha untuk menduplikasi atau menggantikan teks yang asli dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;Kedudukan terjemahan dan tafsir yang dihasilkan tidak sama dengan Al-Qur'an itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan Al-Qur'an adalah hasil usaha penerjemahan secara literal teks Al-Qur'an yang tidak dibarengi dengan usaha interpretasi lebih jauh.&lt;br /&gt;Terjemahan secara literal tidak boleh dianggap sebagai arti sesungguhnya dari Al-Qur'an.&lt;br /&gt;Sebab Al-Qur'an menggunakan suatu lafazh dengan berbagai gaya dan untuk suatu maksud yang bervariasi;&lt;br /&gt;kadang-kadang untuk arti hakiki, kadang-kadang pula untuk arti majazi (kiasan) atau arti dan maksud lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penafsiran Al-Qur'an telah berkembang sejak semasa hidupnya Nabi Muhammad, saat itu para sahabat tinggal menanyakan kepada sang Nabi jika memerlukan penjelasan atas ayat tertentu.&lt;br /&gt;Kemudian setelah wafatnya Nabi Muhammad hingga saat ini usaha menggali lebih dalam ayat-ayat Al-Qur'an terus berlanjut.&lt;br /&gt;Pendekatan (metodologi) yang digunakan juga beragam, mulai dari metode analitik, tematik, hingga perbandingan antar ayat.&lt;br /&gt;Corak yang dihasilkan juga beragam, terdapat tafsir dengan corak sastra-bahasa, sastra-budaya, filsafat dan teologis bahkan corak ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adab Terhadap Al-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pendapat mengenai hukum menyentuh Al-Qur'an terhadap seseorang yang sedang junub, perempuan haid dan nifas.&lt;br /&gt;Pendapat pertama mengatakan bahwa jika seseorang sedang mengalami kondisi tersebut tidak boleh menyentuh Al-Qur'an sebelum bersuci.&lt;br /&gt;Sedangkan pendapat kedua mengatakan boleh dan sah saja untuk menyentuh Al-Qur'an, karena tidak ada dalil yang menguatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menyentuh sebuah mushaf Al-Qur'an, seorang Muslim dianjurkan untuk menyucikan dirinya terlebih dahulu dengan berwudhu.&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan tradisi dan interpretasi secara literal dari surat Al Waaqi'ah ayat 77 hingga 79.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya antara lain:56-77. Sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, 56-78.&lt;br /&gt;pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), 56-79.&lt;br /&gt;tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (56:77-56:79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghormatan terhadap teks tertulis Al-Qur'an adalah salah satu unsur penting kepercayaan bagi sebagian besar Muslim.&lt;br /&gt;Mereka mempercayai bahwa penghinaan secara sengaja terhadap Al Qur'an adalah sebuah bentuk penghinaan serius terhadap sesuatu yang suci.&lt;br /&gt;Berdasarkan hukum pada beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, hukuman untuk hal ini dapat berupa penjara kurungan dalam waktu yang lama dan bahkan ada yang menerapkan hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat kedua mengatakan bahwa yang dimaksud oleh surat Al Waaqi'ah di atas ialah:&lt;br /&gt;"Tidak ada yang dapat menyentuh Al-Qur’an yang ada di Lauhul Mahfudz sebagaimana ditegaskan oleh ayat yang sebelumnya (ayat 78) kecuali para Malaikat yang telah disucikan oleh Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini adalah tafsir dari Ibnu Abbas dan lain-lain sebagaimana telah diterangkan oleh Al-Hafidzh Ibnu Katsir di tafsirnya.&lt;br /&gt;Bukanlah yang dimaksud bahwa tidak boleh menyentuh atau memegang Al-Qur’an kecuali orang yang bersih dari hadats besar dan hadats kecil.&lt;br /&gt;Pendapat kedua ini menyatakan bahwa jikalau memang benar demikian maksudnya tentang firman Allah di atas, maka artinya akan menjadi:&lt;br /&gt;Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali mereka yang suci/bersih, yakni dengan bentuk faa’il (subyek/pelaku) bukan maf’ul (obyek).&lt;br /&gt;Kenyataannya Allah berfirman : Tidak ada yang menyentuhnya (Al-Qur’an) kecuali mereka yang telah disucikan, yakni dengan bentuk maf’ul (obyek) bukan sebagai faa’il (subyek).&lt;br /&gt;“Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci” Yang dimaksud oleh hadits di atas ialah : Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang mu’min, karena orang mu’min itu suci tidak najis sebagaimana sabda Muhammad. “Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Dengan Kitab Kitab Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad SAW dalam agama Islam (Taurat, Zabur, Injil, lembaran Ibrahim), Al-Qur'an dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadap kitab-kitab tersebut.&lt;br /&gt;Berikut adalah pernyataan Al-Qur'an yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat Islam mengenai hubungan Al-Qur'an dengan kitab-kitab tersebut:&lt;br /&gt;Bahwa Al-Qur'an menuntut kepercayaan ummat Islam terhadap eksistensi kitab-kitab tersebut. QS(2:4)&lt;br /&gt;Bahwa Al-Qur'an diposisikan sebagai pembenar dan batu ujian (verifikator) bagi kitab-kitab sebelumnya. QS(5:48)&lt;br /&gt;Bahwa Al-Qur'an menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara ummat-ummat rasul yang berbeda. QS(16:63-64)&lt;br /&gt;Bahwa Al-Qur'an meluruskan sejarah.&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur'an terdapat cerita-cerita mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu, juga mengenai beberapa bagian mengenai kehidupan para rasul tersebut.&lt;br /&gt;Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan versi yang terdapat pada teks-teks lain yang dimiliki baik oleh Yahudi dan Kristen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-336553391927954667?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/336553391927954667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=336553391927954667' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/336553391927954667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/336553391927954667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2011/08/asal-usul-dan-sejarah-al-quran-kitab.html' title='Asal Usul Dan Sejarah Al-Qur&apos;an Kitab Suci Agama Islam'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-8644441462575838226</id><published>2011-08-04T19:59:00.001-07:00</published><updated>2011-08-04T19:59:53.575-07:00</updated><title type='text'>Durasi Berpuasa Di Berbagai Dunia</title><content type='html'>sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9979670&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durasi Berpuasa Di Berbagai Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Casey Station, Antartika: imsak pukul 6:30 pagi dan berbuka puasa pada pukul 15:48 sore (Berpuasa selama 9 jam 18 menit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perth (Australia Barat): imsak pukul 5:42 dan berbuka puasa pada pukul 17:41 (Berpuasa selama 11 jam 59 menit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jakarta : imsak pukul 4:52 dan berbuka puasa pada pukul 17:55 (Berpuasa selama 13 jam 3 menit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mekkah di Arab Saudi: imsak pukul 4:31 dan berbuka pada pukul 19:01 (Berpuasa selama 14 jam 30 menit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tokyo, Jepang: imsak pukul 3:11 dan berbuka pada pukul 18:47 (Berpuasa selama 15 jam 36 menit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. New York di Amerika Serikat: imsak pukul 4:25 dan berbuka pada pukul 20:12 (Berpuasa selama 15 jam 47 menit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. London, Inggris: imsak pukul 2:45 dini hari dan berbuka pada pukul 20:50 malam (Berpuasa selama 18 jam 5 menit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Provideniya, di Rusia: imsak pukul 1:46 dini hari dan berbuka puasa pada pukul 21:43 malam, (Berpuasa selama 19 jam 57 menit)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-8644441462575838226?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/8644441462575838226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=8644441462575838226' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/8644441462575838226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/8644441462575838226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2011/08/durasi-berpuasa-di-berbagai-dunia.html' title='Durasi Berpuasa Di Berbagai Dunia'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-4597234689828964015</id><published>2008-11-05T18:36:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T18:48:44.425-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jatuh cinta'/><title type='text'>Problematika jatuh cinta</title><content type='html'>&lt;h3 id="p1"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Permasalahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;jatuh cinta sepertinya  sepertinya akan terus bergulir untuk terus diperbincangkan, dirasakan, dinikmati, disesalkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;ditangisi... mau ngebahas seh tentang nikmatnya dan lelahnya merasakan jatuh cinta... tapi maless euy ternyata, lah..lalu ku browsing n surfing aja di internet dengan googling... kutemukan...(ijin ya..mas ku publish di blogku , peace)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;sebagai bahan renungan untuk kita (kita?? loe kali aja , guwe kagak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;monggo kita renungkan bersama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 id="p1"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 id="p1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 id="p1"&gt;&lt;span&gt;Nikmat Itu Lelah&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;                                                                                                                                                                                                                            &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jangan bosan lelah, kataku. Dulu pernah ketemu sama orang yang bangga sekali dirinya bisa lelah. Dia bilang: "Wah, aku sudah berbuat sesuatu!" Maknanya positif. Bayangkan hidup yang menyia-nyiakan semuanya. Waktu. Rugi. Ketika seminggu kemarin aku bisa bergerak, semua harus bisa disyukuri. Banyak yang terjadi, banyak warna, jangan berani-berani bikin hidup jadi monoton. Tidak menarik.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;::&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Di sela-sela lelah itu, ada juga yang bikin makin sempoyongan. Ada dua orang kirim-kirim sms (bahasa  sudah disesuaikan)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Orang&lt;strong&gt;1&lt;/strong&gt;: "Gimana carane ngatasi saat kita jatuh cinta padahal kita gak tertarik (lagi gak mood) jatuh cinta? Kenapa jatuh cinta begitu merepotkan dan kadang-kadang nyebahi?"&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Orang&lt;strong&gt;2&lt;/strong&gt;: "Kita pikirkan dengan baik, apa maksud kita jatuh cinta. Apa juga tujuannya. Terus apa juga manfaatnya jatuh cinta buat kita. Kalo kita merasakan susah, merasa sebel karena jatuh cinta, pikirin aja kenapa kita musti jatuh cinta. Lebih-lebih kalo kita merasa repot ketika kita jatuh cinta. Kita jadi tambah pikiran, tambah kerjaan, tambah susahlah gitu, gak usah jatuh cinta. Kalo kita dah siap menikah, baru berurusanlah dengan cinta. Maap baru bisa balas, baterai drop sejak malam. Wslm."&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Orang&lt;strong&gt;1&lt;/strong&gt;: "Gak usah jatuh cinta. Setuju banget. Lha tapi sapa yang minta jatuh cinta? Bukannya jatuh cinta itu gak bisa diminta, gak bisa ditolak? Datange wae mendadak."&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Orang&lt;strong&gt;2&lt;/strong&gt;: "Kalo gitu, siapkan jurus penangkal jatuh cinta itu sayang. Apa sih yang buat kita jatuh cinta. Wajahnya? Kulitnya? Hidungnya? Matanya? Sikapnya yang menawan? Mobilnya? Atau apa? Itu kan bukan punya dia sayang. Jangan menjadikan yang fisik sebagai alasan jatuh cinta. Rugi. Awas, hindari bermain api agar tidak terbakar, atau minimal bau asapnya menyebalkan. Kalo gak ada pilihan selain jatuh cinta, ya... apa boleh buat, nikah aja. Sayang, menikahlah maka kau kaya. Maap nyontek."&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Orang&lt;strong&gt;1&lt;/strong&gt;: "Iya ya. Santai sajalah. Kenapa aku malah repot-repot gini ya? Makasih Orang2!!!"&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Semuanya membaik kembali.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seseorang pernah misuh-misuh sepanjang hari (baik dalam hati, atau juga sampai masuk telinga). Dia misuh-misuh cuma karena jatuh cinta. Soalnya berkali-kali inget si-dia melulu. Setelah misuh, istihgfar. Misuh lagi, istighfar lagi. Pekok bukan??? Payah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;::&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Benang merah dari percakapan 2 orang lewat sms tadi buatku: &lt;strong&gt;jatuh cinta... menikah atau tidak&lt;/strong&gt;. Itu saja.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;^_^&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Salaam,&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Rho Mayda&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-4597234689828964015?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/4597234689828964015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=4597234689828964015' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/4597234689828964015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/4597234689828964015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2008/11/problematika-jatuh-cinta.html' title='Problematika jatuh cinta'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-9121092315786335596</id><published>2008-11-04T20:01:00.000-08:00</published><updated>2008-11-04T20:09:48.719-08:00</updated><title type='text'>Jangan tunggu esok hari untuk mengatakan kepadanya</title><content type='html'>Ini cerita ku ambil dari alamat ini&gt;&gt;&gt; &lt;a href="http://www.dudung.net/artikel-bebas/jangan-tunggu-esok-hari-untuk-mengatakan-kepadanya.html"&gt;http://www.dudung.net/artikel-bebas/jangan-tunggu-esok-hari-untuk-mengatakan-kepadanya.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;maaf yaa..ku copas (copy n paste tanpa ijin...)&lt;br /&gt;sebenarnya ingin kutulis cerita sendiri, tapi begitu googling, ternyata ada cerita yang lumayan mirip, miripnya....yaitu hanya topiknya bukan ceritanya, yaitu menunda untuk mengatakan kepadanya ... karena penyesalan tidak terjadi di depan, penyesalan terjadi setelah kita maju ke depan... walaupun kita tidak akan pernah tahu hasilnya kelak, setidaknya kita telah mengatakan....so, jangan tunggu hari esok untuk mengatakan kepadanya...&lt;br /&gt;monggo simak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 th. Ketika saya sedang bermain di halaman rumah saya di California, saya bertemu seorang anak laki-laki. Dia seperti anak laki2 lainnya yang menggoda saya dan kemudian saya mengejarnya dan memukulnya.&lt;br /&gt;Setelah pertemuan pertama dimana saya memukulnya, kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama lain di batas pagar itu. Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya. Dia sangat pendiam... dia hanya mendengarkan apa yg saya katakan. Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara kepadanya ttg apa saja.&lt;br /&gt;Di sekolah, kami memiliki teman2 yg berbeda tapi ketika kami pulang ke rumah, kami selalu berbicara ttg apa yg terjadi di sekolah. Suatu hari, saya bercerita kepadanya ttg anak laki2 yg saya sukai tetapi telah menyakiti hati saya.... Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan beres.&lt;br /&gt;Dia memberikan kata2 yg mendukung dan membantu saya utk melupakannya. Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yg lainnya dari dirinya yg saya suka. Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa persahabatan.&lt;br /&gt;Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yg lain. Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri2, sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yg menjadi pasangannya. Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk mengatakannya.&lt;br /&gt;Malam itu adalah kesempatan terbesar yg saya miliki tapi saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap2 tentang cita2 kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita ttg impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yg dapat saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia.&lt;br /&gt;Saya pulang ke rumah dgn terluka krn saya tidak mengatakan perasaan saya yg sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa saya sangat mencintainya tapi saya takut. Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.&lt;br /&gt;Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu bersama2 dengan seseorg. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yg sama saya sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih krn saya menyadari ia pergi utk pekerjaan besarnya. Jadi... saya menyimpan perasaan saya utk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dgn pesawat.&lt;br /&gt;Saya menangis ketika saya memeluknya krn saya merasa seperti ini adalah saat terakhir. Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis. Saya merasa terluka krn saya tidak mengatakan apa yg ada di hati saya.&lt;br /&gt;Saya memperoleh pekerjaan sbg sekretaris dan akhirnya menjadi seorg analis komputer. Saya sangat bangga dgn prestasi saya. Suatu hari saya menerima undangan pernikahan. Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat yg bersamaan.&lt;br /&gt;Skr saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu adalah sebuah peristiwa besar. Saya bertemu dgn pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya. Sekali lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa yg seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka. Saya mencoba bersenang2 malam itu, tapi sangat menyakitkan hati melihat dia begitu bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yg ada di hati saya.&lt;br /&gt;Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yg tepat. Sebelum saya berangkat... tiba2 dia muncul dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dgn saya. Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yg terjadi di New York.&lt;br /&gt;Kehidupan saya harus terus berjalan. Tahun2 berlalu... kami saling menulis surat dan bercerita mengenai segala hal yg terjadi dan bagaimana dia merindukan utk berbicara dgn saya.&lt;br /&gt;Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun saya telah menulis 6 surat kepadanya..&lt;br /&gt;Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba2 saya menerima sebuah catatan kecil yg mengatakan : "Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap2"&lt;br /&gt;Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami kesulitan utk bernafas. Kemudian ia menceritakan kepada saya ttg perceraian dan mengapa dia tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tak dapat menangis lagi... Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa ttg apa yg telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak dapat mengatakan kepadanya bagaimana perasaan saya yg sesungguhnya kepadanya.&lt;br /&gt;Hari2 berikutnya... dia gembira dan melupakan semua masalah dan perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya harus pergi. Dia berjanji utk menemui saya setiap kali dia mendapat libur.&lt;br /&gt;Saya tak dapat menunggu saat dia datang shg saya dpt bersamanya. Kami selalu bergembira ketika sedang bersama. Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yg telah dijanjikan. Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya melupakannya. Suatu hari saya mendapat sebuah telepon dari New York. Pengacara mengatakan bahwa ia telah meninggal dlm sebuah kecelakaan mobil dlm perjalanan ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini&lt;br /&gt;Skrg saya tahu... mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis semalaman. Air mata kesedihan dan kepedihan. Bertanya2 mengapa hal ini bisa terjadi terhadap seseorg yg begitu baik spt dia ? Saya mengumpulkan barang2 saya dan pergi ke New York utk pembacaan surat wasiatnya. Tentu saja semuanya diberikan kepada keluarganya dan mantan istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia. Apapun yg dia kerjakan... tidak bisa membuat suaminya bahagia spt saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu2nya yg diberikan kepada saya adalah sebuah diary.&lt;br /&gt;Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir... Mengapa ini diberikan kepada saya ?&lt;br /&gt;Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California. Ketika saya di pesawat, saya teringat saat2 indah yg kami miliki bersama. Saya mulai membaca diary itu. Diary dimulai ketika hari pertama kami berjumpa. Saya terus membaca sampai saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati.&lt;br /&gt;Tapi dia takut utk mengatakannya kepada saya. Itulah sebabnya mengapa dia begitu diam dan mendengarkan segala perkataan saya. Diary itu menceritakan bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali2, tetapi takut. Diary itu bercerita ketika dia ke New York dan jatuh cinta dgn yg lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dengan saya di hari pernikahannya.&lt;br /&gt;Dia berkata bahwa ia membayangkan bahwa itu adalah pernikahan kami. Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus menceraikan istrinya. Saat2 terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf demi huruf yg saya tulis kepadanya.&lt;br /&gt;Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan, "Hari ini saya akan mengatakan kepadanya kalau saya mencintainya "&lt;br /&gt;Itu adalah hari dimana dia terbunuh. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yg sesungguhnya ada dlm hatinya.&lt;br /&gt;*********************************************************&lt;br /&gt;Pesan moral yg ada dari cerita tersebut :&lt;br /&gt;Jika engkau mencintai seseorang,&lt;br /&gt;"JANGAN TUNGGU ESOK HARI UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA"&lt;br /&gt;karena esok hari itu... mungkin takkan pernah ada.. ;((&lt;br /&gt;*********************************************************&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-9121092315786335596?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/9121092315786335596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=9121092315786335596' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/9121092315786335596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/9121092315786335596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2008/11/jangan-tunggu-esok-hari-untuk.html' title='Jangan tunggu esok hari untuk mengatakan kepadanya'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-6362732026051828260</id><published>2008-11-03T19:27:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T19:30:29.611-08:00</updated><title type='text'>bagi cowok..inget neh!!!</title><content type='html'>Neh cerita kudapat dari hasil surfing :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;enjoy it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikereta… )&lt;br /&gt;Cowok : Mbak jangan pegangan sama besi kereta..&lt;br /&gt;Cewek : Emang kenapa..?&lt;br /&gt;Cowok : Kayaknya besinya kotor tuh.. pegangan sama aku aja… )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cowok: Maaf mbak, jangan terlalu lama duduk dikursi itu, pindah dideket&lt;br /&gt;saya aja&lt;br /&gt;Cewek: Loh?? kenapa??&lt;br /&gt;Cowok: Takut dikerubung semut.. soalnya mbak manis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cowok : Mbak, orang tuanya pengrajin bantal ya..?&lt;br /&gt;Cewek : Hah..!!!? bukan..Emang kenapa..?&lt;br /&gt;Cowok : kok kalo deket sama mbak rasanya nyaman yach..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cowok : Mbak bajunya enggak pernah disetrika ya..?&lt;br /&gt;Cewek : Enak aja… emang kenapa..?&lt;br /&gt;Cowok : biasanya kalo cewek udah cantik enggak perlu lagi nyetrika baju..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cowok: “kamu itu seperti sendok…”&lt;br /&gt;Cewek: “Kenapa?”&lt;br /&gt;Cowok: “Karena kamu ngaduk-ngaduk perasaan aku…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cowok: “Kamu sekali-sekali nyuci piring dooonk”&lt;br /&gt;Cewek: “Hah? emang kenapa ?”&lt;br /&gt;Cowok: “Ini tangan kamu terlalu lembut…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cowok: “Kamu pasti enggak pernah maen bola ya..”&lt;br /&gt;Cewek: “Iya laaah.. emang kenapa…?”&lt;br /&gt;Cowok: “Soalnya kaki kamu bagus banget….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cowok: “Mbak punya uang koin ? Boleh minta ?”&lt;br /&gt;Cewek: “Buat apa ?”&lt;br /&gt;Cowok: “Aku udah janji sama ibu kalau aku akan menelepon dia bila aku&lt;br /&gt;jatuh cinta”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cowo: Eh eh.. gw ada tebakan neh&lt;br /&gt;Cewe: *excited* .. ok ok.. apa tebakannya&lt;br /&gt;Cowo: Panda apa yang paling imut manis dan lucu?&lt;br /&gt;Cewe: Semua panda mah imut kali..&lt;br /&gt;Cowo: Engga.. ada satu yg paling ga ngebosenin..&lt;br /&gt;Cewe: Nyerah deh..&lt;br /&gt;Cowo: Panda-ngin kamu sepanjang hari..&lt;br /&gt;Cewe: Ah.. abang ah.. (malumalubego)&lt;br /&gt;Cowo:  (cangengesan kaya kuda nyengir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack : Dewi kok kamu msh marah sih ama aku ? katanya kamu selalu&lt;br /&gt;memberikan seribu maaf untukku ?&lt;br /&gt;Dewi : Sapa suruh mau percaya ? kamu bodoh yah…&lt;br /&gt;Jack : Emang aku ini bodoh…tapi aku bukan org bodoh yang menyukai dirimu..&lt;br /&gt;Dewi : ………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;co: kemarin aku liat ada 1000 bintang di langit (ngomong sama cwe)&lt;br /&gt;ce: ah yang bener??&lt;br /&gt;co: iya bener, tapi sekarang tinggal 998 bintang…&lt;br /&gt;ce: lho…kow bisa ilang dua?&lt;br /&gt;co: iya 2 bintang yang ilang itu ternyata ada di dalam mata kamu (sambil&lt;br /&gt;liat matanya dalam2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;co: bapak kamu maling ya?&lt;br /&gt;ce: ih….kow jahat sie bapak ku dibilang maling. kow gitu?&lt;br /&gt;co: iya soalnya kamu pintar banget mencuri hatiku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;co: bapak kamu nahkoda ya?&lt;br /&gt;ce: enggak koq….&lt;br /&gt;co: tapi koq aku ingin sekali berlabuh di pelabuhan hatimu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lo tatap dia dengan penuh perasaan, trus ketika dia nanya..&lt;br /&gt;“Lo kenapa sih?”&lt;br /&gt;Lo tanya ke dia..&lt;br /&gt;“Sakit ga sih?”&lt;br /&gt;cewe: Sakit kenapa?&lt;br /&gt;Lo: Bidadari kaya lo, jatuh dr langit.. Sakit ga sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Co: “Hey Laura!! (Big Hug), I haven’t seen you FOREVER!!!! (Huge KISS)&lt;br /&gt;Wow, you’ve really have changed!!!&lt;br /&gt;Ce: “Wait, I’m not Laura..”&lt;br /&gt;Co: “What? Oh my god, You even changed your name!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;co : say, 1 + 1 berapa ??&lt;br /&gt;ce : 2 say&lt;br /&gt;co : salah mustinya itu 1&lt;br /&gt;ce : koq isa&lt;br /&gt;co : karena nanti cinta ku dan cintamu akan melebur menjadi 1&lt;br /&gt;ce : ah say bisa aje deh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;co : gw lage bingung neh&lt;br /&gt;ce : bingung napa ??&lt;br /&gt;co : iya bingung,aja. .kok lo bisa ada disini ya sekarang ..??&lt;br /&gt;ce : loh maksudnya ??? (tambah bingung juga )&lt;br /&gt;co : iya, soalnya gw pikir bidadari tuh adanya di kahyangan&lt;br /&gt;ce : *&amp;amp;^$^&amp;amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ce: bang, kalo aye jadi bunga, abang jadi apa?&lt;br /&gt;co: abang pengen jadi matahari neng…&lt;br /&gt;ce: kok ga jadi kumbang sih bang??&lt;br /&gt;co: kan bunga ga bisa hidup tanpa matahari neng…&lt;br /&gt;ce: mmm,, kalo aye jadi bulan, abang jadi apa?&lt;br /&gt;co: abang tetep pengen jadi matahari neng…&lt;br /&gt;ce: kan matahari ma bulan ga isa ketemu bang??&lt;br /&gt;co: kan bulan bisa bersinar karena sinar matahari neng..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;co : kamu tahu apa definisi dari indah ??&lt;br /&gt;ce : mm..yg jelas indah itu cantik…&lt;br /&gt;co : well bener sih, tp menurut gw …indah itu adalah saat dimana kita&lt;br /&gt;ngga merasakan sedikit pun keburukan di dalamnya ..kmu pernah ngerasain&lt;br /&gt;yg begitu ???&lt;br /&gt;ce : mungkin kalee ya&lt;br /&gt;co : klo aku sering bgt…dan itu adalah saat….. diriku bersama dengan&lt;br /&gt;dirimu&lt;br /&gt;ce : :malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—&lt;br /&gt;Selesai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-6362732026051828260?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/6362732026051828260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=6362732026051828260' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/6362732026051828260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/6362732026051828260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2008/11/bagi-cowokinget-neh.html' title='bagi cowok..inget neh!!!'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115437058198081489</id><published>2006-07-31T11:15:00.000-07:00</published><updated>2006-07-31T11:29:42.303-07:00</updated><title type='text'>"nofrie_geodet" </title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;"nofrie_geodet" &lt;nofrie_geodet@yahoo.com&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&gt;Kiriman dari Menvroev Gita di Soerabaja&lt;..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;kalo cowok ganteng berbuat jahat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: nobody's perfect&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok jelek berbuat jahat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: pantes...tampangnya kriminal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok ganteng nolongin cewek yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; diganggu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; preman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: wuih jantan...kayak di filem-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; filem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok jelek nolongin cewek yang diganggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; preman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: pasti premannya temennya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; dia...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; Kalo cowok ganteng pendiam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: woow, cool banget...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok jelek pendiam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: ih kuper...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok ganteng jomblo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: pasti dia perfeksionis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok jelek jomblo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: sudah jelas...kagak laku... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok ganteng dapet cewek cantik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: klop...serasi banget...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok jelek dapet cewek cantik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: pasti main dukun...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok ganteng diputusin cewek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: jangan sedih, khan masih &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; aku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok jelek diputusin cewek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang:...(terdiam, tapi telunjuknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; meliuk-liuk dari atas ke bawah, liat dulu dong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; bentuknya)..&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;wbr style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok ganteng ngaku indo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: emang mirip-mirip bule sih... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok jelek ngaku indo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; robot...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok ganteng penyayang binatang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: perasaannya halus...penuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cinta kasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok jelek penyayang binatang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: sesama keluarga emang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; harus menyayangi..&lt;/span&gt;&lt;wbr style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok ganteng bawa BMW&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: matching...keren luar dalem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok jelek bawa BMW&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: mas majikannya mana?... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok ganteng males difoto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya kesebar-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; sebar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok jelek males difoto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: nggak tega ngeliat hasil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cetakannya ya?...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok ganteng naek motor gede &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; lamos ...bikin lemas...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok jelek naek motor gede&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: awas!! mandragade lewat...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: naluri pembantu, emang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; gitu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok ganteng bersedih hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: let me be your shoulder to&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cry&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; on&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok jelek bersedih hati &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; cewek-cewek bilang: cengeng amat!!...laki-&lt;/span&gt;&lt;wbr style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;laki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; bukan sih?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; Kalo cowok ganteng baca e-mail ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; berkata "life is beautifull"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; kalo cowok jelek baca e-mail ini, Frustasi, ngambil &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; tali jemuran, trus triak sekeras-kerasnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; "HIDUP INI KEJAAAAMMM..&lt;/span&gt;&lt;wbr style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;..!!!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt; hehehehe...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204); font-family: georgia;"&gt; smile.. monday is not that bad..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115437058198081489?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115437058198081489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115437058198081489' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115437058198081489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115437058198081489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/nofriegeodet.html' title='&quot;nofrie_geodet&quot; &lt;nofrie_geodet@yahoo.com&gt;'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115418646823724621</id><published>2006-07-29T08:20:00.000-07:00</published><updated>2006-07-29T08:21:08.396-07:00</updated><title type='text'>Untaian Hati</title><content type='html'>&gt;1&lt;br /&gt;sesosok keanggunan melintasi intuisiku&lt;br /&gt;keheningan seketika menyela 'tuk diratapi&lt;br /&gt;keheningan serasa terus menggerogoti&lt;br /&gt;kehampaan jiwa melanda... jua ragapun menyambut lara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;2&lt;br /&gt;waktu..masa..kondisi..detik..menit..jam..hari..minggu..bulan..tahun..windu..dasawarsa..abad&lt;br /&gt;adakah kan terlewati?&lt;br /&gt;melebihi semua, akankah kulewati?&lt;br /&gt;waktulah takdir akan menegur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha Esa, tak ada selain Dia&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;3&lt;br /&gt;Say NO!!! to .........&lt;br /&gt;it's very bullshit&lt;br /&gt;go to hell&lt;br /&gt;.........&lt;br /&gt;sorry...,rada...,terbawa...,&lt;br /&gt;tapi kenyataan lah yang membuat itu semua terjadi&lt;br /&gt;tak mungkin kita membantah tuk menghindari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;4&lt;br /&gt;Oh...tak kukenalkah diri!? hingga ku tersungkur dalam keputus asaan, kepengecutan,kerendah dirian, yang merupakan mental yang sangat buruk-lemah yang mesti dihindari...betulkah?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake up, dude!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;come on, wake up! don't try to sleep again! go rapidly to do take a bath with coldy water...!&lt;br /&gt;biar kau sangat kedinginan, biar kau merasa menggigil sekalian, biar kau bisa hilangkan kedinginan itu dengan banyak gerak, lakukan or do something benefit! it's has mean to do that!!&lt;br /&gt;kau harus banyak berusa tuk bekerja keras...&lt;br /&gt;sambut pagi yang indah&lt;br /&gt;raih kehangatan matahari pagi yang kan peluk dirimu dengan cahayanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;5&lt;br /&gt;ku tak menangis untukmu&lt;br /&gt;ku masih tetap hidup tanpamu&lt;br /&gt;walau berat kulepas dirimu&lt;br /&gt;ku masih hidup tanpamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku tak menangis untukmu&lt;br /&gt;ku hanya sesali diri&lt;br /&gt;mengapa kulakuan itu?&lt;br /&gt;ku hanya sesali diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i'm not crying for you!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115418646823724621?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115418646823724621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115418646823724621' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115418646823724621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115418646823724621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/untaian-hati.html' title='Untaian Hati'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115323703862777878</id><published>2006-07-18T08:31:00.000-07:00</published><updated>2006-07-19T06:57:36.006-07:00</updated><title type='text'>Playboy Indonesia</title><content type='html'>coba baca deh di sisni :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://harry.sufehmi.com/archives/2006-07-18-1211/"&gt;http://harry.sufehmi.com/archives/2006-07-18-1211/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://harry.sufehmi.com/archives/2006-05-24-1158/"&gt;http://harry.sufehmi.com/archives/2006-05-24-1158/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/07/tgl/17/time/060345/idnews/636604/idkanal/10"&gt;http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/07/tgl/17/time/060345/idnews/636604/idkanal/10&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://sepia.blogsome.com/2006/03/06/playboy-dan-teori-jendela-pecah/"&gt;http://sepia.blogsome.com/2006/03/06/playboy-dan-teori-jendela-pecah/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;semoga akan mendapat pencerahan  &lt;img src="http://harry.sufehmi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":-)" class="wp-smiley" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115323703862777878?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115323703862777878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115323703862777878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115323703862777878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115323703862777878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/playboy-indonesia.html' title='Playboy Indonesia'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115323409968051269</id><published>2006-07-18T07:46:00.000-07:00</published><updated>2006-07-18T07:48:19.800-07:00</updated><title type='text'>Fact !!! , Joke !!! , or No!!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Maafkan saya bila tulisan di bawah ini ngawur dan tidak ilmiah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Gelombang pasang telah menyapu sebagian pantai selatan Jawa (17/7). Dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;sekian banyak berita dan informasi tentang kejadian itu, ada satu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;kabar-kabari berupa spekulasi bahwa gelompang pasang tersebut bukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;kejadian alami. Yah, anggaplah spekulasi ini khas orang Jawa: spekulasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;"gothak-gathuk" -menarik benang merah dari beberapa kejadian yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;(semula tampak) tidak saling terkait.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Anda mengikuti berita KOMPAS tentang fenomena-fenomena aneh di Bantul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;pasca gempa 27 Mei 2006 ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Diberitakan, saat ini penduduk Bantul khususnya di dekat pantai, sering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;mendengan suara dentuman dari dalam tanah. Suara dentuman ini tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;hanya terdengar sekali, namun berkali-kali dengan intensitas berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Fenomena lainnya adalah munculnya cahaya terang yang meluncur di atas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;langit. Beberapa orang pintar dari UGM (pakar geologi, geografi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;berusaha memberi jawaban atas fenomena ini, sayangnya bukan jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;memuaskan yang terdengar. TV7 pun ikut menayangkan fenomena ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Kini ada satu kejadian alam lainnya: gelombang pasang dengan kekuatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;besar yang mampu menyapu pantai selatan Jawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Bila tiga kejadian tersebut disandingkan: dentuman dari dalam tanah -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;kilatan cahaya di langit - gelompang pasang, kira-kira apa ya benang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;merahnya ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;SMS (konyol) yang masuk di handphone saya: ini percobaan nuklir....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115323409968051269?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115323409968051269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115323409968051269' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115323409968051269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115323409968051269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/fact-joke-or-no.html' title='Fact !!! , Joke !!! , or No!!!'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115323208742665098</id><published>2006-07-18T06:55:00.000-07:00</published><updated>2006-07-18T07:31:10.786-07:00</updated><title type='text'>Satellite Images of Pangandaran Tsunami Affected Area</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www2.cr.chiba-u.jp/gp/pangandarantsunami/documents/Pangandaran_19890802MOS.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www2.cr.chiba-u.jp/gp/pangandarantsunami/documents/Pangandaran_19890802MOS.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www2.cr.chiba-u.jp/gp/pangandarantsunami/documents/Pangandaran_19980725JERS1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www2.cr.chiba-u.jp/gp/pangandarantsunami/documents/Pangandaran_19980725JERS1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Citra diambil (bersumber) dari : &lt;span style="font-family: georgia;font-size:85%;" &gt;&lt;a href="http://www2.cr.chiba-u.jp/gp/pangandarantsunami/"&gt;http://www2.cr.chiba-u.jp/gp/pangandarantsunami/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; color: rgb(0, 102, 0);font-size:130%;" &gt;untuk lebih jelasnya kunjungi situs di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;88MMOOOOO8888MOOOOOOO88OOOOOOOO8OOOOO888888OOOMOOOOOM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____8888MOOOOO888MMOOOOOOOO8OOOOOOOOOOOMOOOO8888OOOOMOOOOM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____88888MOOOOO88OMOOOOOOOOOO8OOOOOOOOOOOMOOO8888OOOOOOMOOM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___88_888MMOOO888OMOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOMO8888OOOOOOOOOMO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___8_88888MOOO88OOMOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOMMO88OOOOOOOOOOOOM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____88888MOOO88OOMOOOOOOOOOO*88*OOOOOOOOOOMO88OOOOOOOOOOOOOOM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____888888MOOO88OOMOOOOOOOOO88@@88OOOOOOOOOMOO88OOOOOOOOOOOOOOM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____888888MMOO88OOMMOOOOOOOO88@@88OOOOOOOOOMOOO8OOOOOOOOOOOOOO*8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____88888__MOOO8OOMMOOOOOOOOO*88*OOOOOOOOOOMOOOOOOOOOOOOOOOOO88@@&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____8888___MMOOOOOOMMOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOMMOOOOOOOOOOOOOOOOO88@&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____888____MOOOOOOOMMOOOOOOOOOOOOOOOOOOOMMOOMOOOOOOOOOOOOOOOO*8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____888____MMOOOOOOOMMMOOOOOOOOOOOOOOOOMMOOOMMOOOOOOOOOOOOOOOM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;______88_____MOOOOOOOOMMMMOOOOOOOOOOOMMMMOOOOOMMOOOOO&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115323208742665098?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115323208742665098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115323208742665098' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115323208742665098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115323208742665098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/satellite-images-of-pangandaran.html' title='Satellite Images of Pangandaran Tsunami Affected Area'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115322865156041711</id><published>2006-07-18T06:13:00.000-07:00</published><updated>2006-07-18T06:17:31.863-07:00</updated><title type='text'>Cerita dari Olimpiade Fisika</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;-(sumber tulisan ini un known, tapi berasal dari teman saya). thanks-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Tulisan singkat berikut berasal dari Prof Yohanes Surya  (pembimbing sekaligus pendamping peserta IPho Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Hasil ini menunjukkan bangsa kita punya potensi besar untuk sukses  di dunia,&lt;br /&gt;kita hanya perlu kerja keras untuk mencapai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  kesan dari Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Waktu upacara  pembagian medali, Dutabesar kita duduk disamping para&lt;br /&gt;dutabesar dari berbagai  negara seperti filipina, thailand, dsb. Waktu&lt;br /&gt;honorable mention disebutkan,  ternyata tidak ada siswa Indonesia.&lt;br /&gt;Dubes-dubes bertanya pada dubes kita  (kalau diterjemahkan) "kok nggak ada&lt;br /&gt;siswa Indonesia". Dubes kita tersenyum  saja. Kemudian setelah itu dipanggil&lt;br /&gt;satu persatu peraih medali perunggu. Ada  yang maju dari filipina,&lt;br /&gt;thailand, kazakhtan dsb. Lagi-lagi dubes negara  sahabat bertanya "kok nggak&lt;br /&gt;ada siswa Indonesia?" Kembali dubes kita  tersenyum. Dubes kita menyalami&lt;br /&gt;dubes yang siswanya dapat medali  perunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketika medali perak disebut, muncul seorang anak kecil  (masih SMP)&lt;br /&gt;dengan peci sambil mengibarkan bendera kecil, dan namanya  diumumkan&lt;br /&gt;Muhammad Firmansyah Kasim...dari Indonesia... Saat itu dubes negara  sahabat&lt;br /&gt;kelihatan bingung, mungkin mereka berpikir "nggak salah nih...".  Ketika&lt;br /&gt;mereka sadar, mereka langsung mengucapkan selamat pada dubes kita.  Tidak&lt;br /&gt;lama kemudian dipanggil mereka yang dapat medali emas. Saat itu  dubes&lt;br /&gt;negara sahabat kaget luar biasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung  berpeci&lt;br /&gt;hitam dengan jas hitam, gagah sekali. Satu persatu maju  sambil&lt;br /&gt;mengibar-ngibarkan bendera merah putih . Mengesankan dan mengharukan.  Semua&lt;br /&gt;dubes langsung mengucapkan selamat pada dubes kita sambil berkata  bahwa&lt;br /&gt;Indonesia hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak stop sampai disitu. ketika diumumkan "the  champion of the&lt;br /&gt;International physics olympiade XXXVII  is......."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jonathan Pradhana Mailoa". Semua orang Indonesia bersorak.  Bulu kuduk&lt;br /&gt;berdiri, merinding.... Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan  menggema&lt;br /&gt;cukup lama... Standing Ovation....Hampir semua orang Indonesia yang  hadir&lt;br /&gt;dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata turun. Air mata  kebahagiaan,&lt;br /&gt;air mata keharuan.... Air mata kebanggaan sebagai bagian dari  bangsa&lt;br /&gt;Indonesia yang besar.....Segala rasa capai dan lelah langsung  hilang&lt;br /&gt;seketika... sangat mengharukan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Selesai upacara, semua  orang menyalami. Orang Kazakhtan memeluk erat-erat&lt;br /&gt;sambil berkata "wonderful  job..." Orang Malaysia menyalami berkata "You did&lt;br /&gt;a great job..." Orang  Taiwan bilang :"Now is your turn..." Orang&lt;br /&gt;filipina:"amazing..." Orang Israel  "excellent work..." Orang Portugal:"&lt;br /&gt;portugal is great in soccer but has to  learn physics from Indonesia", Orang&lt;br /&gt;Nigeria :"could you come to Nigeria to  train our students too?" Orang&lt;br /&gt;Australia :"great...." Orang belanda: "you did  it!!!" Orang Rusia&lt;br /&gt;mengacungkan kedua jempolnya.. Orang Iran memeluk sambil  berkata "great&lt;br /&gt;wonderful..." 86 negara mengucapkan selamat... Suasananya  sangat&lt;br /&gt;mengharukan... saya tidak bisa menceritakan dengan  kata-kata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras. Seorang  prof dari Belgia&lt;br /&gt;mengirim sms seperti berikut: Echo of Indonesian Victory has  reached Europe!&lt;br /&gt;Congratulations to the champions and their coach for these  amazing&lt;br /&gt;successes! The future looks bright....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marc  Deschamps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya benar kata Prof. Deschamps, kita punya  harapan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Yohanes&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115322865156041711?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115322865156041711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115322865156041711' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115322865156041711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115322865156041711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/cerita-dari-olimpiade-fisika.html' title='Cerita dari Olimpiade Fisika'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115298158291175504</id><published>2006-07-15T09:11:00.000-07:00</published><updated>2006-07-15T09:39:47.446-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>dalamnya  hati siapa tahu dalamnya lautan juga siapa yang tahu-ada yang ngukur juga cuma perkiraan, coba ukur dalamnya palung wuihh...susah deh, kl bener secara pasti berapa dalamnya tuh palung di laut, walu dengan alat secanggih apapun takkan bisa menandingi yang Maha Kuasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benul kagak neh?!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya seh kagak ada maksud apa-apa aku nulis neh, nyoba 'ntuk ngalir aja menulis apa yang ada dipikiran. untuk dapat menulis yang baik-katanya orang penulis-penulis yang andal ataaupun biasa ataupun sangat andal red.- ya begitu deh. ya gak braturan n gak sesuai dengan kaidah bahasa indonesia yang dianjurkan, aku bebas saja nulis dengan gaya apapun, boleh kan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga blog ini ada yang ngunjungi-syukur-syukur kasih komentar, terima kasih buat temen-temen, or siapapun yang tahu alamat blog ini terima kasih telah mengunjungi blog ini.&lt;br /&gt;ya mudah-mudahn bisa ngasih tahu ke orang-orang terdekat, teman-teman or siapapun juga untuk bisa sharing-membagi ilmunya kepada saya disini. Karena apa yang ada disini untuk sementara hanya bersal dari jiplak-kalau lebih kasar lagi bisa dikatakan membajak karya orang-mohon maaf ya bapak-bapak / ibu-ibu yang karya atau foto(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;picture&lt;/span&gt;)-nya saya tampilkan di sini red.-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada temen-teman (saya panggil teman ya! biar lebih akrab) yang suka nulis di jaringan blog ini, terima kasih Anda telah menjadi inspirasiku, 'ntuk mencoba menulis apapun. terima kasih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk yang selanjutnya saya akan coba 'tuk menulis apapun, apa yang ada dipikiran saya sendiri yang bisa menjadi bahan pelajaran untuk saya pribadi, syukur-syukur Anda sekalian yang mengunjungi blog ini dapat juga mengambil hikmahnya- kayak terlalu muluk ya?! he..he..he.. :) -- ya, mudah-mudahan angan -angan ini dapat terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;best regrads,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kank gembell&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115298158291175504?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115298158291175504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115298158291175504' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115298158291175504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115298158291175504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/dalamnya-hati-siapa-tahu-dalamnya.html' title=''/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115297960641433859</id><published>2006-07-15T08:55:00.000-07:00</published><updated>2006-07-15T09:08:29.473-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Soldier of fortune&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 153, 51);" class="MsoNormal"&gt;(&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Deep purple - Blackmore/Coverdale&lt;/span&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;I have often told you stories&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;About the way&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;I lived the life of a drifter&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Waiting for the day&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;When I'd take your hand&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;And sing you songs&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Then maybe you would say&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Come lay with me love me&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;And I would surely stay&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;But I feel I'm growing older&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;And the songs that I have sung&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Echo in the distance&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Like the sound&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Of a windmill goin' 'round&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;I guess I'll always be...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;A soldier of fortune&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Many times I've been a traveller&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;I looked for something new&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;In days of old&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;When nights were cold&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;I wandered without you&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;But those days I thougt my eyes&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Had seen you standing near&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Though blindness is confusing&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;It shows that you're not here&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Now I feel I'm growing older&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;And the songs that I have sung&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Echo in the distance&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Like the sound&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Of a windmill goin' 'round&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;I guess I'll always be...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;A soldier of fortune&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yes, I can hear the sound&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Of a windmill goin' 'round&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;I guess I'll always be&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;A soldier of fortune&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(204, 153, 51);" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt; Look Back In Anger&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;OASIS&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;Slip inside the eye of your mind&lt;br /&gt;Don't you know you might find&lt;br /&gt;A better place to play&lt;br /&gt;You said that you'd never been&lt;br /&gt;But all the things that you've seen&lt;br /&gt;Will slowly fade away&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So I start a revolution from my bed&lt;br /&gt;Cos you said the brains I had went to my head&lt;br /&gt;Step outside the summertime's in bloom&lt;br /&gt;Stand up beside the fireplace&lt;br /&gt;Take that look from off your face&lt;br /&gt;You ain't ever gonna burn my heart out&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And so Sally can wait, she knows it's too late as we're walking on by&lt;br /&gt;Her soul slides away, but don't look back in anger&lt;br /&gt;I heard you say&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take me to the place where you go&lt;br /&gt;Where nobody knows if it's night or day&lt;br /&gt;Please don't put your life in the hands&lt;br /&gt;Of a Rock 'n Roll band&lt;br /&gt;Who'll throw it all away&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gonna start the revolution from my bed&lt;br /&gt;'Cos you said the brains I had went to my head&lt;br /&gt;Step outside cos summertime's in bloom&lt;br /&gt;Stand up beside the fireplace&lt;br /&gt;Take that look from off your face&lt;br /&gt;Cos you ain't ever gonna burn my heart out&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And So Sally can wait, she knows it's too late as she's walking on by.&lt;br /&gt;My soul slides away, but don't look back in anger&lt;br /&gt;I heard you say&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So Sally can wait, she knows it's too late as we're walking on by&lt;br /&gt;Her soul slides away, but don't look back in anger&lt;br /&gt;I heard you say&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And So Sally can wait, she knows it's too late and she's walking on by&lt;br /&gt;My soul slides away, but don't look back in anger, don't look back in anger&lt;br /&gt;I heard you say&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At least not today&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Jet - Look What You've&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;Take my photo off the wall&lt;br /&gt;If it just won't sing for you&lt;br /&gt;'Cause all that's left has gone away&lt;br /&gt;And there's nothing there for you to prove&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, look what you've done&lt;br /&gt;You've made a fool of everyone&lt;br /&gt;Oh well, it seems likes such fun&lt;br /&gt;Until you lose what you had won&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Give me back my point of view&lt;br /&gt;'Cause I just can't think for you&lt;br /&gt;I can hardly hear you say&lt;br /&gt;What should I do, well you choose&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, look what you've done&lt;br /&gt;You've made a fool of everyone&lt;br /&gt;Oh well, it seems likes such fun&lt;br /&gt;Until you lose what you had won&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, look what you've done&lt;br /&gt;You've made a fool of everyone&lt;br /&gt;A fool of everyone&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;A fool of everyone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take my photo off the wall&lt;br /&gt;If it just won't sing for you&lt;br /&gt;'Cause all that's left has gone away&lt;br /&gt;And there's nothing there for you to do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, look what you've done&lt;br /&gt;You've made a fool of everyone&lt;br /&gt;Oh well, it seems likes such fun&lt;br /&gt;Until you lose what you had won&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, look what you've done&lt;br /&gt;You've made a fool of everyone&lt;br /&gt;A fool of everyone&lt;br /&gt;A fool of everyone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;The Cure - Friday I'm in Love&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;I don't care if Monday's blue&lt;br /&gt;Tuesday's grey and Wednesday too&lt;br /&gt;Thursday I don't care about you&lt;br /&gt;It's Friday, I'm in love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monday you can fall apart&lt;br /&gt;Tuesday, Wednesday break my heart&lt;br /&gt;Thursday doesn't even start&lt;br /&gt;It's Friday I'm in love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saturday, wait&lt;br /&gt;And Sunday always comes too late&lt;br /&gt;But Friday, never hesitate...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don't care if Mondays black&lt;br /&gt;Tuesday, Wednesday - heart attack&lt;br /&gt;Thursday, never looking back&lt;br /&gt;It's Friday, I'm in love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monday, you can hold your head&lt;br /&gt;Tuesday, Wednesday stay in bed&lt;br /&gt;Or Thursday - watch the walls instead&lt;br /&gt;It's Friday, I'm in love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saturday, wait&lt;br /&gt;And Sunday always comes too late&lt;br /&gt;But Friday, never hesitate...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dressed up to the eyes&lt;br /&gt;It's a wonderful surprise&lt;br /&gt;To see your shoes and your spirits rise&lt;br /&gt;Throwing out your frown&lt;br /&gt;And just smiling at the sound&lt;br /&gt;And as sleek as a shriek&lt;br /&gt;Spinning round and round&lt;br /&gt;Always take a big bite&lt;br /&gt;It's such a gorgeous sight&lt;br /&gt;To see you eat in the middle of the night&lt;br /&gt;You can never get enough&lt;br /&gt;Enough of this stuff&lt;br /&gt;It's Friday, I'm in love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don't care if Monday's blue&lt;br /&gt;Tuesday's grey and Wednesday too&lt;br /&gt;Thursday I don't care about you&lt;br /&gt;It's Friday, I'm in love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monday you can fall apart&lt;br /&gt;Tuesday, Wednesday break my heart&lt;br /&gt;Thursday doesn't even start&lt;br /&gt;It's Friday I'm in love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Hotel California : The Eagles&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;On a dark desert highway&lt;br /&gt;Cool wind in my hair&lt;br /&gt;Warm smell of colitas&lt;br /&gt;Rising up through the air&lt;br /&gt;Up ahead in the distance&lt;br /&gt;I saw a shimmering light&lt;br /&gt;My head grew heavy, and my sight grew dim&lt;br /&gt;I had to stop for the night&lt;br /&gt;There she stood in the doorway&lt;br /&gt;I heard the mission bell&lt;br /&gt;And I was thinking to myself&lt;br /&gt;This could be Heaven or this could be Hell&lt;br /&gt;Then she lit up a candle&lt;br /&gt;And she showed me the way&lt;br /&gt;There were voices down the corridor&lt;br /&gt;I thought I heard them say&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Welcome to the Hotel California&lt;br /&gt;Such a lovely place&lt;br /&gt;Such a lovely place (background)&lt;br /&gt;Such a lovely face&lt;br /&gt;Plenty of room at the Hotel California&lt;br /&gt;Any time of year&lt;br /&gt;Any time of year (background)&lt;br /&gt;You can find it here&lt;br /&gt;You can find it here&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Her mind is Tiffany twisted&lt;br /&gt;She's got the Mercedes bends&lt;br /&gt;She's got a lot of pretty, pretty boys&lt;br /&gt;That she calls friends&lt;br /&gt;How they dance in the courtyard&lt;br /&gt;Sweet summer sweat&lt;br /&gt;Some dance to remember&lt;br /&gt;Some dance to forget&lt;br /&gt;So I called up the Captain&lt;br /&gt;Please bring me my wine&lt;br /&gt;He said&lt;br /&gt;We haven't had that spirit here since 1969&lt;br /&gt;And still those voices are calling from far away&lt;br /&gt;Wake you up in the middle of the night&lt;br /&gt;Just to hear them say&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Welcome to the Hotel California&lt;br /&gt;Such a lovely Place&lt;br /&gt;Such a lovely Place (background)&lt;br /&gt;Such a lovely face&lt;br /&gt;They're livin' it up at the Hotel California&lt;br /&gt;What a nice surprise&lt;br /&gt;What a nice surprise (background)&lt;br /&gt;Bring your alibies&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirrors on the ceiling&lt;br /&gt;Pink champagne on ice&lt;br /&gt;And she said&lt;br /&gt;We are all just prisoners here&lt;br /&gt;Of our own device&lt;br /&gt;And in the master's chambers&lt;br /&gt;They gathered for the feast&lt;br /&gt;They stab it with their steely knives&lt;br /&gt;But they just can't kill the beast&lt;br /&gt;Last thing I remember&lt;br /&gt;I was running for the door&lt;br /&gt;I had to find the passage back to the place I was before&lt;br /&gt;Relax said the nightman&lt;br /&gt;We are programed to recieve&lt;br /&gt;You can check out any time you like&lt;br /&gt;But you can never leave.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;color:blue;"   &gt;Pada [atas] suatu jalan raya &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;color:blue;"   &gt;padang&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;color:blue;"   &gt; pasir gelap. Ngin[&lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;color:blue;"   &gt;Kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;color:blue;"   &gt; angin di (dalam) rambut ku. Bau [yang] hangat colitas melawan melalui/sampai angkasa. atas Di depan dari kejauhan, aku lihat suatu gemerlapan ringan. Kepala ku tumbuh berat/lebat, dan penglihatan ku tumbuh suram/samar. aku harus lebih dulu berhenti untuk malam [itu]. [Di/Ke] &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;color:blue;"   &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;color:blue;"   &gt; dia berdiri pintu masuk/keluar [itu]. aku mendengar bel misi [itu]. Dan aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedang berpikir untuk diri ku. Ini bisa jadilah Surga atau ini bisa jadilah Neraka Kemudian dia menyala suatu lilin. Dan dia menunjukkan aku [jalan/cara] [itu]. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;color:blue;"   &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;color:blue;"   &gt; menyatakan sepanjang koridor [itu]. aku pikir aku mendengar [mereka/nya] kata[&lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;color:blue;"   &gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;color:blue;"   &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;color:blue;"   &gt;Ucapkan selamat datang California Hotel [itu]. Tempat menyenangkan seperti itu. Wajah menyenangkan seperti itu. Banyak dari ruang di California Hotel. Kapan saja tahun. Kamu dapat temukan ia/nya di sini. Pikiran nya Tiffany terbelit. Dia diperoleh [itu] Mercedes tekukan. Dia diperoleh banyak anak-anak lelaki cantik cantik. Bahwa dia [sebut/panggil/hubungi] para teman, Bagaimana mereka menari halaman? Musim panas manis berkeringat. Beberapa tarian untuk ingat, Beberapa tarian untuk melupakan, Maka saya mengingatkan Kapten [itu]: tolong membawa aku anggur ku, Ia berkata Kita belum pernah mempunyai roh itu di sini [karena;sejak] 1969, Dan namun suara itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedang memanggil dari jauh sekali. Bangun kamu atas pada pertengahan malam [itu]. Hanya untuk dengar [mereka/nya] kata[&lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;color:blue;"   &gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:9;color:blue;"   &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:blue;"   &gt;Ucapkan selamat datang California Hotel [itu]. Tempat Menyenangkan seperti itu. Wajah menyenangkan seperti itu. Mereka (ada)lah Livin' [itu] ke arah California Hotel. Apa yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu kejutan manis. Mbawa alibi mu. Cerminkan pada [atas] pagu/langit-langit [itu]. Sampanye merah muda pada [atas] es. Dan dia berkata Kita adalah semua [hanya;baru saja] narapidana di sini Alat kita sendiri. Dan di (dalam) kamar guru, Mereka mengumpulkan untuk pesta [itu]. Mereka menikam ia/nya dengan pisau laksana baja mereka. Tetapi mereka [hanya;baru saja] tidak bisa membunuh binatang buas [itu]. [Bertahan/Berlangsung] hal [yang] aku ingat, aku adalah berlari untuk pintu [itu]. aku harus lebih dulu temukan jalan lintasan [itu] kembali ke tempat [itu] [yang] aku sebelumnya, Relax berkata nightman &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:blue;"   &gt;[itu].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:blue;"   &gt;aku adalah berlari untuk pintu [itu]. aku harus lebih dulu temukan jalan lintasan [itu] kembali ke tempat [itu] [yang] aku sebelumnya, Relax berkata nightman [itu]. Kita adalah programed ke recieve. Kamu dapat check-out kapan saja kamu seperti. Tetapi kamu tidak pernah dapat me/tinggalkan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:blue;"   &gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115297960641433859?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115297960641433859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115297960641433859' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115297960641433859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115297960641433859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/soldier-of-fortune-deep-purple.html' title=''/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115216542474849296</id><published>2006-07-05T22:53:00.000-07:00</published><updated>2006-07-05T22:57:05.310-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;diambil dari &lt;a href="http://www.kankgembell.blogspot.com/www.ekonomirakyat.org"&gt;www.ekonomirakyat.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;[Artikel - Th. I - No. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:78%;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;       &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;       &lt;span style="font-size:78%;"&gt; - &lt;/span&gt;       &lt;/span&gt;       &lt;span style="font-family:Arial;"&gt;       Mei 2002&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;      &lt;/span&gt;       &lt;b&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;h4 align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#9b410e;"&gt;Revrisond Baswir&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;  &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;      &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="font-weight: normal; color: rgb(255, 0, 0); font-family: verdana;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;UTANG DAN IMPERIALISME              &lt;/span&gt;  &lt;/h3&gt;       &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;“If you are, roughly, in the 20       percent of the income scale, you are likely to gain something from       neoliberalism and the higher you are up the ladder, the more you again.”&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;i style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;-&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;Susan Goerge-&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;b&gt;MASALAH&lt;/b&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;utang yang dihadapi Indonesia benar-benar telah       sampai pada batas mencekik leher. Betapa tidak? Selain memikul beban utang       luar negeri sebesar 150 milyar dolar AS (per Desember 1998), Indonesia       kini juga memikul beban hutang dalam negeri sebesar Rp650 triliun. Dengan       demikian, secara keseluruhan Indonesia kini menanggung beban utang sekitar       Rp2.100 trilyun!&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Padahal, akibat volume utang luar negeri sebesar 150 milyar       dolar AS itu, terdiri dari utang pemerintah sebesar 85 milyar dolar AS dan       utang swasta sebesar 65 milyar dolar AS, Indonesia kini praktis terpuruk       menjadi negara pengutang terbesar nomor lima di dunia. Urutan pertama       hingga keempat, dengan volume utang luar negeri sebesar 232, 183, 159, dan       154 milyar dolar AS, diduduki oleh Brazil, Rusia, Mexico, dan Cina.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Walaupun demikian, karena Produk Domestik Bruto (PDB)       Indonesia lebih kecil daripada PDB Brazil, Rusia, Mexico, dan Cina,       masalah utang luar negeri yang dihadapi Indonesia sangat berbeda dengan       masalah utang luar negeri yang dihadapi oleh keempat negara tersebut.       Dengan volume PDB sebesar 120 milyar dolar AS pada tahun 1998, rasio nilai       kini utang luar negeri terhadap volume PDB Indonesia pada tahun tersebut       tercatat sebesar 169 persen. Perhitungan rasio yang sama untuk Brazil ,       Rusia, Mexico, dan Cina, masing-masing berjumlah sebesar 29, 62, 39, 15       persen (&lt;i style=""&gt;lihat Tabel 1&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Negara-negara yang rasio nilai kini utang luar negeri       terhadap PDB-nya setara dengan Indonesia pada umumnya terletak di Afrika.       Kelompok negara yang saya sebut sebagai “negara miskin yang terjebak       utang” ini dipimpin oleh Kongo, yaitu dengan rasio nilai kini utang luar       negeri terhadap PDB sebesar 280 persen. Urutan kedua, ketiga, keempat, dan       kelima, masing-masing diduduki oleh Angola, Nikaragua, Kongo Demokratik,       dan Zambia, yaitu dengan rasio nilai kini utang luar negeri terhadap PDB       sebesar 270, 262, 196, dan 181 persen. Indonesia, dengan rasio nilai kini       utang luar negeri terhadap PDB sebesar 169 persen, menempati urutan keenam       (&lt;i style=""&gt;lihat Tabel 2&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;img src="http://www.ekonomirakyat.org/edisi_3/images/art2_tb1.gif" border="0" height="301" width="553" /&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;img src="http://www.ekonomirakyat.org/edisi_3/images/art2_tb2.gif" border="0" height="277" width="550" /&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Kondisi utang luar negeri yang sudah setara dengan sejumlah       negara Afrika itulah sesungguhnya yang terungkap pada tindakan Indonesia       meminta penjadualan ulang pembayaran pokok utang kepada Paris Club I, II,       dan III. Walaupun demikian, Indonesia tertap tidak bisa mengelak dari       kewajiban membayar bunganya. Sebagaimana tampak pada Anggaran Pendapatan       dan Belanja Negara (APBN) 2001, dari total APBN sebesar&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Rp340 triliun, Rp23,8 triliun digunakan untuk membayar bunga utang       luar negeri. Jika ditambah dengan bunga utang dalam negeri sebesar Rp61,2       triliun, praktis 26,32 persen APBN 2001 habis terpakai untuk membayar       bunga utang.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Gambaran yang lebih kurang serupa juga tampak pada APBN       2002. Dari total APBN 2002 sebesar Rp332,5 triliun, yang digunakan untuk       membayar bunga utang luar negeri berjumlah Rp27,4 triliun. Jika ditambah       dengan bunga utang dalam negeri sebesar Rp59,6 triliun, volume APBN 2002       yang dipakai untuk membayar bunga utang meliputi 26,17 persen.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Dampak pembayaran utang yang lebih dari seperempat volume       APBN itu adalah pada membengkaknya defisit anggaran negara. Sebagaimana       tampak dalam APBN 2001, defisit anggaran negara tercatat sebesar Rp 54,3       triliun. Tindakan yang dilakukan pemerintah untuk menutupi defisit       anggaran negara itu antara lain adalah menggenjot penerimaan pajak,       menjadualkan dan membuat utang luar negeri baru, mengurangi subsidi,       menjual aset perusahaan swasta yang dikuasai Badan Penyehatan Perbankan       Nasional (BPPN), dan melakukan privatisasi Badan Usaha Milik Negara       (BUMN), &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Jika dicermati secara terliti, jelas sekali kelihatan betapa       tindakan yang ditempuh pemerintah dalam menutup defisit anggaran negara       yang disebabkan oleh himpitan beban utang itu, hampir seluruhnya bersifat       membebani rakyat. Pertanyaannya, tidak adakah jalan lain yang dapat       ditempuh oleh pemerintah untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh       beban utang tersebut selain mensosialisasikannya kepada rakyat banyak?       Jawabannya sangat tergantung pada konsepsi utang yang dianut oleh       pemerintah serta cara pandang mereka terhadap kedudukan utang dalam       konstruksi sosial dan ideologis yang menyertai proses pembuatan utang       tersebut.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;UTANG       NAJIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Berbicara mengenai konsepsi utang, selama ini banyak yang       tidak menyadari bahwa konsepesi utang yang dianut oleh pemerintah       Indonesia cenderung sangat didominasi oleh pandangan para ekonom       neoliberal. Sesuai dengan pandangan umum yang dianut oleh para pengikut       Reagan dan Thatcher tersebut (Goerge, 1999), pembuatan utang pada dasarnya       ditujukan untuk mencapai dua hal: &lt;i style=""&gt;Pertama&lt;/i&gt;,       untuk menutup kesenjangan antara tingkat tabungan masyarakat dengan       kebutuhan investasi (&lt;i style=""&gt;saving       investment gap&lt;/i&gt;). &lt;i style=""&gt;Kedua&lt;/i&gt;,       khusus untuk utang luar negeri, untuk memanfaatkan suku bunga murah yang       ditawarkan oleh berbagai paket pinjaman yang ditawarkan oleh sindikat       negara-negara kreditur dan lembaga keuangan multilateral tersebut.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Berdasarkan kedua tujuan itu, jelas sekali kelihatan betapa       konsepsi utang para ekonom neoliberal tersebut sangat dipengaruhi oleh       paradigma pembangunan ekonomi yang mereka anut. Dalam pandangan para       ekonom neoliberal, pembangunan memang cenderung tumpang tindih dengan       pertumbuhan ekonomi, kecenderungan ini sejalan dengan pandangan mereka       yang meletakkan pertumbuhan ekonomi di atas pemerataan. Sebagaimana sering       mereka kemukakan, “Jika tidak ada pertumbuhan, apa yang mau       diratakan?”&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Dengan paradigma pembangunan seperti itu, diakui atau tidak,       ekonom neoliberal sesungguhnya dengan sadar menempatkan investasi dan       investor di atas berbagai pertimbangan lainnya. Dalam bahasa sederhana,       paradigma pembangunan ekonom neoliberal pada dasarnya bertumpu pada       semboyan, “&lt;i style=""&gt;investor first, people       second&lt;/i&gt;.” Kecenderungan inilah antara lain yang dibahasakan melalui       ungkapan “bersahabat dengan pasar,” yang sangat populer tersebut.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Artinya, keputusan-keputusan ekonomi para ekonom neoliberal,       mulai dari menyusun kabinet, memilih orientasi kebijakan, dan merumuskan       program, pertama-tama harus dilihat dari sudut pengaruhnya terhadap       “kepercayaan” para investor. Setiap keputusan ekonomi yang mendapat       respon negatif dari para investor, harus segera dihentikan.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Celakanya, sebagai ekonom sekalipun, para ekonom neoliberal       cenderung mengabaikan berbagai variabel lainnya yang wajib untuk       dipertimbangkan dalam membuat utang luar negeri. Sehubungan dengan tingkat       bunga misalnya, para ekonom neoliberal cenderung pura-pura tidak tahu       bahwa beban utang luar negeri tidak hanya terbatas sebesar angsuran pokok       dan bunganya.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Karena dibuat dalam mata uang asing, tidak dapat tidak,       pembuatan utang luar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;negeri       harus memperhatikan pula tingkat depresiasi mata uang nasional dan       kemungkinan terjadinya gejolak moneter secara internasional. Dengan kata       lain, dalam kondisi stabil, tingkat bunga utang luar negeri mungkin lebih       murah daripada tingkat bunga pinjaman domestik. Tetapi jika terjadi       gejolak moneter seperti dialami Indonesia pada tahun 1998, tingkat bunga       efektif utang luar negeri dalam denominasi rupiah justru dapat lebih besar       dari pada tingkat bunga domestik.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Sejalan dengan itu, para ekonom neoliberal juga cenderung       mengabaikan kapasitas kelembagaan yang dimiliki sebuah negara dalam       mengelola dan memanfaatkan utang. Padahal, sebagai sebuah keputusan yang       akan berdampak pada timbulnya kewajiban untuk membayar pokok dan bunganya,       pembuatan utang luar negeri harus disertai dengan perhitungan yang cermat       mengenai manfaat yang akan diperoleh dari keputusan tersebut.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Intinya, kapasitas mengelola dan memanfaatkan utang harus       dapat menjamin meningkatnya kemampuan sebuah negara dalam membayar utang.       Tetapi para ekonom neoliberal cenderung memandang kapasitas mengelola dan       memanfaatkan utang ini sebagai sesuatu yang tidak perlu mendapat       perhatian. Sebab itu, walaupun Indonesia terkenal sebagai negara juara       korupsi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(&lt;i style=""&gt;lihat       Tabel 3&lt;/i&gt;), tidak aneh bila Hadi Soesastro pernah berucap, “Hanya       orang bodohlah yang menolak utang luar negeri.”&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;img src="http://www.ekonomirakyat.org/edisi_3/images/art2_tb3.gif" border="0" height="308" width="561" /&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Saya tidak tahu persis siapa sesungguhnya yang bodoh. Yang       pasti, jika ketidakstabilan moneter yang menandai sistem keuangan global       dan perilaku korup rezim yang berkuasa diabaikan begitu saja oleh para       ekonom neoliberal dalam membuat utang luar negeri, menjadi mudah       dimengerti jika sebagian besar ekonom neoliberal tidak mengenal konsepsi       utang najis (&lt;i style=""&gt;odious debt&lt;/i&gt;).       Padahal, konsep yang diperkenalkan oleh Alexander Nahum Sack pada tahun       1927 ini, sangat penting artinya dalam menetukan metode penyelesaian beban       utang luar negeri yang dipikul Indonesia.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Sebagaimana dikemukakan Sack (&lt;i style=""&gt;sebagaimana dikutip dalam Adams, 1991&lt;/i&gt;), “&lt;i style=""&gt;if a despiotic incurs a debt not for the needs or in the interrest of       the State, but to strengthen its despotic regime, to repress the       population that’s fights againts it, etc., this debt is odious for the       population of all the State. This debt is not an obligation for the       nation; it is a regime’s debt, a personal debt of&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;the power that has incurred it, consequently it falls with the fall       of this power.”&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Konsep utang najis yang diperkenalkan Sack itu tidak datang       dari negeri antah berantah, melainkan dibangun berdasarkan preseden       sengketa utang-piutang antar negara yang pernah terjadi jauh sebelum ia       memperkenalkan konsep tersebut. Sebagaimana dikemukakan Adams, negara       pertama yang menerapkan konsep utang najis itu dalah Amerika Serikat (AS),       yaitu ketika negara itu mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Cuba dari       penjajahan pemerintah Spanyol tahun 1898. menyusul beralihnya penguasaan       Cuba daari Spanyol ke tangan AS, maka pemerintah Spanyol segera       mendeklarasikan bergesernya tanggunggjawab untuk melunasi utang luar       negeri Cuba yang dibuat semasa pemerintahan pendudukan Spanyol itu kepada       AS.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Tetapi AS secara tegas menolak penggeseran tanggungjawab       untuk melunasi “utang-utang Cuba” tersebut. Dalam jawabannya kepada       pemerintah Spanyol, AS antara lain mengatakan, &lt;i style=""&gt;“They       are debts created by the government of Spain, for its own purposes and       through its own agents, in whose creation Cuban had no voice.” &lt;/i&gt;Sebab       itu, AS berpendapat, utang-utang tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai       utang penduduk Cuba, (dengan demikian) juga tidak bersifat mengikat bagi       pemerintah Cuba berikutnya.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Dilihat dari konsep utang najis sebagaimana diperkenalkan       Sack tersebut, dapat disaksikan bahwa sesungguhnya terbuka peluang yang       sangat lebar bagi pemerintahan Indonesia pasca Soeharto untuk       setidak-tidaknya tidak membayar seluruh utang luar negeri yang dibuat       semasa rezim Soeharto. Sebagaimana diketahui, rezim Soeharto yang       terguling pada tanggal 21 Mei 1998 itu, yaitu menyusul berlangsungnya       perlawanan panjang mahasiswa sejak pertengahan 1990, adalah sebuah rezim       yang otoriter dan korup.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Sebagai sebuah rezim yang otoriter, pemerintahan Soeharto       seringkali membuat utang secara bertentangan dengan kepentingan rakyat.       Sebaliknya, tidak jarang pemerintahan Soeharto justru membuat utang untuk       menindas rakyat. Bahkan, sebagai sebuah rezim yang korup, sudah menjadi       pengetahuan umum bahwa sebagian utang luar negeri yang dibuat oleh rezim       Soeharto, justru diselewengkan oleh para pejabatnya untuk memperkaya diri       mereka sendiri dan para kroninya. Dalam taksiran Bank Dunia, volume utang       luar negeri yang diselewengkan rezim Soeharto meliputi sekitar 20 - 30       persen dari total utang luar negeri yang dibuat rezim tersebut (World       Bank, 1997).&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Pendek kata, karena sebagian utang luar negeri yang dibuat       oleh rezim Soeharto tidak dinikmati oleh rakyat, sesungguhnya tidak ada       sedikit pun alasan bagi setiap pemerintahan Indonesia Pasca Soeharto untuk       mensosialisasikan dampak beban utang najis tersebut kepada rakyat banyak.       Sebaliknya, adalah kewajiban setiap pemerintahan yang memihak kepada       rakyat untuk meminta pertanggungjawaban para kreditur atas kesalahan       mereka menyalurkan utang-utang itu. Caranya tentu bukan dengan meminta       penjadualan ulang (&lt;i style=""&gt;debt       reschedulling&lt;/i&gt;), melainkan dengan meminta pemotongan utang (&lt;i style=""&gt;debt       reduction&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;UTANG       DAN KAPITALISME&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Masalahnya, selain tidak mengenal konsep utang najis, dan       sejalan dengan semboyan yang mereka anut, para ekonom neoliberal memang       menghindari segala tindakan yang mereka pandang dapat merusak kepercayaan       para investor. Artinya, terlepas dari penerapan konsep utang najis atau       konsep lain yang memungkinkan dilakukannya pemotongan utang, tuntutan       pemotongan utang sejak semula memang bertentangan dengan garis pemikiran       para ekonom neoliberal.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Sebagaimana sering mereka kemukakan, tuntutan pemotongan       utang dapat menyebabkan semakin merosotnya kepercayaan para investor       kepada Indonesia. Bahkan, sebagaimana dikemukakan oleh Menteri Koordinator       Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-jakti, tuntutan pemotongan utang dapat       berakibat diembargonya perekonomian Indonesia oleh negara-negara kreditur.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Dengan sikap seperti ini, para ekonom neoliberal       sesungguhnya sudah memiliki jawaban terhadap hampir semua persoalan       ekonomi yang dihadapi Indonesia, bahkan jauh sebelum mereka melakukan       riset dan analisis. Kuncinya sederhana, “&lt;i style=""&gt;how       to make a market friendly decision&lt;/i&gt;?” Jika dikaitkan dengan persoalan       utang luar negeri, menjadi mudah dimengerti jika para ekonom noeliberal       cenderung memaksakan cara pandang mereka yang cenderung melihat utang       semata-mata sebagai sebuah fenomena ekonomi.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Artinya, para ekonom neoliberal cenderung tidak peduli       terhadap konstruksi sosial dan ideologis yang menyertai proses pembuatan       utang tersebut. Padahal, sebagaimana dapat disaksikan secara empiris,       tidak ada transaksi utang yang terjadi di ruang hampa. Transaksi utang       senantiasa terjadi dalam suatu konstruksi sosial dan ideologis tertentu.       Artinya, untuk memahami konsepsi utang lebih jauh, penyelidikan mengenai       siapa yang membuat, memberi, dan paling banyak mendapat manfaat dari       transaksi utang-piutang tersebut tidak dapat dielakkan.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Dilihat dari sudut negara penerima, jawabannya sangat jelas.       Utang luar negeri pasti dibuat oleh rezim yang berkuasa. Walaupun       pembuatan utang harus mendapat persetujuan dari lembaga perwakilan rakyat,       tetapi para anggota lembaga perwakilan rakyat pun seringkali tidak berada       dalam posisi yang siap untuk mengkritisi dampak dan resiko pembuatan       utang-utang itu.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Sebaliknya, sebagai komponen dari kelas yang berkuasa, tidak       sedikit anggota lembaga perwakilan rakyat yang justru turut memiliki       interest pribadi terhadap pembuatan utang-utang tersebut. Selanjutnya,       jika dilihat dari sudut penikmat utang-utang itu, selain para politisi dan       pejabat pemerintah, pihak berikutnya tentulah para kroni dari kekuasaan       yang bersangkutan, baik yang bergiat sebagai pengusaha, sebagai konsultan,       maupun peneliti. &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Yang membedakan para pembuat dan penikmat utang luar negeri       sektor publik ini dengan para pembuat utang pribadi adalah, mereka pada       umumnya sanagt sadar bahwa beban utang itu sama sekali tidak melekat       kepada diri mereka sebagai pribadi. Karena utang dibuat atas nama negara,       soal siapa yang akan menanggung beban utang tersebut tidak terlalu penting       bagi mereka.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Mereka lebih tertarik untuk untuk melihat utang luar negeri       sebagai sarana untuk mewujudkan ambisi-ambisi mereka. Celakanya, ketiba       tiba masanya untuk membayar angsuran pokok dan bunga hutang, mereka serta       merta—atas nama kepentingan bangsa dan negara, menemukan solusi untuk       mensosialisasikan beban utang itu kepada rakyat banyak.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Hal yang lebih kurang serupa terjadi pada pihak pemberi       utang. Selain diberikan oleh bank-bank komersial dan lembaga-lembaga       keuangan multilateral, sebagaian utang luar negeri juga diberikan oleh       para penguasa di negara-negara tersebut. Memang benar, sebagaimana di       negara penerima utang, keputusan memberi utang juga harus mendapat       persetujuan dari lembaga perwakilan rakyat di masing-masing negara yang       bersangkutan. &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Tetapi dengan pertimbangan ekonomi dan politik tertentu,       para politisi dan pejabat pemerintah negera-negara pemeberi utang ini,       termasuk melalui wakil-wakil mereka yang duduk di lembaga keuangan       multilateral, biasanya sepakat untuk memberi sejumlah utang kepada sejawat       mereka di negara-negara penerima utang tertentu.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Salah satu pertimbangan ekonomi yang mereka pakai biasanya       adalah, sesuai dengan sifat mengikat yang melekat pada sebagian besar       utang luar negeri, adanya kebutuhan untuk memasarkan produk-produk mereka       sendiri ke negara-negara penerima utang. Artinya, jika dilihat dari segi       penikmat, penikmat utang di negara-negara pemberi hutang lebih kurang       serupa dengan di negara-negara penerima hutang. Mereka biasanya terdiri       dari para politisi dan pejabat pemerintah, serta para kroninya yang       bergiat di berbagai bidang usaha: pengusaha produsen, pengusaha jasa,       konsultan, peneliti, dan lembaga pendidikan.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Sebagaimana di negara-negara penerima utang , kelas yang       berkuasa di negara-negara pemberi utang ini pada umumnya sadar bahwa       dampak pemberian utang itu sama sekali tidak melekat kepada diri mereka       secara pribadi. Celakanya, jika suatu saat terdapat sejumlah utang yang       tidak dapat ditagih, sebagaiman antara lain terjadi dalam kasus 41 negara       penerima &lt;i style=""&gt;Heavily Indebted Poor       Countries &lt;/i&gt;(HIPC) &lt;i style=""&gt;Initiatives&lt;/i&gt;,       mereka pun akan serta merta akan mensosialisasikan segala dampak yang       ditimbulkan oleh penghapusan utang itu kepada seluruh anggota masyarakat.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Berdasarkan uraian tersebut, dapat disaksikan bahwa masalah       utang luar negeri tidak dapat disederhanakan semata-mata sebagai sebuah       fenomena ekonomi. Dilihat dari sudut konstruksi sosial dan ideologis,       utang luar negeri sangat mudah berubah menjadi instrumen yang       mempertemukan kepentingan kelas yang berkuasa di negara-negara penerima       utang, di negara-negara pemberi utang, dan antar keduanya.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Karena para anggota kelas yang berkuasa sangat menyadari       bahwa secara pribadi mereka tidak terikat terhadap dampak transaksi utang       itu, tetapi sebaliknya dapat dengan mudah mensosialisasikannya kepada       rakyat banyak, maka utang luar negeri sangat mudah bergeser menjadi       instrumen kelas yang berkuasa untuk memenuhi ambisi-ambisi pribadi mereka,       dengan tujuan untuk menguras rakyat banyak. Pendek kata, utang luar negeri       mustahil dapat dipisahkan dari konstruksi sosial dan ideologis yang       bernama kapitalisme.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;IMPERIALISME       UTANG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Dengan memahami utang luar negeri sebagai bagian yang tidak       terpisahkan dari kapitalisme, maka dilihat dari sudut kepentingan rakyat       banyak, setiap komponen utang luar negeri sesungguhnya memiliki potensi       yang sangat besar untuk digolongkan sebagai utang najis. Persoalannya       adalah, sejauh manakah rakyat banyak telah diminta pendapatnya dalam       membuat utang. Dan sejauh mana pula dapat dibuktikan bahwa rakyat banyak       memang telah turut diuntungkan oleh transaksi pembuatan utang tersebut.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Baik ditinjau dari sudut negara-negara miskin penerima       utang, maupun dari sudut negara-negara kaya&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;pemberi utang, melebarnya kesenjangan kaya-miskin di seluruh dunia       adalah sebuah fenomena yang tidak terbantahkan. Sebagaimana ditaksir oleh       Noam Chomsky dalam kasus Indonesia, sekitar 95 persen manfaat utang luar       negeri sesungguhnya hanya dinikmati oleh sekitar 50 orang (Chomsky, 2000).       Hal yang lebih kurang serupa terjadi pula di AS (&lt;i style=""&gt;lihat       tabel 4&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Tetapi jauh lebih penting dari persoalan kesenjangan       internal yang terjadi pada sebuah negara, dampak yang paling parah dari       kapitalisme adalah melebarnya kesenjangan antara negara-negara kaya dengan       negara-negara miskin dan menengah di dunia. Sebagaimana dilaporkan oleh       Bank Dunia, saat ini terdapat sejumlah kecil negara kaya dengan total       penduduk sebesar 891 juta jiwa dengan total PDB sebesar 22,9 triliun dolar       AS.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Pada sisi yang lain, terdapat sejumlah negara miskin dan       menengah dengan total penduduk sebesar 5,08 milyar jiwa, dengan total PDB       sebesar 6,3 triliun dolar AS. Artinya, rata-rata PDB perkapita 891 juta       penduduk negara kaya berjumlah sebesar 25 ribu dolar AS. Sementara       rata-rata PDB per kapita 5,08 milyar penduduk negara miskin dan menengah,       hanya berkisar sekitar 1,250 dolar AS.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;img src="http://www.ekonomirakyat.org/edisi_3/images/art2_tb4.gif" border="0" height="159" width="558" /&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;img src="http://www.ekonomirakyat.org/edisi_3/images/art2_tb5.gif" border="0" height="380" width="556" /&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Celakanya, bila dilihat dari sudut hubungan utang-piutang,       negara-negara kaya pada umumnya berada pada posisi memberi utang.       Sebaliknya, hampir semua negara miskin dan menengah berada pada posisi       penerima utang. Volume total utang luar negeri negara-negara miskin dan       menengah pada tahun 1998 berjumlah sebesar 2,4 triliun dolar AS.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Artinya, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, rata-rata       penduduk negara-negara miskin dan menengah menanggung utang luar negeri       per kapita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebesar 480 dolar       AS. Dengan kondisi seperti itu, dapat dibayangkan betapa senjangnya       tingkat kemakmuran dan beban hidup rata-rata penduduk di negara kaya yang       berjumlah sebesar 891 juta tersebut, dengan tingkat kemakmuran dan beban       hidup mayoritas penduduk dunia. &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Tetapi itu belum seberapa. Kondisi Indonesia justru jauh       lebih parah daripada kondisi rata-rata penduduk negara-negara miskin dan       menengah tersebut. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 1998 tercatat       sebesar 207 juta jiwa. Sedangkan total PDB-nya hanya berjumlah sebesar 120       miliar dolar AS. Dengan demikian, PDB perkapita penduduk Indonesia pada       tahun 1998 hanya berkisar sekitar 600 dolar AS. Padahal, jika dihitung       utang luar negeri perkapita penduduk Indonesia, dengan total utang luar       negeri sebesar 150 miliar &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       dolar pada tahun 1998, utang luar negeri perkapita yang ditanggung olah       seluruh penduduk Indonesia berkisar sekitar 750 dolar AS (&lt;i style=""&gt;lihat       Tabel 5&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Pada akhir tahun 2000, kondisi ekonomi Indonesia memang       sudah mengalami perubahan. Dengan total PDB sebesar 142 miliar dolar AS,       dan total utang luar negeri sebesar 141 miliar dolar AS, perbandingan       antara PDB dengan utang luar negeri perkapita Indonesia relatif setara       pada tingkat 700 dolar AS.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Sebagaimana masalah utang luar negeri tidak dapat hanya       dilihat sebagai fenomena ekonomi, maka kesenjangan ekonomi yang menandai       perekonomian dunia itu, tidak dapat tidak memiliki pengaruh yang sangat       besar terhadap pola hubungan anatar negara di dunia. Dengan tingkat       kesenjangan PDB perkapita yang terentang antara rata-rata 1.250 dolar AS       (belum termasuk beban hutang luar negeri perkapita sebesar 480 dolar AS)       dan 25.000 dolar AS (sekitar 20 kali lipat), terjalinnya suatu hubungan       antar negara yang bersifat saling tergantung menjadi sulit diwujudkan.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Sebaliknya, terbangunnya suatu pola hubungan antar negara       yang bersifat hegemonik, yaitu dari negara-negara kaya terhadap       negara-negara miskin dan menengah, menjadi sulit dielakkan. Lebih-lebih,       negara-negara kaya berada pada posisi memberi utang, sedangkan negara       miskin dan menengah berada pada posisi menerima utang. Berangkat dari pola       hubungan yang sangat tidak seimbang tersebut, bergesernya utang luar       negeri dari sekadar instrumen kelas berkuasa untuk menguras rakyat banyak,       menjadi instrumen penaklukan negara bangsa (imperialisme), menjadi sulit       dihindarkan.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Negara-negara kaya tampaknya sangat menyadari kenyataan       tersebut. Sebab itu, tidak aneh jika melalui posisi dominan mereka di       berbagai lembaga perdagangan dan keuangan multilateral, seperti Organisasi       Perdagangan Dunia (WTO), Bank Dunia (WB), Bank Pembangunan Asia (ADB), dan       Dana Moneter Internasional (IMF), serta melalui dominasi perusahaan       transnasional (TNC) yang mereka miliki dalam transaksi keuangan dan       perdagangan global, negara-negara kaya cenderung memaksakan berbagai       agenda mereka kepada seluruh dunia. &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Dalam kasus tertentu, seperti dialami oleh Afghanistan,       imperialisme bersenjata memang masih bisa terjadi. Tetapi secara masif,       abad ke-21 ini sesungguhnya ditandai oleh terjadinya imperialisme ekonomi       oleh sejumlah kecil negara kaya—termasuk dengan menggunakan jerat utang,       terhadap seluruh dunia.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Yang paling celaka tentulah nasib Indonesia. Selain termasuk       ke dalam kelompok negara-negra miskin yang terjebak utang, terhitung sejak       mengalami krisis moneter pada pertengahan 1997, Indonesia kini praktis       berada di bawah penaklukan negara-negara kaya melalui tangan IMF. Terus       terang, saat ini sulit bagi saya untuk menentukan siapakah sesungguhnya       yang berkuasa di Indonesia: Presiden, DPR, atau negara-negara kaya yang       diwakili oleh IMF. &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Menyadari kenyataan tersebut, saya kira sudah tiba masanya       bagi segenap komponen bangsa ini untuk berpikir secara sungguh-sungguh       mengenai paradigma baru kemerdekaan. Terus menumpuk utang baru sembari       mensosialisasikan utang najis kepada rakyat banyak, saya kira bukanlah       tanda yang sehat bagi sebuah negara merdeka. Di tengah-tengah situasi       seperti itu, bagaimana mungkin kita dapat meningkatkan kesejahteraan       rakyat?&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;span style="font-size:85%;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;hr /&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;      Drs. Revrisond Baswir, MBA : &lt;/b&gt;Staf Pengajar Fakultas Ekonomi UGM &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(128, 128, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma;"&gt;Makalah disampaikan       dalam Seminar Pendalaman Ekonomi Rakyat, &lt;i&gt;Utang Luar Negeri&lt;/i&gt;,       Jakarta, 23 April 2002&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: rgb(128, 128, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:78%;color:#ffffff;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;b&gt;Daftar       Bacaan&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 26.95pt; text-align: justify; text-indent: -26.95pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Adams, Patricia.       1991. &lt;i style=""&gt;Odious Debt: Loose Lending,       Corruption, and the Third World’s Environmental Legacy&lt;/i&gt;. Eartscan:       Canada&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 26.95pt; text-align: justify; text-indent: -26.95pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Chomsky, Noam. 2000. &lt;i style=""&gt;Jubilee       2000&lt;/i&gt;. &lt;u&gt;htpp://www.zmag.org/&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 26.95pt; text-align: justify; text-indent: -26.95pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Goerge, Susan. 1999. &lt;i style=""&gt;A       Short History of Neoliberalism: Twenty Years of Elites Economics and       Emerging Opportunities For Structural Change&lt;/i&gt;,&lt;u&gt;       http://www.millenium-round.org/&lt;/u&gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 26.95pt; text-align: justify; text-indent: -26.95pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;Transparency       International. 2001. &lt;i style=""&gt;Corruption       Perception Index 2001&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;http://www.transparency.org/&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 26.95pt; text-align: justify; text-indent: -26.95pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;World Bank. 1997. &lt;i style=""&gt;Memoranda       on Corruption in Indonesia: Confidential World Bank Indonesia Resident       Staff Views Regarding the Problem of “Leakage.”&lt;/i&gt;  &lt;/span&gt; &lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;http://www.parliament.uk/&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;       &lt;/u&gt;&lt;/p&gt;       &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; font-weight: normal;" lang="IN"&gt;World&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Bank. 2001. &lt;i style=""&gt;World Development Report 2000/2001: Attacking Poverty&lt;/i&gt;. Oxford       University Press: New York.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115216542474849296?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115216542474849296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115216542474849296' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115216542474849296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115216542474849296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/diambil-dari-www_115216542474849296.html' title=''/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115216009092531336</id><published>2006-07-05T21:18:00.000-07:00</published><updated>2006-07-05T21:28:11.103-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;diambil dr&lt;/span&gt; &lt;a href="www.transparansi.or.id"&gt;www.transparansi.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: courier new; color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Pilar-pilar Good Governance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good Governance hanya bermakna bila keberadaannya ditopang oleh lembaga yang melibatkan kepentingan publik. Jenis lembaga tersebut adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menciptakan kondisi politik, ekonomi dan sosial yang stabil&lt;br /&gt;b. Membuat peraturan yang efektif dan berkeadilan&lt;br /&gt;c. Menyediakan public service yang efektif dan accountable&lt;br /&gt;d. Menegakkan HAM&lt;br /&gt;e. Melindungi lingkungan hidup&lt;br /&gt;f. Mengurus standar kesehatan dan standar keselamatan publik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sektor Swasta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menjalankan industri&lt;br /&gt;b. Menciptakan lapangan kerja c. Menyediakan insentif bagi karyawan&lt;br /&gt;d. Meningkatkan standar hidup masyarakat&lt;br /&gt;e. Memelihara lingkungan hidup&lt;br /&gt;f. Menaati peraturan&lt;br /&gt;g. Transfer ilmu pengetahuan dan tehnologi kepada masyarakat&lt;br /&gt;h. Menyediakan kredit bagi pengembangan UKM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Masyarakat Madani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menjaga agar hak-hak masyarakat terlindungi&lt;br /&gt;b. Mempengaruhi kebijakan publik&lt;br /&gt;c. Sebagai sarana cheks and balances pemerintah&lt;br /&gt;d. Mengawasi penyalahgunaan kewenangan sosial pemerintah&lt;br /&gt;e. Mengembangkan SDM&lt;br /&gt;f. Sarana berkomunikasi antar anggota masyarakat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115216009092531336?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115216009092531336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115216009092531336' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115216009092531336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115216009092531336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/diambil-dr-www.html' title=''/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115215165883545606</id><published>2006-07-05T18:53:00.000-07:00</published><updated>2006-07-05T19:07:38.956-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;diambil dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="www.fppm.org"&gt;www.fppm.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Pembangunan Berkelanjutan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Gagasan dan Implementasi di Indonesia*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Prof. Dr. Oekan  S. Abdoellah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pusat Penelitian Sumberdaya Alam dan Lingkungan - Unpad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bukan hal baru sudah dikenal di Indonesia, pembangunan berkelanjutan secara global baru dibahas dalam konferensi lingkungan hidup di Stockholm 1972. Pada saat itu issue pembangunan berkelanjutan timbul akibat terjadinya overdevelopment yang di negara-negara maju yang berakibat pada tingginya angka pencemaran lingkungan. Sementara di negara berkembang, kemiskinan telah mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Karena itu masyarakat dunia menilai  masalah lingkungan ini harus segera ditanggulangi, yaitu dengan meningkatkan pembangunan berwawasan lingkungan, atau  eco-development.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu pembangunan tesebut kemudian ditanggapi PBB  pada tahun 1983 dengan membentuk World Commision on Environment and Development (WECD). Pada tahun 1987 WCED membuat laporan tentang hari depan kita bersama (Our Common Future) dengan tema Pembangunan Berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1992, PBB mengadakan konferensi tentang lingkungan hidup dan pembangunan. (Un Conference on Environmental and Development -UNCED) di Rio  de Janeiro Brasil. Kegiatan ini menghasilkan Konferensi Rio. Salah satu hasilnya adalah Agenda 21, sebuah program aksi pembangunan berkelanjutan. Namun sayang program ini tidak banyak ditindaklanjuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperbarui komitmen pelaksanaan Agenda 21, pada tahun 2002, diadakan Konferensi Puncak se-Dunia tentang Pembangunan  Berkelanjutan. (Word Summit on Sustainable Development (WSSD) di Johannesburg dan menghasilkan Konferensi Rio+10. Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan adanya evolusi dari isu lingkungan global di Stokholm 1972, lingkungan hidup dan pembangunan di Rio tahun 1992, dan pembangunan berkelanjutan tahun 2002 di Johannesburg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Pembangunan Berkelanjutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan berkelanjutan adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka (WCED, 1987). Untuk mencapai tujuan tersebut, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Pertama, peningkatan potensi produksi dengan pengelolaan yang ramah lingkungan. Kedua, menjamin terciptanya kesempatan yang merata dan adil bagi semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dua syarat tersebut, pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan ekonomi yang harus berwawasan lingkungan dan sekaligus mengusahakan pemerataan yang adil. Dalam Deklarasi Johannesburg, pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan ekonomi yang harus berwawasan lingkungan dan sekaligus mengusahakan pemerataan yang adil. Deklarasi tersebut juga menyatakan, pembangunan berkelanjutan mempunyai tiga pilar: ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau pun merupakan syarat penting dalam pembangunan berkelanjutan, lingkungan hidup tida menganut aliran ekologi dalam (deep ecology), yang menempatkan lingkungan hidup dan komponennya mempunyai hak eksistensi terlepas dari kepentingan manusia. Sementara lingkungan hidup adalah sumber daya yang dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pembangunan berkelanjutan bertumpu pada tiga pilar, maka pembangunan yang dilakukan harus bersifat holistik agar terjadi sinergi. Karena itu koordinasi menjadi hal yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berkembangnya demokrasi, kemungkinan terjadinya pembangunan yang lebih seimbang antara ketiga pilar tersebut diperbesar. Pembangunan pro-rakyat belum tentu bersifat pembangunan berkelanjutan jika tidak memperhatikan pilar lingkungan hidup dan sosial budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urgensi  Pembangunan Berkelanjutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 40 tahun Indonesia telah menempatkan pembangunan ekonomi sebagai indikator keberhasilan pembangunan. Namun laju pertumbuhan ekonomi itu harus ditebus dengan kerusakan sumber daya alam dan lingkungan yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumberdaya alam atau lingkungan hidup mempunyai peran penting dalam menunjang pembangunan nasional. Sumberdaya Alam masih merupakan modal utama pendorong pertumbuhan ekonomi. Masalahnya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, dilakukan eksploitasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang berlebihan tanpa menggunakan kaidah konservasi. Akibatnya harus dibayar mahal dengan terjadinya degradasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup pada beberapa sektor strategis, seperti kehutanan, pertanian, perikanan, dan pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu laju pertumbuhan angkatan kerja di Jawa Barat mencapai 1,7 persen, dan melampaui laju kesempatan kerja yang menunjukkan angka 1,3 persen per tahun. Akhirnya banyak kita jumpai masyarakat yang harus mengamen atau menjual sesuatu di pinggir jalan. Meski pun sesungguhnya keberadaan mereka menimbulkan resiko terkena dampak polusi udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sektor pendidikan, krisis ekonomi  mengakibatkan meningkatnya angka putus sekolah. Sedangkan berdasarkan penelitian yang dilakukan UN, 60 persen guru-guru SD di Indonesia tidak layak untuk mengajar. Ini berkaitan dengan kualitas pendidikan. Sementara itu, pelayanan masih belum merata, berkualitas dan terjangkau. Di sektor kesehatan pun, terancam terjadinya emerging dan re-emerging diseas. Virus HIV dan dampak pencemaran lingkungan mengancam kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sektor lingkungan sosial, hampir 25 persen wilayah Jawa Barat adalah pemukiman kumuh. Sedangkan berdasarkan data dari UN, masyarakat yang mempunyai luas lantai kurang dari 50 meter persegi per rumah tangga, hampir mencapai 44,2 persen. Jadi sebenarnya   banyak masyarakat Jabar yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya persoalan lingkungan, baik biofisik maupun sosial ekonomi, menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan tahun 1987 masih menjadi mimpi. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu. Salah satunya karena adanya eksploitasi besar-besaran demi pertumbuhan ekonomi yang mengakibatkan menurunnya sumberdaya alam. Padahal penurunan sumberdaya alam akan berkorelasi dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini pemerintah sering melakukan eco-simplification, menyederhanakan kompleksitas lingkungan. Ketika bicara hutan, yang terpikir adalah berapa meter kubik kayu yang bisa  dihasilkan, dan berapa devisa yang dihasilkan. Sementara fungsi-fungsi hutan untuk kepentingan lingkungan terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan berkelanjutan hanya slogan kosong. Jangankan di level bawah, di level pengambilan keputusan pun sebenarnya tidak memahaminya. Itu terlihat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah tingkat Nasional yang menempatkan pembangunan berkelanjutan di bagian tujuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahamannya, pembangunan berkelanjutan itu hanya tugas kementerian lingkungan hidup. Hal sama terjadi juga dalam RKPD Jabar. Pembangunan berkelanjutan hanya disimpan pada misi ke-empat. Ini menunjukkan bahwa mindset pemerintah tentang pembangunan berkelanjutan harus diubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menyebabkan semua itu adalah tidak adanya pemerintahan yang accountable,  representatif, dan demokratis, serta lemahnya penegakan hukum dan  good governance. Bahkan tidak ada satu partai politik pun yang tertarik dengan issue pembangunan berkelanjutan. Memburuknya kualitas lingkungan dan sumberdaya alam adalah akibat dari kekurangpahaman legislatif tentang pembangunan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, masih terdapat keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, dalam mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan.  Di sinilah pendidikan mempunyai peran. Pendidikan harus bisa meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, sehingga bisa memahami pembangunan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyusun program pembangunan, pemerintah seringkali tidak mendengar kelompok-kelompok utama. Pemerintah, khususnya di daerah,  lebih sering mendengar suara-suara dari level yang lebih atas. Sementara kelompok utama seringkali tidak didengar, meskipun lebih berpengalaman dalam mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan. Sehingga ketika kelompok utama ini masuk, dianggap sebagai pengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyusunan RPJM misalnya. Penyusunan RPJM memang melibatkan pakar dan LSM. Namun ternyata konsepnya sudah dibuat. Ketika para peserta memberikan masukan, hal itu hanya bisa diakomodasi.  Kemudian keputusan pun diambil, dan seolah-olah sudah dilegitimasi karena sudah didiskusikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian tersebut, terlihat bahwa pembangunan berkelanjutan adalah masalah yang kompleks. Permasalahan ini berakar dari paradigma yang bersifat parsial-fragmentatif dan anthropocentris. Karena itu perlu pergeseran tekanan paradigma pembangunan dari cartesian worldview-partial/fragmentative  ke ecological worldview-holistic/integrative. Perubahan paradigma ini berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi, namun kerusakan sumberdaya alam bisa dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan pembangunan yang terintegrasi ini sangat jarang dilakukan. Apalagi di era otonomi. Contohnya dalam pemanfaatan Sungai Citarum. Tidak ada hubungan antara satu lembaga dengan yang lainnya. Kabupaten Bandung hanya berpikir bagaimana bisa menghasilkan PAD, soal dampak lingkungan tidak dipikirkan. Sementara Kota Bandung hanya bisa menyalahkan Kabupaten Bandung, tanpa memberikan insentif kepada Kabupaten Bandung. Padahal masyarakat Kabupaten Bandung kebanyakan miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya otonomi daerah, kerjasama antardaerah tidak ada. Apalagi wewenang gubernur untuk mengkoordinasi kegiatan ini juga dikurangi. Inilah yang kemudian mengakibatkan permasalahan menjadi bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu semua pihak harus proaktif dalam menjabarkan berbagai konsep pembangunan berkelanjutan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan menggunakan  teknologi tepat guna, ramah lingkungan, sesuai kebutuhan pemangku kepentingan dan berbasis sosial budaya masyarakat. Hal yang terpenting adalah bagaimana memberi contoh dan terlibat langsung di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan paradigma dari cartesian worldview ke ecological worldview tidak berarti bahwa pertumbuhan ekonomi akan terganggu secara signifikan. Implementasi konsep efisiensi yang merupakan perpaduan yang efektif antara ekonomi, sosial dan ekologi, maka dalam penggunaan sumberdaya sangat diperlukan. Ini berarti prinsipnya adalah mengurangi jumlah bahan yang terbuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hal ini tidak mengubah konsep yang berkembang di masyarakat. Prinsip eco-efisiensi yang didengungkan negara maju sebenarnya bukan hal yang baru bagi masyarkat. Lihat saja sistem daur ulang yang terjadi di pekarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Sunda terbiasa buang air di atas pacilingan. Sampah dari pencernaan dibuang ke kolam untuk makanan ikan. Begitu juga dengan sisa-sisa makanan dibuang ke kolam untuk makanan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah-sampah itu dimakan ikan, dan kelak  ikan itu dikonsumsi manusia. Sementara itu sampah-sampah yang tidak termakan akan mengendap di dasar kolam, dan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman. Dengan demikian, resources yang digunakan sangat efisien. Namun menurut para pejabat ini tidak hygiene dan berbahaya, karena itu dibuat proyek jambanisasi. Akhirnya karena proyek ini tidak sesuai dengan nilai sosial-budaya masyarakat, disiramnya hanya kalau pejabat datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin orang yang miskin, kurang perawatan, harus membeli pelet ikan. Untuk makan saja susah, apalagi membeli pelet ikat. Mestinya sistem yang berakar dari nilai sosial-masyarakat seperti ini terus dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun masyarakat modern terlalu arogan, dan tidak mau belajar dari ilmu kampung. Dianggapnya kalau sudah belajar ilmu kampus, lebih hebat dari mereka yang belajar dari ilmu kampung. Padahal sebenarnya ilmu kampus juga harus dipelajari. Kombinasi ilmu kampus dan ilmu kampung akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk tercapainya pergeseran paradigma diperlukan realisasi dari good governance. Terselenggaranya good governance diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, transparansi, berkeadilan, efisiensi, efektifitas, dan demokratisasi dalam pengelolaan lingkungan hidup dan proses pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya Indikator Keberhasilan dalam Pembangunan Berkelanjutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan utama pembangunan berkelanjutan di Indonesia ialah tidak adanya tolok ukur. Pengalaman menunjukkan bahwa hanya yang terukurlah yang dapat diimplementasikan dalam pembangunan dan yang tidak terukur diabaikan. Karena itu pembangunan berkelanjutan sejak Orde Baru hingga sekarang hanya retorika belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar pembangunan berkelanjutan dapat terlaksana harus ada tolok ukurnya. Dengan tolok ukur itu, perkembangan pembangunan berkelanjutan dapat dipantau dan dievaluasi secara periodik. Tolok ukur tersebut harus mencerminkan isu penting sehingga dapat merespon isu-isu penting dan aspirasinya tersebut. Tolak ukur itu melipui pro-environment, pro-poor, pro-women dan pro-livelihood opportunities (job-led).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau nanti pejabat, misalnya pejabat Walikota Bandung, ternyata tidak bisa memenuhi tolok ukur tadi, maka tidak perlu dipilih lagi. Kalau misalnya pro-lingkungan, lihat berapa kali banjir yang terjadi, bagaimana pula dengan tingkat pencemaran lingkungan. Kalau polusi makin turun, maka berarti pejabat itu bagus. Begitu juga jika semakin banyak masyarakat miskin yang terentaskan, semakin banyak lapangan kerja, dan semakin banyak kesempataan yang diperoleh perempuan untuk kesetaraan gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu ada indeksnya. Misalnya human development index (HDI) yang digunakan sebagai tolak ukur pro-poor.  HDI Jabar masih berkisar 67,9. Angka itu masih di bawah  Yogyakarta. Sedangkan HDI Indonesia hanya setingkat dari Vietnam, dan tertinggal dari Malaysia dan Singapura meski memperoleh kemerdekaan lebih dahulu. Indonesia berada pada ranking 112, sedangkan Vietnam 113.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Disarikan dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop Penjajakan dan Pengembangan Kurikulum ESD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentra Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (SPPM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 18 – 20 Januari 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;diambil dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="www.fppm.org"&gt;www.fppm.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;"&gt;Masa Depan Bermula Hari Ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;"&gt;Pendidikan Pembangunan Berkelanjutan dalam Kegiatan-kegiatan Pembangunan Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ilya Moeliono&lt;/span&gt; (Studio Driya Media - SDM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan berkelanjutan muncul sebagai akibat dari munculnya masalah-masalah lingkungan dan pembangunan. Kedua hal ini sering dipertentangkan. Padahal dalam konsep pembangunan berkelanjutan kita justru ingin mengetahui interaksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini paradigma ekonomi itu sama dengan pertumbuhan. Pembangunan itu ekonomi, sedangkan yang lain sekunder, karena pertumbuhan yang utama. Karenanya pembangunan itu selalu mengacuk kepada angka GNP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pun ekonomi dan lingkungan itu harus menjadi satu. Itu dikarenakan kuncinya adalah sumberdaya alam. Kata sumberdaya alam itu sebenarnya istilah ekonomi. Barang-barang yang ada di alam itu diberi nilai ekonomi, sehingga diberi nama sumberdaya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana tentang pembangunan berkelanjutan itu muncul ketika sadar bahwa lingkungan itu pembatas   akhir dari pembangunan. Pembangunan tidak bisa dilakukan dengan melampaui lingkungan. Lingkungan itu dapat membersihkan dan memperbaharui diri, namun perlu waktu. Itulah sebabnya dikenal ada sumberdaya alam yang bisa diperbarukan. Namun semua itu perlu waktu. Minyak bumi saja bisa diperbaharukan, tapi harus menunggu bermilyar tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya batas sudah terlampaui dan waktu tidak diberikan. Eksploitasi itu selalu melampui kemampuan alam untuk membersihkan dirinya dan kemampuan sumberdaya alam untuk tumbuh kembali. Sekarang Indonesia sedang mengalami krisis kayu. Negara yang mempunyai pulau terbanyak di dunia yang isinya hutan semua, dalam waktu 30 tahun itu habis. Artinya batas-batas  keberlanjutan kayu itu sudah jelas terlampaui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Bandung susah air, padahal berada di tengah cekungan dan sekitarnya banyak gunung-gunung. Bandung kekurangan air karena batas sumberdaya alamnya sudah terlampaui. Degradasi lingkungan itu terjadi karena pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ekonomi itu tidak terlalu peduli dengan lingkungan, namun peduli dengan sumberdaya alam. Namun ketika lingkungan terdegradasi, maka sumberdaya alam terancam. Jadi ketika orang ekonomi mengatakan ”para pendekar” lingkungan menghambat pembangunan, sebetulnya ini hanya wawasan waktu saja. Pada akhirnya, lingkungan itu adalah pembatas pembangunan. Kalau pun pendekar lingkungan itu diabaikan, maka pada akhirnya alam yang akan membuat masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi konsep pembangunan berkelanjutan adalah konsep yang berusaha mendamaikan pandangan pembangunan dan pandangan lingkungan. Jadi bagaimana melakukan pembangunan dan kesejahteraan dalam batas-batas lingkungan yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman terhadap Keberkelanjutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman terhadap keberlanjutan itu terjadi kalau batas lingkungan dilampaui. Begitu juga ketika pembangunan diidentikkan dengan ekonomi dan pertumbuhan tanpa batas. Ancaman juga terjadi ketika eksploitasi dilakukan melampaui daya dukung dan berdasarkan kebijakan sumber daya bebas (open access resources)  yang memungkinkan terjadinya persaingan yang tak terkendali dan adanya ‘penumpang gelap’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Kalimantan habis kayunya, karena kompetisi tidak terkendali. Semua orang yang mempunyai uang bisa masuk. Tidak ada pengendalian jumlah kayu yang bisa dieksploitasi karena kompetisi. Kompetisi itu bisa berjalan karena tidak ada aturan yang ditegakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak pengelolaan hutan (HPH) tidak dilihat sebagai mekanisme regulasi agar eksploitasi tidak melampaui daya dukung. HPH dianggap sebagai sumber devisa, semakin banyak HPH semakin banyak uang yang didapat. HPH itu dikenakan pajak dan harus membayar kepada negara. Namun de facto, hutan pun menjadi sumber daya bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sosial politik, keberkelanjutan terancam ketika agenda keberlanjutan itu kalah oleh agenda lain. Pihak yang berkepentingan terhadap keberlanjutan, yaitu masyarakat yang dekat dengan persoalannya, suaranya tidak terdengar di pusat-pusat pengambilan kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Cikapundung paling merasakan pencemaran. Mereka paling merasakan bahwa sungai itu tidak lagi hidup, namun suaranya tidak didengar. Hal yang sama juga dengan masyarakat Dayak yang hidup di hutan Kalimantan. Ini masalah sosial politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman juga muncul ketika terjadi kelemahan modal-sosial yaitu kemampuan bersepakat dan bekerjasama dalam skala yang luas, serta kemampuan penegakan aturan. Ketika pemerintah terpusat, maka tidak ada kerja sama. Pekerjaan dilakukan atas perintah pusat. Namun ketika terjadi otonomi, lebih tidak bisa kerja sama. Lingkungan yang semestinya dikelola sebagai ekosistem dipecah-pecah lagi menjadi sektor-sektor, dan tidak ada kerja sama. Jadi bagaimana mengelola ekosistem dan kawasan ketika tidak ada kerja sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan pun bisa menjadi bagian dari masalah keberkelanjutan. Hal itu terjadi ketika pendidikan itu mengikuti arus pemikiran bahwa ekonomi sebagai panglima. Misalnya ketika semua orang berorientasi ke pasar kerja, pendidikan pun diposisikan untuk mempersiapkan orang untuk pasar kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kasus di IPB. Dahulu di Kehutanan ada jurusan konservasi dan jurusan eksploitasi. Mahasiswa yang masuk jurusan konservasi itu hanya sedikit. Berbanding terbalik dengan jumlah mahasiswa yang mengambil jurusan eksploitasi. Jadi sebenarnya dunia pendidikan pun menyumbang kepada ketidakberlanjutan. Itu karena pendidikan yang dilakukan lepas dari konteks lingkungan dan keberlanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan Berkelanjutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan berkelanjutan bisa terjadi jika proses tersebut memenuhi kebutuhan manusia, generasi saat ini  dan generasi-generasi yang akan datang. Hal yang menarik di sini bukan generasi, tetapi generasi-generasi yang akan datang. Konsep ini mengajak untuk berpikir tentang keberlangsungan planet bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan itu pun harus menjamin kesehatan lingkungan dengan cara menjaga keberlangsungan fungsi-fungsi  ekosistem,  melestarikan komponen-komponen dalam ekosistem, dan menjaga interaksi antarkomponen dalam ekosistem. Selain itu, proses itu harus dilakukan dalam batas daya dukung lingkungan; tidak mengancam keberlanjutan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dan  menghemat sumberdaya alam yang tak dapat diperbaharui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kriteria penilaian keberlanjutan menyangkut lima aspek. Kelima aspek itu adalah lingkungan, ekonomi, sosial, budaya, dan politik.  Pertama, lingkungan. Penilaiannya berkenaan dengan unsur lingkungan dan berkait dengan kesehatan ekosistem. Misalnya keberadaan air, flora dan fauna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ekonomi. Unsur ini berkaitan dengan pertanyaan apakah pembangunan yang dilakukan dapat memberikan kesejahteraan pada tingkat yang layak terhadap masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sosial. Karena pembangunan berkelanjutan merupakan masalah lingkungan, ekonomi, dan sosial, ketidakadilan antarkelompok, akan melahirkan gugatan-gugatan. Sedangkan gugatan yang sering terjadi di lapangan adalah penjarahan hutan dan pengalihan aliran air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, budaya. Unsur budaya ini menyangkut identitas budaya, kebutuhan budaya, dan pengetahuan tradisional yang diwariskan secara akumulatif dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, politik. Masalah ini berkaitan dengan pengambilan keputusan yang demokrasi. Persoalan pembangunan, kesejahteraan, dan lingkungan harus sama-sama masuk ke dalam agenda politik dan menghasilkan  kebijakan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan berkelanjutan mensyaratkan adanya pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam. Pengelolaan itu dilandaskan pada pengakuan terhadap keterbatasan lingkungan sebagai dasar sumberdaya alam. Lingkungan itu pun harus dipahami dalam konteks ekosistem. Karenanya, eksploitasi harus dilakukan dalam batas daya-dukung alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan berkelanjutan pun harus dilakukan dengan landasan demokrasi.  Karena itu dalam setiap pengambilan keputusan harus mempertimbangkan kepentingan semua. Keputusan itu diambil melalui proses yang melibatkan semua dan berdasarkan informasi/pengetahuan yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan Sumberdaya Alam Berbasis Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan pembangunan berkelanjutan bisa dilakukan oleh komunitas. Hal itu bisa dilakukan dengan menggunakan pola pengelolaan sumberdaya alam berbasis masyarakat (PSABM). Untuk bisa melakukan itu, komunitas itu harus mempunyai kejelasan tentang sumberdaya alam yang sedang dikelola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap komunitas perlu kelembagaan yang jelas untuk mengelola sumber daya alam dan lingkungan. Hanya komunitas yang mempunyai mekanisme pengelolaan sengketa saja yang mampu mengelola lingkungan berkelanjutan di tengah ancaman keberlangsungan sumberdaya alam dan lingkungan. Hal itu dimungkinkan karena ada pengetahuan dan informasi yang memadai, serta adanya pendekatan ekosistem dan kebijakan yang mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumberdaya alam itu batasan harus jelas. Artinya komunitas itu mengelola sumberdaya alam yang mana. Batas-batas itu sekarang sering dipersengketakan. Misalnya batas kawasan lindung, kawasan taman nasional, dan masyarakat. Sengketa itu sering terjadi ketika batas-batas itu dilihat sebagai alat-alat kekuasaan, dan bukan sebagai alat kelola. Batas-batas itu menunjukkan adanya otoritas pemeritah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelembagaan memerlukan kepemimpinan yang kuat dan demokratis. Harus ada juga aturan tentang pengelolaan sumberdaya alam yang jelas. Aturan itu mencerminkan lingkungan dan eksklusifitas, tidak semua orang boleh mengeksploitasi sumber daya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelembagaaan pun akan memudahkan dalam pemilihan pengelolaan  sengketa. Pengelolaan itu bisa dilakukan dengan cara tradisional, formal, dan informal. Agar pengelolaan yang dilakukan bisa optimnal, maka  pengetahuan dan informasi menjadi penting. Baik itu pengetahuan dan informasi yang bersifat biofisik, spatial, adat budaya, dan kebijakan. Seringkali kebijakan pengambilan keputusan tentang pembangunan tidak didasarkan pada informasi lingkungan yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar pengelolaan itu bisa berkelanjutan maka proses itu harus menggunakan pendekatan ekosistem dengan menerapkan unit kelola skala bermakna. Ada empat manfaat yang diperoleh dengan pengelolaan semacam ini: manfaat ekonomi, lingkungan, multi-skala, dan kemampuan kelola. Hal terpenting, keberadaan kegiatan pengelolaan ini harus disertai dengan dikeluarkannya kebijakan-kebijakan yang mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan &amp; Pembangunan Berkelanjutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembangunan berkelanjutan, peranan pendidikan menjadi salah satu faktor penting. Keberadaannya bisa menjadi bagian dari masalah, bisa juga menjadi solusi. Pendidikan bisa menjadi masalah jika proses tersebut tidak mempertanyakan paradigma pertumbuhan, bahkan memperkuatnya. Ia juga akan menjadi masalah jika pengembangan sistem kurikulumnya mendorong usaha tanpa keberlanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pendidikan juga bisa menjadi solusi jika proses yang dilakukan dapat membangun kesadaran kritis tentang pembangunan dan lingkungan, serta mampu membantu warga belajar untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini ada paradoks. Semakin orang terdidik, semakin menjadi masalah. Orang terdidik itu tingkat konsumsinya cenderung lebih tinggi, lebih memboroskan sumberdaya dan lebih banyak menimbulkan polusi. Sampah yang ada di Kota Bandung ini mau dibuang ke mana? Sampah masyarakat desa sebenarnya tidak ditaruh di mana-mana juga tidak akan menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya bukan pendidikan, tapi pendidikan yang bagaimana. Pendidikan itu menyumbang ketidakberlangsungan yang hebat. Nilai yang harus ada dalam pendidikan berkelanjutan itu adalah nilai-nilai manfaat nyata lingkungan hidup. Lingkungan itu bukan sekadar menyediakan sumberdaya alam yang bisa diambil. Namun ia juga menyediakan manfaat-manfaat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai manfaat itu tidak cukup, tetapi ada juga nilai-nilai spiritual. Manusia mendapat mandat dari Tuhan untuk mengelola alam. Adalah tanggung jawab manusia untuk mengelola alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga nilai-nilai etika. Lingkungan adalah habitat bersama. Ketika seseorang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan, sebenarnya ia juga tidak bertanggung jawab terhadap sesama. Pendidikan juga harus memuat nilai-nilai estetika yang berkaitan dengan keindahan. Alam harus dijaga agar tetap indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan itu juga perlu menumbuhkan pemahaman tentang lingkungan. Yaitu pemahaman bahwa lingkungan adalah ekosistem, dan manusia adalah bagian dari ekosistem. Karena itu apapun yang dilakukan terhadap ekosistem pasti akan ada akibatnya. Pada akhirnya muncul kesadaran bahwa bumi merupakan satu sistem yang “tertutup”. Ketika sumberdaya alam habis, maka sumberdaya alam itu tidak akan bisa diperoleh dari planet lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan lain yang harus ada dalam pendidikan adalah pandangan dan kepercayaan terhadap masa depan. Seringkali ditemukan orang-orang yang tidak percaya kepada masa depan. Pejabat itu hanya berpikir lima tahun, dan tidak berpikir jangka panjang. Untuk melakukan itu harus ada kepercayaan bahwa siapa pun bisa merubah sesuatu. Selain itu, untuk masa depan,  investasi di masa sekarang patut dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan juga harus memberikan pemahaman tentang nilai-nilai tanggung-jawab dan  peran sosial-politik. Perlu dipahami bahwa bumi adalah habitat sesama manusia. Karena itu nilai keadilan, tanggung-jawab sosial, dan demokrasi harus dikembangkan. Dengan nilai-nilai itu maka akan muncul pemahaman kritis tentang lingkungan dan pembangunan. Di sisi lain, nilai-nilai itu akan menciptakan kemampuan nyata untuk berperan pada berbagai tataran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran Pembangunan Berkelanjutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga aspek dalam pembelajaran pembangunan berkelanjutan. Aspek pertama adalah pembelajaran individual. Pembelajaran individual ini menyangkut wawasan, nilai-nilai, dan kemampuan individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek kedua adalah pembelajaran sosial. Pembelajaran dilakukan dalam dan dari konteks sosial. Pembelajaran ini menyangkut pengembangan modal sosial (social capital) dan masyarakat belajar (learning society). Dengan demikian, pembelajaran akan menumbuhkan kemampuan kerjasama pada berbagai skala ekosistem, sehingga bisa melakukan adaptasi berlanjut pada skala ekosistem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran tentang pembangunan berkelanjutan juga menyangkut pembelajar aksi. Pembelajaran tersebut tidak terpisahkan  dari aksi dan dari aksi untuk aksi. Pembelajaran aksi ini dilakukan dengan metode belajar untuk bertindak dan belajar dari tindakan. Karena itu kegiatan-kegiatan pengelolaan lingkungan atau sumberdaya alam diposisikan sebagai ajang pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran itu bisa digunakan sebagai sarana untuk merefleksikan keberadaan diri dan lingkungan, baik lingkungan sosial, politik, ekonomi maupun biofisik. Dengan demikian pembelajaran tersebut berujung kepada munculnya sebuah penyadaran (concientizacao), dan mendorong individu bertindak untuk mengubah keadaan. Tindakan itu kemudian direfleksikan, dan dilakukan secara terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, pembelajaran aksi itu sama dengan kajitindak partisipatif (participatory action research) yang biasa dilakukan di pendidikan non-formal. Kajitindak partisipatif  ini merupakan pengalaman yang direfleksikan atau dievaluasi melalui pengkajian-pengkajian. Setelah melalui proses penyadaran, maka dilakukan perencanaan dan pengorganisasian untuk melakukan aksi atau tindakan lainnya. Siklus itu terjadi terus-menerus dan menjadi sebuah pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Disarikan dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workshop Penjajakan dan Pengembangan Kurikulum ESD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentra Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (SPPM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 18 – 20 Januari 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;diambil dari &lt;a href="www.ekonomirakyat.org"&gt;www.ekonomirakyat.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Jakarta, tgl. 4 Juli 2003 ---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153); font-family: trebuchet ms;font-size:130%;" &gt;EKONOMI PANCASILA UNTUK MENEBUS DOSA-DOSA EKONOMI INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(Catatan Seminar Bulanan PUSTEP UGM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar bulanan kali ini mengangkat topik yang sangat mendasar dengan berbagai pandangan dilontarkan. Prof. Mubyarto mengatakan bahwa Ekonomi Pancasila bukan merupakan suatu impian maupun wacana belaka, tetapi benar-benar merupakan kebutuhan yang mendesak untuk “menyelamatkan” perekonomian Bangsa Indonesia. Krisis ekonomi yang telah melanda bangsa ini selama lebih dari 5 tahun belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, karena para ekonom kita tidak mampu memberikan pemecahan-pemecahan konkrit. Mereka menggunakan teori-teori ekonomi liberal secara berlebihan yang tidak sesuai dengan kondisi dan karakteristik perekonomian bangsa sendiri. Padahal di negara-negara barat sendiri, ekonomi liberal semakin banyak digugat oleh tokoh-tokoh ekonomi dunia. Para ekonom “arus utama”  dan pemerintah secara “membabibuta” terus melakukan privatisasi berbagai BUMN, memanjakan para konglomerat dan eks konglomerat, dan investor asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ekonom seringkali melihat perekonomian Indonesia hanya dari sudut pandang makro dengan menggunakan perhitungan model matematia agar terlihat lebih canggih (sophisticated). Kekeliruan-kekeliruan tersebut terjadi karena mereka sebenarnya “tidak tahu” dan “tidak mau tahu” karakteristik khas kehidupan ekonomi Indonesia. Jelaslah mengapa “keterpurukan” Bangsa Indonesia terus berlanjut dan hanya berputar-putar dalam lingkaran yang sama. Drs. Dumairy, MA mengemukakan bahwa dampak terburuk dari masalah ekonomi yang berkepanjangan ini adalah rakyat kebanyakan yang harus menanggung akibat dari “dosa-dosa” ini dan mengakibatkan timbulnya rasa saling tidak percaya (distrust) antar elemen-elemen bangsa yang semakin meluas sehingga menghambat perbaikan kehidupan bangsa dalam berbagai segi serta menghambat kemajuan bangsa secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Mubyarto dan Prof. Sri-Edi Swasono menegaskan bahwa yang diperlukan saat ini adalah kehidupan ekonomi yang digerakkan oleh seluruh lapisan masyarakat, yang mencerminkan karakter Bangsa Indonesia, yaitu Ekonomi Pancasila yaitu ekonomi pasar yang mengacu pada ideologi Pancasila. Didalam sistem ekonomi Pancasila, manusia Indonesia merupakan homo socius, homo ethicus, sekaligus homo economicus. Jika dilihat dari sudut pandang mikro, perekonomian Indonesia memiliki  nilai moral dan etika luhur yang dapat membentengi manusia dari nafsu serakah (greedy). Namun yang banyak terjadi adalah bahwa moral dan etika tersebut telah pudar dalam kehidupan perekonomian Indonesia dimana pasar lebih mengagungkan kompetisi (winner vs loser) dan semangat keserakahan individualisme dan bukan ekonomi kekeluargaan yang kooperatif (win-win). Yang lebih menyedihkan lagi adalah yang kalah dalam pasar lebih banyak dan hanya sebagai penonton setia dari perilaku pemenang. Keprihatinan juga mencuat karena sistem kompetisi inilah yang selalu ditekankan dan diajarkan disekolah-sekolah dan perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Ekonomi Pancasila? Karena sistem ekonomi ini menjamin tatanan ekonomi yang dapat memperkecil kesenjangan (gap) yang sangat lebar di dalam masyarakat Indonesia. Contoh nyata dari penerapan Ekonomi Pancasila sebenarnya sudah lama ada dan masih bias ditemukan, yaitu kehidupan di pedesaan yang kooperatif berdasarkan asas kekeluargaan. Mengingat pentingnya kembali kepada karakteristik bangsa untuk memulihkan kembali perekonomian Indonesia dan menjawab pertanyaan dari seorang mahasiswa Fakultas Hukum UGM, Prof. Mubyarto menjelaskan bahwa Ekonomi Pancasila perlu dikaji secara induktif-empirik dan deduktif-logis sebagai satu kesatuan yang menyeluruh (holistik). Tujuannya adalah agar sistem Ekonomi Pancasila tidak hanya sebagai teori dan konsep dalam buku teks saja tetapi juga berapa penerapan yang relevan dengan realita kehidupan ekonomi Bangsa Indonesia.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Septi Yulianti Laela - Asisten Peneliti PUSTEP UGM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115215165883545606?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115215165883545606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115215165883545606' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115215165883545606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115215165883545606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/diambil-dari-www_05.html' title=''/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115215079569818698</id><published>2006-07-05T18:52:00.000-07:00</published><updated>2006-07-05T18:53:15.866-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 0);font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;diambil dari www.fppm.org :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Development       Alternative for Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;img src="file:///D:/Zach_s__FILE/BACKUP_FALSHDISK/080206/Image/buku%20development%20alternative.JPG" align="left" border="0" height="232" width="150" /&gt;Penulis:       &lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mubyarto &amp; Daniel W.       Bromley&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Diterbitkan       oleh&lt;/b&gt;: Gadjah Mada University Press&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Tahun       terbitan&lt;/b&gt;: 2002&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Ukuran&lt;/b&gt;:       13 cm x 20 cm&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Tebal:&lt;/b&gt;       52 halaman&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Krisis       ekonomi yang melanda Indonesia merupakan suatu fakta sosial yang tragis.       Dikatakan tragis karena semula sistem perekonomian nasional dianggap kokoh       dan telah mendorong pertumbuhan ekonomi secara meyakinkan selama beberapa       dekade, tetapi ternyata porak poranda dilanda badai krisis dalam waktu       singkat. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah mengapa sistem       perekonomian itu “hancur” dan apa yang mesti dilakukan untuk       memperbaikinya di masa mendatang? Persoalan ini merupakan tantangan besar       bagi ekonom dan juga segenap warga bangsa ini. Dalam konteks ini, buku       yang ditulis dua ekonom ini menawarkan solusi teoretik alternatif yang       patut disimak guna memperbaiki kondisi dan sistem perekonomian nasional di       masa mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;h2 style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Methodensreit&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;Dalam       buku ini, kedua penulis menyajikan kembali pertarungan metodologis atau &lt;i&gt;methodensreit&lt;/i&gt;       antara pendukung positivistik – neoklasik dengan ekonomi sejarah dan       ekonomi sosiologi, yang telah berusia lebih dari satu abad,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam bahasa yang ringan dan mudah dimengerti, kendati       disajikan dalam bahasa Inggris. Dalam konteks pertarungan metodologis       tersebut, kedua penulis menjabarkan posisi ideologis mereka – ekonomi       sejarah - secara tegas dan sembari mengangkat posisi ideologis kaum       ekonomi sejarah yang selama ini “terbenam” di bawah bayang-bayang       imperialistik mazhab positivistik.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-indent: 0pt; line-height: 100%; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;Dalam       keseluruhan penjelasannya, kedua penulis buku ini menerangkan bahwa       kehancuran ekonomi Indonesia bukan hanya merupakan masalah pada tataran       praktek saja melainkan berakar pada keyakinan metodologis dari para ekonom       Indonesia yang mengembangkan bangunan ekonomi nasional. Kedua penulis buku       ini menengarai bahwa ekonom Indonesia, terutama yang belajar di Amerika       Serikat, pada umumnya menerima dengan begitu saja paham neoklasik yang       bersifat positivistik dan menerapkan teori-teori deduktif yang mereka       pelajari dengan tanpa mempertimbangkan keabsahan logika positivistik dan       realisme sosio-kultural yang berlaku di Indonesia. Seolah-olah       “kebenaran” dari ilmu ekonomi ortodoks ini dapat diterapkan secara       universal tanpa ada batasan waktu dan ruang (tanda petik sesuai asli,       lihat Mubyarto dan Bromley, hal 20).&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-indent: 0pt; line-height: 100%; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;Berbeda       dengan para ekonom dari mazhab positivistik, kedua penulis mengajukan       argumen bahwa ilmu ekonomi bukanlah ilmu pengetahuan yang bebas nilai (&lt;i&gt;value       free&lt;/i&gt;) melainkan ilmu pengetahuan yang sarat dengan pertimbangan nilai       (&lt;i&gt;value laden&lt;/i&gt;) dan oleh karenanya kedua penulis ini mengatakan bahwa       seluruh pendekatan dalam ekonomi pun sesungguhnya berbasis pada ideologi (hal       15). Sebagai salah satu contoh kongkrit, kedua penulis mengemukakan konsep       untung rugi. Selama ini, keuntungan dipahami sebagai “kompensasi yang       pantas” setelah dikurangi biaya produksi (tanda petik sesuai asli –       pen). Dalam konteks ini, besar kecilnya nilai kompensasi yang pantas ini       sangat ditentukan oleh “pasar” (tanda petik sesuai aslinya – pen).       Namun, lanjut kedua penulis, jika dirunut secara seksama berkembangnya       “pasar” tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan etik masyarakat untuk       melakukan transaksi dan keberadaannya merupakan struktur legal dalam suatu       masyarakat. Dus, pasar, dan institusi ekonomi lainnya, pada dasarnya       merupakan konstruksi sosial dan oleh karenanya seluruh proses ekonomi yang       terjadi pun melekat didalam (&lt;i&gt;embedded&lt;/i&gt;) relasi sosial masyarakat       tersebut.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-indent: 0pt; line-height: 100%; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;Selanjutnya,       kedua penulis mengatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia pada masa       Orde Baru juga dipengaruhi oleh nilai-nilai, hanya saja sistem nilai yang       dianut bukan sistem nilai bangsa Indonesia melainkan sistem nilai bangsa       lain (khususnya AS) (lihat hal 21). Celakanya, sambung kedua penulis,       nilai-nilai asli yang berasal dari bumi Nusantara justru dianggap tidak       relevan oleh sebagian ekonom untuk menyusun kebijakan pembangunan       Indonesia karena inkonsisten dengan ilmu ekonomi Barat moderen.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt; word-spacing: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Alternatif       yang Mengakar&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Berpijak       pada pemikiran tersebut, kedua penulis menekankan bahwa sistem ekonomi       Indonesia mesti diganti dan disesuaikan dengan moral dan etika bangsa       Indonesia, yakni ekonomi Pancasila. Sebagai ideologi bangsa, Pancasila       memiliki fondasi etik (Ketuhanan dan Kemanusiaan) dan dilengkapi dengan       nilai-nilai ideal (nasionalisme dan demokrasi)&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;sebagai dasar untuk mewujudkan suatu masyarakat yang berkeadilan       sosial (lihat hal 33-34). Keadilan sosial, seperti termaktub dalam       Pancasila, inilah yang seharusnya menjadi kepedulian utama para ekonom       karena ilmu ekonomi itu sesungguhnya memiliki kekuatan yang besar untuk       merubah kehidupan rakyat miskin (dikutip kedua penulis dari Stiglizt,       lihat hal 34). &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Apa       yang harus dipenuhi agar ekonomi Pancasila dapat diterapkan? Dalam konteks       ini, kedua penulis mengungkapkan bahwa penerapan sistem ekonomi Pancasila       sangat bergantung pada beberapa aspek kunci antara lain adalah partisipasi       dan demokrasi ekonomi, pembangunan daerah, ekonomi nasionalis, bertumpu       pada pembangunan yang multi-disipliner,&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;dan sistem pengajaran ilmu ekonomi mesti mengangkat dan       mengintegrasikan masing-masing sila dari Pancasila menjadi satu model       pembangunan ekonomi dalam rangka mewujudkan keadilan sosial yang       dicita-citakan. &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Penegasan       tentang arti penting perubahan kurikula pengajaran ilmu ekonomi yang       disampaikan kedua penulis sangat mendasar, karena dapat merubah perspektif       setiap warga bangsa. Tanpa perubahan kurikula ini, perbaikan menuju       masyarakat yang berkeadilan sosial menjadi sulit. Pengalaman lapangan dari       berbagai ornop selama ini membuktikan bahwa untuk menegakkan demokrasi       ekonomi di tingkat pedesaan baik itu melalui pendekatan UB, &lt;i&gt;revolving       fund&lt;/i&gt;, simpan pinjam, dan pendekatan-pendekatan lainnya selalu mentok       di tingkat kelompok tanpa ada perubahan pada skala yang lebih luas. Dengan       demikian demokrasi ekonomi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat       Indonesia seolah hanya menjadi retorika belaka.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Perubahan       kurikula pengajaran ilmu ekonomi yang lebih menekankan pada aspek       sosio-kultural masyarakat diharapkan dapat mengikis daya cengkeram dari       kekuatan pembangunan ekonomi positivistik yang sering kali jauh dari       kenyataan lapangan. Kendati demikian, buku ini belum mengupas secara       tuntas bagaimana menjadikan gagasan ekonomi Pancasila lebih operasional       pada tataran metodologis dan praktis. Ini pekerjaan rumah yang masih harus       diselesaikan! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="margin: 0pt; line-height: 100%; text-indent: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;       &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;b&gt;[Godril] &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115215079569818698?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115215079569818698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115215079569818698' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115215079569818698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115215079569818698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/diambil-dari-www.html' title=''/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115211208412550777</id><published>2006-07-05T08:05:00.000-07:00</published><updated>2006-07-05T08:08:04.366-07:00</updated><title type='text'>trus optimis</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Belajar dari Gempa Kobe 1995&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;(sumber www.kompas.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;Yessy Arvelyna&lt;/strong&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Gempa terbesar di Jepang setelah gempa Tokyo 1923 adalah The Great Hanshin-Awaji Earthquake atau gempa Kobe tanggal 17 Januari 1995 dengan 7,2 skala Richter. Gempa Kobe disebabkan oleh pergerakan horizontal lempeng di bawah Kota Awajishima, kota pelabuhan dekat Kobe. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Gempa ini telah menewaskan 4.571 orang, melukai 14.678 orang, dan menimbulkan 222.127 pengungsi. Gempa Kobe juga merusak dan meruntuhkan lebih dari 120.000 bangunan, 30 persen bangunan di Kota Kobe. Walaupun telah lama berlalu, banyak hal penting yang dapat kita pelajari dari gempa Kobe sebagai pengetahuan untuk merehabilitasi Kota Yogya dan sekitarnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;Tiga fase pemulihan&lt;/strong&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Menurut laporan Rehabilitasi Sosial Ekonomi Lima Tahun Pascagempa Kobe yang disusun oleh Pemerintah Kota Kobe (2005), ada tiga fase pemulihan Kota Kobe, yakni tahun pertama pascagempa, fase stabilisasi, dan pemulihan sosial ekonomi. Pada fase setelah gempa, menurut Peraturan Penanggulangan Bencana Jepang, pembangunan shelter pengungsian harus dimulai segera setelah gempa dan dibuka selama tujuh bulan hingga 20 Agustus. Seminggu setelah gempa, 599 shelter pengungsian yang dibangun dapat menampung 236.899 orang. Shelter pengungsian banyak dibangun di sekolah (188 unit) yang tidak terkena dampak gempa dapat menampung lebih dari setengah jumlah pengungsi. Pembangunan shelter di sekolah juga membantu pemulihan mental anak melalui program sekolah darurat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Bulan Januari merupakan musim dingin sehingga penanganan instalasi sanitasi dan pemandian umum juga mendapat perhatian khusus. Pada 23 Januari instalasi listrik dapat dipergunakan kembali. Di akhir Maret, fasilitas air minum dapat direhabilitasi. Pada saat itu, 1,13 juta sukarelawan dari berbagai bangsa dan umur (60 persen berumur 15 tahun-24 tahun) turut membantu evakuasi dan rehabilitasi kota Kobe. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Pembangunan rumah temporer dimulai tiga hari setelah gempa dan didanai pemerintah pusat dan pemerintah perfektur. Perumahan dibangun di Kota Kobe dan daerah sekitar. Pada 15 Februari, 1.013 rumah tipe dua kamar telah dibangun dengan standar nasional sebanyak 30 persen dari rumah yang rusak. Puncak penyelesaian pembangunan rumah sebanyak 31.000 unit dapat diselesaikan pada November 1995. Program emergensi tiga tahun menyediakan bantuan untuk merekonstruksi pembangunan 134.000 rumah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Selain itu, pemerintah membangun rumah permanen, 26.100 unit, dengan reduksi sewa bagi warga yang memiliki pendapatan rendah. Untuk merestorasi kota dan membantu korban, pada 1 April 1995 pemerintahan di Kobe menganggarkan 900 miliar yen yang meliputi subsidi untuk korban gempa, pinjaman pembangunan rumah, dan dana untuk memulai usaha kerja. Guna memulihkan mental penghuni, Kampanye Mengembalikan Semangat Kobe diadakan di komunitas-komunitas permukiman. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;Patut ditiru&lt;/strong&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Setahun setelah gempa, Kantor Pusat Bantuan Masyarakat Pascagempa dibangun untuk meng- oordinasi rehabilitasi sosial ekonomi korban gempa. Tahun ini penghuni rumah temporer beralih ke fasilitas yang lebih layak di rumah permanen sehingga pemakaian rumah temporer menurun dari 30.000 ke 15.000 rumah. Pemeriksaan kesehatan dan keamanan di rumah temporer dilakukan secara perorangan. Sukarelawan juga disediakan untuk mendukung penghuni manula. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Seluruh runtuhan dapat dibersihkan pada akhir Maret 1998. Pembangunan jalan, perbaikan stasiun, dan fasilitas umum diselesaikan pada tahun 1999. Ketika penulis berkesempatan mengunjungi Kota Kobe pada April 1999, seluruh fasilitas umum telah dapat digunakan dan tidak terlihat bahwa gempa besar telah terjadi di Kobe. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Kesigapan pemerintah pusat di Jepang dan daerah Kobe serta sukarelawan dalam menanggulangi bencana alam Kobe memang patut ditiru. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Yessy Arvelyna&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Postdoctoral Fellow di Tokyo University of Marine Science and Technology, Department. of Marine Information System Engineering &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115211208412550777?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115211208412550777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115211208412550777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115211208412550777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115211208412550777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/trus-optimis.html' title='trus optimis'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115202703850691934</id><published>2006-07-04T08:30:00.000-07:00</published><updated>2006-07-04T08:42:53.616-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="contentsubheader"&gt;   &lt;div class="contentheading"&gt;Bantul, Yogyakarta Indonesia Forecast Center&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="width: 99%;" align="center"&gt;     &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td class="textsmall" style="width: 80%; text-align: left;"&gt;Bantul, Indonesia is your current location. (&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=cookies" class="textsmall"&gt;What is this?&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt;         &lt;td rowspan="2" style="width: 20%; text-align: right;"&gt;           &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp" class="textsmall"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/misc_icons/m_help_icon.gif" alt="Help" class="toolicon" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td class="textsmall" style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/index-world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=0" class="textsmall"&gt;English&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/index-world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmall"&gt;Metric&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;!-- Quick Look Title--&gt;   &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;   &lt;/a&gt;&lt;div style="width: 99%; margin-top: 20px;" align="center"&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;    &lt;/a&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: left;" class="textmedbold" colspan="2"&gt;AccuWeather Quick Look™&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: left;" class="textsmallbold"&gt;Tuesday, July 04, 2006&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1" style="display: block;" class="textsmallboldred"&gt;15-Day Forecast&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;       &lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;  &lt;!-- 15-Day Forecast content area --&gt;   &lt;/a&gt;&lt;div style="width: 99%; margin-top: 5px;" align="center"&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;         &lt;/a&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td rowspan="2" class="bg_current" style="border-right: 2px solid rgb(255, 255, 255); vertical-align: top; width: 33%;"&gt;&lt;!-- Current conditions table --&gt;           &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2" class="textsmallwhite"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-current-conditions.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Currently&lt;/a&gt;  at 10:27 PM&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/35.gif" alt="Bantul, Indonesia Current Conditions" height="45" vspace="4" width="45" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;" align="center"&gt;&lt;span style="text-transform: capitalize;"&gt;partly cloudy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;Temperature: 23° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 23° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 7px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-current-conditions.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallwhite"&gt;Bantul&lt;br /&gt;                  Conditions&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td class="bg_night" style="border-right: 2px solid rgb(255, 255, 255); width: 34%;" valign="top"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Tonight&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/36.gif" alt="Bantul, Indonesia Weather" height="45" vspace="4" width="45" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;" align="center"&gt;Partly cloudy and humid&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;Low: 20° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 20° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td class="bg_day" style="width: 33%;" valign="top"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;fday=2&amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Tomorrow&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/04.gif" alt="Bantul, Indonesia Weather" vspace="4" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;" align="center"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;"&gt;Humid with clouds and sun&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;High: 29° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 29° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td colspan="2" style="border-top: 2px solid rgb(255, 255, 255); padding: 5px 0px 4px 8px; vertical-align: bottom; text-align: left; background-color: rgb(6, 94, 167);"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1" style="display: block;" class="textsmallwhite"&gt;Bantul 15-Day Forecast&lt;/a&gt; &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=1" class="textsmallwhite"&gt;Weather Details for Today&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;       &lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;  &lt;!-- HOURLY   --&gt;   &lt;/a&gt;&lt;a name="hourly" id="hourly"&gt;   &lt;/a&gt;&lt;div style="width: 99%; margin-top: 20px;" class="textsmall" align="center"&gt; &lt;a name="hourly" id="hourly"&gt;    &lt;/a&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td style="width: 50%;"&gt;&lt;div class="textmedbold" style="padding-bottom: 5px;" align="left"&gt;Hour-By-Hour™&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td style="padding: 3px; vertical-align: top; width: 50%; background-color: rgb(213, 219, 219);"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr class="textsmall" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;11pm&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;12am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;1am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;2am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;3am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Bantul, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Bantul, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Bantul, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/38.gif" alt="Bantul, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/38.gif" alt="Bantul, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr class="textsmallbold" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Mostly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Mostly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr class="textsmallbold" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;22° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;22° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;22° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;21° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;21° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="5"&gt;&lt;div style="padding: 10px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CBANTUL%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmall"&gt;Bantul Hourly Forecast&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://www.accumall.com/" class="textsmall"&gt;Set up your own weather station!&lt;/a&gt; &lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/misc_icons/m_shop_icon.gif" alt="Shop at the Store " style="border-style: none; vertical-align: top;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;a name="hourly" id="hourly"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a name="hourly" id="hourly"&gt;           &lt;!-- Satellite and Severe Weather Potential   --&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="satellite" id="satellite"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="satellite" id="satellite"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="contentsubheader"&gt;   &lt;div class="contentheading"&gt;Wates, Yogyakarta Indonesia Forecast Center&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="width: 99%;" align="center"&gt;     &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td class="textsmall" style="width: 80%; text-align: left;"&gt;Wates, Indonesia is your current location. (&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=cookies" class="textsmall"&gt;What is this?&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt;         &lt;td rowspan="2" style="width: 20%; text-align: right;"&gt;           &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp" class="textsmall"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/misc_icons/m_help_icon.gif" alt="Help" class="toolicon" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td class="textsmall" style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/index-world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=0" class="textsmall"&gt;English&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/index-world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmall"&gt;Metric&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;!-- Quick Look Title--&gt;   &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;   &lt;/a&gt;&lt;div style="width: 99%; margin-top: 20px;" align="center"&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;    &lt;/a&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: left;" class="textmedbold" colspan="2"&gt;AccuWeather Quick Look™&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: left;" class="textsmallbold"&gt;Tuesday, July 04, 2006&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1" style="display: block;" class="textsmallboldred"&gt;15-Day Forecast&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;       &lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;  &lt;!-- 15-Day Forecast content area --&gt;   &lt;/a&gt;&lt;div style="width: 99%; margin-top: 5px;" align="center"&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;         &lt;/a&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td rowspan="2" class="bg_current" style="border-right: 2px solid rgb(255, 255, 255); vertical-align: top; width: 33%;"&gt;&lt;!-- Current conditions table --&gt;           &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2" class="textsmallwhite"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-current-conditions.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Currently&lt;/a&gt;  at 10:35 PM&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/35.gif" alt="Wates, Indonesia Current Conditions" height="45" vspace="4" width="45" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;" align="center"&gt;&lt;span style="text-transform: capitalize;"&gt;partly cloudy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;Temperature: 23° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 23° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 7px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-current-conditions.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallwhite"&gt;Wates&lt;br /&gt;                  Conditions&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td class="bg_night" style="border-right: 2px solid rgb(255, 255, 255); width: 34%;" valign="top"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Tonight&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/36.gif" alt="Wates, Indonesia Weather" height="45" vspace="4" width="45" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;" align="center"&gt;Partly cloudy and humid&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;Low: 20° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 20° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td class="bg_day" style="width: 33%;" valign="top"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;fday=2&amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Tomorrow&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/04.gif" alt="Wates, Indonesia Weather" vspace="4" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;" align="center"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;"&gt;Humid with clouds and sun&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;High: 29° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 29° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td colspan="2" style="border-top: 2px solid rgb(255, 255, 255); padding: 5px 0px 4px 8px; vertical-align: bottom; text-align: left; background-color: rgb(6, 94, 167);"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1" style="display: block;" class="textsmallwhite"&gt;Wates 15-Day Forecast&lt;/a&gt; &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=1" class="textsmallwhite"&gt;Weather Details for Today&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;       &lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;  &lt;!-- HOURLY   --&gt;   &lt;/a&gt;&lt;a name="hourly" id="hourly"&gt;   &lt;/a&gt; &lt;a name="hourly" id="hourly"&gt;    &lt;/a&gt;       &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td style="width: 50%;"&gt;&lt;div class="textmedbold" style="padding-bottom: 5px;" align="left"&gt;Hour-By-Hour™&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td style="padding: 3px; vertical-align: top; width: 50%; background-color: rgb(213, 219, 219);"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr class="textsmall" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;11pm&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;12am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;1am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;2am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;3am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Wates, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Wates, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Wates, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/38.gif" alt="Wates, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/38.gif" alt="Wates, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr class="textsmallbold" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Mostly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Mostly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr class="textsmallbold" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;22° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;22° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;22° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;21° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;21° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="5"&gt;&lt;div style="padding: 10px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWATES%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmall"&gt;Wates Hourly Forecast&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://www.accumall.com/" class="textsmall"&gt;Set up your own weather station!&lt;/a&gt; &lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/misc_icons/m_shop_icon.gif" alt="Shop at the Store " style="border-style: none; vertical-align: top;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="contentsubheader"&gt;   &lt;div class="contentheading"&gt;Sleman, Yogyakarta Indonesia Forecast Center&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="width: 99%;" align="center"&gt;     &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td class="textsmall" style="width: 80%; text-align: left;"&gt;Sleman, Indonesia is your current location. (&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=cookies" class="textsmall"&gt;What is this?&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt;         &lt;td rowspan="2" style="width: 20%; text-align: right;"&gt;           &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp" class="textsmall"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/misc_icons/m_help_icon.gif" alt="Help" class="toolicon" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td class="textsmall" style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/index-world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=0" class="textsmall"&gt;English&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/index-world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmall"&gt;Metric&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;!-- Quick Look Title--&gt;   &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;   &lt;/a&gt;&lt;div style="width: 99%; margin-top: 20px;" align="center"&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;    &lt;/a&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: left;" class="textmedbold" colspan="2"&gt;AccuWeather Quick Look™&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: left;" class="textsmallbold"&gt;Tuesday, July 04, 2006&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1" style="display: block;" class="textsmallboldred"&gt;15-Day Forecast&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;       &lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;  &lt;!-- 15-Day Forecast content area --&gt;   &lt;/a&gt;&lt;div style="width: 99%; margin-top: 5px;" align="center"&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;         &lt;/a&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td rowspan="2" class="bg_current" style="border-right: 2px solid rgb(255, 255, 255); vertical-align: top; width: 33%;"&gt;&lt;!-- Current conditions table --&gt;           &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2" class="textsmallwhite"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-current-conditions.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Currently&lt;/a&gt;  at 10:36 PM&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/35.gif" alt="Sleman, Indonesia Current Conditions" height="45" vspace="4" width="45" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;" align="center"&gt;&lt;span style="text-transform: capitalize;"&gt;partly cloudy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;Temperature: 23° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 23° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 7px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-current-conditions.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallwhite"&gt;Sleman&lt;br /&gt;                  Conditions&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td class="bg_night" style="border-right: 2px solid rgb(255, 255, 255); width: 34%;" valign="top"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Tonight&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/36.gif" alt="Sleman, Indonesia Weather" height="45" vspace="4" width="45" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;" align="center"&gt;Partly cloudy and humid&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;Low: 20° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 20° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td class="bg_day" style="width: 33%;" valign="top"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;fday=2&amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Tomorrow&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/04.gif" alt="Sleman, Indonesia Weather" vspace="4" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;" align="center"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;"&gt;Humid with clouds and sun&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;High: 29° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 29° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td colspan="2" style="border-top: 2px solid rgb(255, 255, 255); padding: 5px 0px 4px 8px; vertical-align: bottom; text-align: left; background-color: rgb(6, 94, 167);"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1" style="display: block;" class="textsmallwhite"&gt;Sleman 15-Day Forecast&lt;/a&gt; &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=1" class="textsmallwhite"&gt;Weather Details for Today&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;       &lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;  &lt;!-- HOURLY   --&gt;   &lt;/a&gt;&lt;a name="hourly" id="hourly"&gt;   &lt;/a&gt; &lt;a name="hourly" id="hourly"&gt;    &lt;/a&gt;       &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td style="width: 50%;"&gt;&lt;div class="textmedbold" style="padding-bottom: 5px;" align="left"&gt;Hour-By-Hour™&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td style="padding: 3px; vertical-align: top; width: 50%; background-color: rgb(213, 219, 219);"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr class="textsmall" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;11pm&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;12am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;1am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;2am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;3am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Sleman, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Sleman, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Sleman, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/38.gif" alt="Sleman, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/38.gif" alt="Sleman, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr class="textsmallbold" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Mostly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Mostly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr class="textsmallbold" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;22° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;22° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;22° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;21° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;21° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="5"&gt;&lt;div style="padding: 10px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CSLEMAN%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmall"&gt;Sleman Hourly Forecast&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://www.accumall.com/" class="textsmall"&gt;Set up your own weather station!&lt;/a&gt; &lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/misc_icons/m_shop_icon.gif" alt="Shop at the Store " style="border-style: none; vertical-align: top;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="contentsubheader"&gt;   &lt;div class="contentheading"&gt;Wonosari, Yogyakarta Indonesia Forecast Center&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="width: 99%;" align="center"&gt;     &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td class="textsmall" style="width: 80%; text-align: left;"&gt;Wonosari, Indonesia is your current location. (&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=cookies" class="textsmall"&gt;What is this?&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt;         &lt;td rowspan="2" style="width: 20%; text-align: right;"&gt;           &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp" class="textsmall"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/misc_icons/m_help_icon.gif" alt="Help" class="toolicon" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td class="textsmall" style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/index-world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=0" class="textsmall"&gt;English&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/index-world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmall"&gt;Metric&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;!-- Quick Look Title--&gt;   &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;   &lt;/a&gt;&lt;div style="width: 99%; margin-top: 20px;" align="center"&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;    &lt;/a&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: left;" class="textmedbold" colspan="2"&gt;AccuWeather Quick Look™&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: left;" class="textsmallbold"&gt;Tuesday, July 04, 2006&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1" style="display: block;" class="textsmallboldred"&gt;15-Day Forecast&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;       &lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;  &lt;!-- 15-Day Forecast content area --&gt;   &lt;/a&gt;&lt;div style="width: 99%; margin-top: 5px;" align="center"&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;         &lt;/a&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td rowspan="2" class="bg_current" style="border-right: 2px solid rgb(255, 255, 255); vertical-align: top; width: 33%;"&gt;&lt;!-- Current conditions table --&gt;           &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2" class="textsmallwhite"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-current-conditions.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Currently&lt;/a&gt;  at 10:38 PM&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/35.gif" alt="Wonosari, Indonesia Current Conditions" height="45" vspace="4" width="45" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;" align="center"&gt;&lt;span style="text-transform: capitalize;"&gt;partly cloudy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;Temperature: 21° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 20° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 7px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-current-conditions.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallwhite"&gt;Wonosari&lt;br /&gt;                  Conditions&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td class="bg_night" style="border-right: 2px solid rgb(255, 255, 255); width: 34%;" valign="top"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Tonight&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/36.gif" alt="Wonosari, Indonesia Weather" height="45" vspace="4" width="45" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;" align="center"&gt;Breezy early; partly cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;Low: 19° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 18° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td class="bg_day" style="width: 33%;" valign="top"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;fday=2&amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Tomorrow&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/04.gif" alt="Wonosari, Indonesia Weather" vspace="4" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;" align="center"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;"&gt;Very windy in the afternoon&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;High: 28° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 26° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td colspan="2" style="border-top: 2px solid rgb(255, 255, 255); padding: 5px 0px 4px 8px; vertical-align: bottom; text-align: left; background-color: rgb(6, 94, 167);"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1" style="display: block;" class="textsmallwhite"&gt;Wonosari 15-Day Forecast&lt;/a&gt; &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=1" class="textsmallwhite"&gt;Weather Details for Today&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;       &lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;  &lt;!-- HOURLY   --&gt;   &lt;/a&gt;&lt;a name="hourly" id="hourly"&gt;   &lt;/a&gt; &lt;a name="hourly" id="hourly"&gt;    &lt;/a&gt;       &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td style="width: 50%;"&gt;&lt;div class="textmedbold" style="padding-bottom: 5px;" align="left"&gt;Hour-By-Hour™&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td style="padding: 3px; vertical-align: top; width: 50%; background-color: rgb(213, 219, 219);"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr class="textsmall" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;11pm&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;12am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;1am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;2am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;3am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Wonosari, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Wonosari, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Wonosari, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/38.gif" alt="Wonosari, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/38.gif" alt="Wonosari, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr class="textsmallbold" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Mostly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Mostly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr class="textsmallbold" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;21° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;21° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;21° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;20° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;20° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="5"&gt;&lt;div style="padding: 10px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CWONOSARI%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmall"&gt;Wonosari Hourly Forecast&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://www.accumall.com/" class="textsmall"&gt;Set up your own weather station!&lt;/a&gt; &lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/misc_icons/m_shop_icon.gif" alt="Shop at the Store " style="border-style: none; vertical-align: top;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="contentsubheader"&gt;   &lt;div class="contentheading"&gt;Yogyakarta, Yogyakarta Indonesia Forecast Center&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="width: 99%;" align="center"&gt;     &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td class="textsmall" style="width: 80%; text-align: left;"&gt;Yogyakarta, Indonesia is your current location. (&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=cookies" class="textsmall"&gt;What is this?&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt;         &lt;td rowspan="2" style="width: 20%; text-align: right;"&gt;           &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp" class="textsmall"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/misc_icons/m_help_icon.gif" alt="Help" class="toolicon" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td class="textsmall" style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/index-world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=0" class="textsmall"&gt;English&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/index-world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmall"&gt;Metric&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;!-- Quick Look Title--&gt;   &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;   &lt;/a&gt;&lt;div style="width: 99%; margin-top: 20px;" align="center"&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;    &lt;/a&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: left;" class="textmedbold" colspan="2"&gt;AccuWeather Quick Look™&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;div style="text-align: left;" class="textsmallbold"&gt;Tuesday, July 04, 2006&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1" style="display: block;" class="textsmallboldred"&gt;15-Day Forecast&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;       &lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;  &lt;!-- 15-Day Forecast content area --&gt;   &lt;/a&gt;&lt;div style="width: 99%; margin-top: 5px;" align="center"&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;         &lt;/a&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td rowspan="2" class="bg_current" style="border-right: 2px solid rgb(255, 255, 255); vertical-align: top; width: 33%;"&gt;&lt;!-- Current conditions table --&gt;           &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2" class="textsmallwhite"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-current-conditions.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Currently&lt;/a&gt;  at 10:37 PM&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/35.gif" alt="Yogyakarta, Indonesia Current Conditions" height="45" vspace="4" width="45" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;" align="center"&gt;&lt;span style="text-transform: capitalize;"&gt;partly cloudy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;Temperature: 23° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 23° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 7px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-current-conditions.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallwhite"&gt;Yogyakarta&lt;br /&gt;                  Conditions&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td class="bg_night" style="border-right: 2px solid rgb(255, 255, 255); width: 34%;" valign="top"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Tonight&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/36.gif" alt="Yogyakarta, Indonesia Weather" height="45" vspace="4" width="45" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;" align="center"&gt;Partly cloudy and humid&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;Low: 20° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 20° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td class="bg_day" style="width: 33%;" valign="top"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;fday=2&amp;metric=1" class="textsmallboldwhite"&gt;Tomorrow&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td style="width: 25%;"&gt;&lt;div style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/04.gif" alt="Yogyakarta, Indonesia Weather" vspace="4" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="width: 75%;" align="center"&gt;&lt;div class="textsmallwhite" style="padding: 4px 2px 4px 4px;"&gt;Humid with clouds and sun&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="2"&gt;&lt;div class="textsmallboldwhite" style="padding: 4px 0px 4px 8px;" align="left"&gt;High: 29° C&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=realfeel" class="textsmallboldwhite"&gt;RealFeel&lt;/a&gt;®: 29° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;           &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td colspan="2" style="border-top: 2px solid rgb(255, 255, 255); padding: 5px 0px 4px 8px; vertical-align: bottom; text-align: left; background-color: rgb(6, 94, 167);"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1" style="display: block;" class="textsmallwhite"&gt;Yogyakarta 15-Day Forecast&lt;/a&gt; &lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=1" class="textsmallwhite"&gt;Weather Details for Today&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;       &lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a name="quicklook" id="quicklook"&gt;  &lt;!-- HOURLY   --&gt;   &lt;/a&gt;&lt;a name="hourly" id="hourly"&gt;   &lt;/a&gt; &lt;a name="hourly" id="hourly"&gt;    &lt;/a&gt;       &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td style="width: 50%;"&gt;&lt;div class="textmedbold" style="padding-bottom: 5px;" align="left"&gt;Hour-By-Hour™&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;       &lt;tr&gt;         &lt;td style="padding: 3px; vertical-align: top; width: 50%; background-color: rgb(213, 219, 219);"&gt;&lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;             &lt;tbody&gt;&lt;tr class="textsmall" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;11pm&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;12am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;1am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;2am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmallboldblack"&gt;3am&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Yogyakarta, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Yogyakarta, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/35.gif" alt="Yogyakarta, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/38.gif" alt="Yogyakarta, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/38.gif" alt="Yogyakarta, Indonesia Weather" border="0" height="31" width="31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr class="textsmallbold" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Partly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Mostly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;Mostly Cloudy&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr class="textsmallbold" valign="top"&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;22° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;22° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;22° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td style="background-color: rgb(221, 225, 226);" width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;21° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;               &lt;td width="20%"&gt;&lt;div style="padding: 4px 1px;" align="center"&gt;21° C&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;             &lt;tr&gt;               &lt;td colspan="5"&gt;&lt;div style="padding: 10px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-hourly.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID005%7CYOGYAKARTA%7C&amp;amp;metric=1" class="textsmall"&gt;Yogyakarta Hourly Forecast&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;a href="http://www.accumall.com/" class="textsmall"&gt;Set up your own weather station!&lt;/a&gt; &lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/misc_icons/m_shop_icon.gif" alt="Shop at the Store " style="border-style: none; vertical-align: top;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115202703850691934?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115202703850691934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115202703850691934' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115202703850691934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115202703850691934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/bantul-yogyakarta-indonesia-forecast.html' title=''/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115202565968434238</id><published>2006-07-04T07:52:00.000-07:00</published><updated>2006-07-04T08:27:58.640-07:00</updated><title type='text'>Yogyakarta Indonesia Forecast Center and landsat TM</title><content type='html'>&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;table style="border-style: none; width: 96%; margin-top: 20px;" class="textsmall" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 5px; text-align: left; vertical-align: bottom;"&gt;                             &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                          &lt;td style="text-align: right; vertical-align: bottom; width: 60%;"&gt;                 &lt;form action="#" method="get" style="margin: 0px;"&gt;                 &lt;select name="newday_list" class="selectbox" onchange="MM_jumpMenu('parent',this,0)"&gt;                      &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=WMERC"&gt;Pick another location&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=WMERC"&gt;&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=WMERC"&gt;The World&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=AFGH"&gt;Afghanistan&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=AFRN"&gt;North Africa&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=AFRS"&gt;South Africa&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=ASIA"&gt;Asia&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=AUST"&gt;Australia&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=CANM"&gt;Canada&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=CSAM"&gt;Central South America&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=CAR"&gt;Caribbean&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=NSAM"&gt;North South America&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=SSAM"&gt;South South America&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=EURM"&gt;Europe&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=EUR3"&gt;Western Europe&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=INDIA"&gt;India&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=INDON"&gt;Indonesia&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=MIDE"&gt;Mideast&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=MEX"&gt;Mexico&lt;/option&gt; &lt;option value="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;type=ei&amp;amp;large=1&amp;anim=STILL&amp;amp;site=WMERC"&gt;&lt;/option&gt;                      &lt;!--&lt;option value="http://premium.accuweather.com" class="promotextsmallbold"&gt;Exclusive Feature:&lt;/option&gt;                     &lt;option value="http://premium.accuweather.com" class="promotextsmallbold"&gt;Get 22 types of radar&lt;/option&gt;                     &lt;option value="http://premium.accuweather.com" class="promotextsmallbold"&gt; &lt;/option&gt;--&gt;                 &lt;/select&gt;                 &lt;/form&gt;             &lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                           &lt;!-- Map --&gt;             &lt;img src="http://sirocco.accuweather.com/sat_mosaic_640x480_public/ir/iswmerc.jpg" alt="" style="border-style: none;" class="mapsat640" id="imgMap" onerror="imgLoadError('imgMap')" /&gt;&lt;!-- MapKey --&gt;                                               &lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/keys/400x40/sat_ei.gif" alt=" Key" style="margin-top: 5px;" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115202565968434238?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115202565968434238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115202565968434238' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115202565968434238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115202565968434238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/yogyakarta-indonesia-forecast-center.html' title='Yogyakarta Indonesia Forecast Center and landsat TM'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115202440607834372</id><published>2006-07-04T07:35:00.000-07:00</published><updated>2008-09-17T20:41:34.052-07:00</updated><title type='text'>Maaf.....</title><content type='html'>saya buka (kayak buka warung aja y!?) masuk blog-disini, awal seh nyoba, eh asyik jg. tapi bener neh menta maaf gw-sy. artikel-artikel gw &lt;span style="font-style: italic;"&gt;paste-&lt;/span&gt;in aja tapi kan nama penulis-nya aku tuliskan, karena emang kl itu hasil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;copy-paste&lt;/span&gt; ya bukan hasil karyaku or dari pikiranku. untuk prakiraan cuaca jg sama- . untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;upload &lt;/span&gt;foto jg sama, gw coba &lt;span style="font-style: italic;"&gt;upload &lt;/span&gt;apa yang ada di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hardisk&lt;/span&gt; komputer&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;eh berhasil juga, tapi gw gak bermaksud membajak atau melanggar hak cipta - ya tadi kan disebutin awalnya  coba-coba, n gimana ya tanpa persetujuan siapapun yang punya hak untuk menerbitkan tuh foto di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;intinya saya memohon maaf atas segala apa yang  saya  upload  disini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trims.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat bergabung..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115202440607834372?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115202440607834372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115202440607834372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115202440607834372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115202440607834372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/07/maaf.html' title='Maaf.....'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115160068115130254</id><published>2006-06-29T10:03:00.000-07:00</published><updated>2006-06-29T10:04:41.266-07:00</updated><title type='text'>Jatiwangi-majalengka, Indonesia(West Java) Forecast</title><content type='html'>&lt;div class="contentsubheader"&gt; &lt;h1 class="contentheading"&gt;Jatiwangi, Indonesia(West Java) Forecast&lt;/h1&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="contentarea" style="padding-bottom: 20px; text-align: center;" align="center"&gt; &lt;div style="width: 99%;" align="center"&gt; &lt;table class="textsmall" style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 80%; text-align: left;"&gt;Jatiwangi, Indonesia is your current  location. (&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=cookies"&gt;What  is this?&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 20%; text-align: right;" rowspan="2"&gt;&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-15day.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;metric=1&amp;print=1" target="_blank"&gt;&lt;img class="toolicon" alt="Print" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/misc_icons/m_print_icon.gif" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp"&gt;&lt;img class="toolicon" alt="Help" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/misc_icons/m_help_icon.gif" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="text-align: left;"&gt;&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-15day.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=0"&gt;English&lt;/a&gt;  | &lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-15day.asp?partner=accuweather&amp;amp;myadc=0&amp;traveler=0&amp;amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;fday=1&amp;amp;metric=1"&gt;Metric&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="width: 99%;" align="center"&gt; &lt;table class="textsmall" style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="textsmallbold" style="padding-top: 15px; text-align: left;"&gt;Forecast  Period: &lt;a class="textsmallbold" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=1"&gt;Days  1-5&lt;/a&gt; | &lt;a class="textsmallbold" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;amp;myadc=0&amp;traveler=0&amp;amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;fday=6&amp;amp;metric=1"&gt;Days  6-10&lt;/a&gt; | &lt;a class="textsmallbold" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-page3.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=11&amp;metric=1"&gt;Days  11-15&lt;/a&gt; | &lt;a class="textsmallbold" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-weekend.asp?partner=accuweather&amp;amp;myadc=0&amp;traveler=0&amp;amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;metric=1"&gt;Weekend(s)&lt;/a&gt;  | All 15 Days&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="width: 99%;" align="center"&gt; &lt;table class="textsmall" style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 15px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="textsmallbold" style="color: blue;" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=1"&gt;Thursday&lt;/a&gt;,  Jun 29&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/03.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="" style="width: 45%;"&gt;Partly sunny and humid&lt;/td&gt; &lt;td class="" style="width: 20%;"&gt;High: 33° C&lt;/td&gt; &lt;td class="" style="width: 25%;"&gt;Low: 22° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 20px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="textsmallbold" style="color: blue;" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=2&amp;metric=1"&gt;Friday&lt;/a&gt;,  Jun 30&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/03.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 45%;"&gt;Humid with some sun&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 20%;"&gt;High: 33° C&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 25%;"&gt;Low: 22° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 20px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="textsmallbold" style="color: blue;" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=3&amp;metric=1"&gt;Saturday&lt;/a&gt;,  Jul 1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/04.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 45%;"&gt;Humid with periods of sun&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 20%;"&gt;High: 32° C&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 25%;"&gt;Low: 22° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 20px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="textsmallbold" style="color: blue;" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=4&amp;metric=1"&gt;Sunday&lt;/a&gt;,  Jul 2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/04.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 45%;"&gt;Humid with clouds and sun&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 20%;"&gt;High: 32° C&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 25%;"&gt;Low: 21° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 20px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="textsmallbold" style="color: blue;" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=5&amp;metric=1"&gt;Monday&lt;/a&gt;,  Jul 3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/04.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 45%;"&gt;Humid with clouds and sun&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 20%;"&gt;High: 32° C&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 25%;"&gt;Low: 22° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 20px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="textsmallbold" style="color: blue;" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=6&amp;metric=1"&gt;Tuesday&lt;/a&gt;,  Jul 4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/04.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 45%;"&gt;Humid with clouds and sun&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 20%;"&gt;High: 32° C&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 25%;"&gt;Low: 21° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 20px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="textsmallbold" style="color: blue;" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=7&amp;metric=1"&gt;Wednesday&lt;/a&gt;,  Jul 5&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/04.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 45%;"&gt;Humid with some sun&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 20%;"&gt;High: 31° C&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 25%;"&gt;Low: 21° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 20px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="promotextsmallbold" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;Thursday&lt;/a&gt;, Jul  6&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/06.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 45%;"&gt;A thundershower possible&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 20%;"&gt;High: 31° C&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 25%;"&gt;Low: 22° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 20px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="promotextsmallbold" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;Friday&lt;/a&gt;, Jul  7&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/06.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 45%;"&gt;Mostly cloudy and very humid&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 20%;"&gt;High: 32° C&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 25%;"&gt;Low: 22° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 20px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="promotextsmallbold" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;Saturday&lt;/a&gt;, Jul  8&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/06.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 45%;"&gt;Mostly cloudy and very humid&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 20%;"&gt;High: 31° C&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 25%;"&gt;Low: 21° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 20px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="promotextsmallbold" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;Sunday&lt;/a&gt;, Jul  9&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/06.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 45%;"&gt;A couple of showers possible&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 20%;"&gt;High: 31° C&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 25%;"&gt;Low: 21° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 20px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="promotextsmallbold" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;Monday&lt;/a&gt;, Jul  10&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/06.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 45%;"&gt;Rather cloudy and humid&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 20%;"&gt;High: 32° C&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 25%;"&gt;Low: 22° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 20px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="promotextsmallbold" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;Tuesday&lt;/a&gt;, Jul  11&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/04.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 45%;"&gt;Humid with clouds and sun&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 20%;"&gt;High: 32° C&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 25%;"&gt;Low: 22° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 20px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="promotextsmallbold" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;Wednesday&lt;/a&gt;,  Jul 12&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/04.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 45%;"&gt;Humid with some sun&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 20%;"&gt;High: 32° C&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 25%;"&gt;Low: 22° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td colspan="4"&gt; &lt;div class="textsmallbold" style="padding: 20px 3px 3px 0px;"&gt;&lt;a class="promotextsmallbold" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;Thursday&lt;/a&gt;, Jul  13&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left"&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 10%;" align="center"&gt;&lt;img alt="Jatiwangi, Indonesia Weather" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/31x31/04.gif" height="31" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 45%;"&gt;Humid with clouds and sun&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 20%;"&gt;High: 32° C&lt;/td&gt; &lt;td class="fcast_day" style="width: 25%;"&gt;Low: 22°  C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="width: 99%;" align="center"&gt; &lt;table class="textsmall" style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="textsmallbold" style="padding-top: 15px; text-align: left;"&gt;Forecast  Period: &lt;a class="textsmallbold" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=1"&gt;Days  1-5&lt;/a&gt; | &lt;a class="textsmallbold" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast.asp?partner=accuweather&amp;amp;myadc=0&amp;traveler=0&amp;amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;fday=6&amp;amp;metric=1"&gt;Days  6-10&lt;/a&gt; | &lt;a class="textsmallbold" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-page3.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=11&amp;metric=1"&gt;Days  11-15&lt;/a&gt; | &lt;a class="textsmallbold" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-weekend.asp?partner=accuweather&amp;amp;myadc=0&amp;traveler=0&amp;amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;metric=1"&gt;Weekend(s)&lt;/a&gt;  | All 15 Days&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="width: 99%;"&gt; &lt;table style="margin-top: 20px; width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="textmedbold" style="padding-bottom: 5px; width: 50%; background-color: rgb(255, 255, 255); text-align: left;"&gt;15-Day  Calendar View&lt;/td&gt; &lt;td class="textmedbold" style="padding-bottom: 5px; width: 50%; background-color: rgb(255, 255, 255); text-align: left;"&gt;Did  You Know?&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="width: 99%; background-color: rgb(234, 235, 230);"&gt; &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-right: 4px solid rgb(255, 255, 255); width: 50%;" align="left" valign="top"&gt; &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="textsmallbold" style="width: 100%;" align="center"&gt; &lt;div style="padding: 5px 0px 8px 10px;" align="left"&gt;Weather Conditions&lt;/div&gt;&lt;img alt="Calendar Header" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/keys/misc/calendar_head.gif" border="0" height="5" width="190" /&gt;  &lt;table style="margin-top: 5px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="190"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr align="right" valign="top"&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="border-top: 1px solid rgb(117, 117, 115); background-color: rgb(242, 242, 242);"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="border-top: 1px solid rgb(117, 117, 115); background-color: rgb(242, 242, 242);"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="border-top: 1px solid rgb(117, 117, 115); background-color: rgb(242, 242, 242);"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="border-top: 1px solid rgb(117, 117, 115); background-color: rgb(242, 242, 242);"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="border-top: 1px solid rgb(117, 117, 115); background-color: rgb(242, 234, 116);"&gt;&lt;a class="calendarlink" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=1&amp;metric=1"&gt;29&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="border-top: 1px solid rgb(117, 117, 115); background-color: rgb(242, 234, 116);"&gt;&lt;a class="calendarlink" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=2&amp;metric=1"&gt;30&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="border-top: 1px solid rgb(117, 117, 115); border-right: 1px solid rgb(117, 117, 115); background-color: rgb(242, 234, 116);"&gt;&lt;a class="calendarlink" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=3&amp;metric=1"&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="right" valign="top"&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="background-color: rgb(242, 234, 116);"&gt;&lt;a class="calendarlink" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=4&amp;metric=1"&gt;2&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="background-color: rgb(242, 234, 116);"&gt;&lt;a class="calendarlink" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=5&amp;metric=1"&gt;3&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="background-color: rgb(242, 234, 116);"&gt;&lt;a class="calendarlink" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=6&amp;metric=1"&gt;4&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="background-color: rgb(242, 234, 116);"&gt;&lt;a class="calendarlink" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-detail.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;fday=7&amp;metric=1"&gt;5&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="background-color: rgb(197, 198, 195);"&gt;&lt;a class="promocalendarlink" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;6&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="background-color: rgb(197, 198, 195);"&gt;&lt;a class="promocalendarlink" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;7&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="border-right: 1px solid rgb(117, 117, 115); background-color: rgb(197, 198, 195);"&gt;&lt;a class="promocalendarlink" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;8&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="right" valign="top"&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="background-color: rgb(197, 198, 195);"&gt;&lt;a class="promocalendarlink" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;9&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="background-color: rgb(197, 198, 195);"&gt;&lt;a class="promocalendarlink" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;10&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="background-color: rgb(242, 234, 116);"&gt;&lt;a class="promocalendarlink" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;11&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="background-color: rgb(242, 234, 116);"&gt;&lt;a class="promocalendarlink" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;12&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="background-color: rgb(242, 234, 116);"&gt;&lt;a class="promocalendarlink" href="http://premium.accuweather.com/"&gt;13&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="background-color: rgb(242, 242, 242);"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td class="calendarcellday" style="border-right: 1px solid rgb(117, 117, 115); background-color: rgb(242, 242, 242);"&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;img alt="Daytime Sky Condition Key" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/keys/misc/calendar_key.gif" border="0" height="20" vspace="4" width="190" /&gt;  &lt;div style="padding: 5px 0px 5px 10px;" align="left"&gt;&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-calendar.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;metric=1"&gt;Full  Size Calendar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 50%; text-align: left;" valign="top"&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="padding: 8px;"&gt; &lt;div class="textsmall"&gt;AccuWeather has developed a new algorithm that calculates  what the temperature really feels like outside - named (appropriately enough)  the RealFeel Temperature®. Windchill and apparent temperature only tell part of  the story. The RealFeel factors conditions such as the amount of sun, elevation,  pressure, and more. Learn all about the RealFeel Temperature.  &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115160068115130254?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115160068115130254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115160068115130254' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115160068115130254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115160068115130254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/06/jatiwangi-majalengka-indonesiawest.html' title='Jatiwangi-majalengka, Indonesia(West Java) Forecast'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115160049507880255</id><published>2006-06-29T10:00:00.000-07:00</published><updated>2006-06-29T10:01:35.180-07:00</updated><title type='text'>Perkiraan Cuaca Jatiwangi-Majalengka</title><content type='html'>&lt;div class="contentsubheader"&gt; &lt;h1 class="contentheading"&gt;Jatiwangi, Indonesia(West Java) Current  Conditions&lt;/h1&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="contentarea" style="padding-bottom: 10px; text-align: center;"&gt; &lt;div style="width: 99%;" align="center"&gt; &lt;table class="textsmall" style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 80%; text-align: left;"&gt;Jatiwangi, Indonesia is your current  location. (&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=cookies"&gt;What  is this?&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 20%; text-align: right;" rowspan="2"&gt;&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp"&gt;&lt;img class="toolicon" alt="Help" src="/adc2004/common/images/icons/standard/misc_icons/m_help_icon.gif" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="textsmall" style="text-align: left;"&gt;&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-current-conditions.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;metric=0"&gt;English&lt;/a&gt;  | &lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-current-conditions.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;metric=1"&gt;Metric&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="textmedbold" style="margin-top: 20px; text-align: left;"&gt;Summary&lt;/div&gt; &lt;div class="textsmall" style="text-align: left;"&gt;(&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp"&gt;Currently&lt;/a&gt; at 11:56 PM)&lt;/div&gt; &lt;div class="hilitearea" style="margin-top: 5px; width: 99%;" align="center"&gt; &lt;table style="width: 100%;" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td align="center"&gt; &lt;table style="width: 100%;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 50%;" valign="top"&gt; &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="textxxlargebold" style="width: 20%;" align="center"&gt;26°&lt;/td&gt; &lt;td class="textsmall" style="padding: 3px 7px 5px; width: 1%;" align="center"&gt;&lt;img alt="ASI|ID|ID026|JATIWANGI| Current Conditions" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/05.gif" border="0" height="45" width="45" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="textsmall" style="width: 69%;" align="left"&gt;&lt;span class="textsmallbold" style="text-transform: capitalize;"&gt;haze &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;RealFeel®: 24° C&lt;br /&gt;Winds: S  at 3 kph&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="center"&gt; &lt;td style="padding-bottom: 5px; background-color: rgb(255, 255, 255);" colspan="3"&gt;&lt;!-- UV Index Start --&gt;&lt;a id="uv" name="uv"&gt; &lt;/a&gt;&lt;table style="width: 166px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="textsmall" style="padding: 5px 0px; background-color: rgb(255, 255, 255);" colspan="11"&gt;&lt;strong&gt;UV Index&lt;/strong&gt; (&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=features&amp;amp;page=uv"&gt;What  is this?&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 15px;" align="left"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/keys/uv/arrow.gif" height="6" width="6" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="11"&gt;&lt;img alt="UV Index Key" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/keys/uv/uvkey.gif" height="10" width="166" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr class="textsmall"&gt; &lt;td style="padding: 3px 0px 0px;" colspan="11" align="left"&gt;Currently: 0 (Low) &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;!-- UV Index end --&gt;&lt;a id="moon" name="moon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left" valign="bottom"&gt; &lt;td class="textxsmall" style="padding-top: 10px;" colspan="3"&gt; &lt;div class="textsmallbold"&gt;Moon Phase:&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;img alt="Waxing Crescent" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/moon/current7.gif" height="36" width="214" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Tonight: Waxing Crescent&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="vertical-align: top; width: 50%;" rowspan="2" align="center"&gt;  &lt;div class="textsmall"&gt; &lt;table style="width: 178px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="vertical-align: bottom; width: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="textxsmall" style="padding-bottom: 5px; width: 160px; text-align: center;"&gt;&lt;a class="textsmallboldblack" href="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;metric=1&amp;site=ASIA"&gt;Asia  Satellite&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="vertical-align: bottom; width: 18px;"&gt; &lt;div style="padding: 1px;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;metric=1&amp;site=ASIA"&gt;&lt;img alt="Enlarge" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/map_tools/t_large_version_icon.gif" border="0" height="18" width="18" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="padding: 1px;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;metric=1&amp;site=ASIA&amp;amp;anim=loop"&gt;&lt;img alt="Animate" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/animation_controls/a_play_icon.gif" border="0" height="18" width="18" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 160px;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID026%7CJATIWANGI%7C&amp;amp;metric=1&amp;site=ASIA"&gt;&lt;img style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 1px;" alt="ASIA Satellite" src="http://sirocco.accuweather.com/sat_mosaic_160x120_public/ir/isASIA.gif" height="120" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;a id="details" name="details"&gt; &lt;/a&gt;&lt;div class="textmedbold" style="margin-top: 20px; text-align: left;"&gt;&lt;a id="details" name="details"&gt;Detailed  Current Conditions&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="textsmall" style="text-align: left;"&gt;&lt;a id="details" name="details"&gt;(&lt;/a&gt;&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp"&gt;Currently&lt;/a&gt; at 11:56 PM)&lt;/div&gt; &lt;div class="textsmall" style="width: 99%;" align="center"&gt; &lt;table class="textsmall" style="margin-top: 3px; width: 100%; background-color: rgb(243, 243, 241);" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;table class="textsmall" style="width: 100%;" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Humidity&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;88%&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Cloud Cover&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;45%&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Visibility&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;8 km&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Max Temp.&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;31° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Dewpoint&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;23° C&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Min Temp.&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;20° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Ceiling&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;0.0 m&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Departure&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;6° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Apparent Temp &lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;28° C&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;High Past 6 hrs.&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;25° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Wind Chill&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;26° C&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Low Past 6 hrs.&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;24° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Wind Speed&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;3 kph&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Precip Past 3 hours&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;0.0 mm&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Wind Direction&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;S&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Precip Past 6 hours&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;0.0 mm&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Wind Gusts&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;21 kph&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Precip Past 24 hours&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;0.00 mm&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Pressure&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;101.20 KPA&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Snow on Ground &lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;N/A cm &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115160049507880255?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115160049507880255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115160049507880255' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115160049507880255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115160049507880255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/06/perkiraan-cuaca-jatiwangi-majalengka.html' title='Perkiraan Cuaca Jatiwangi-Majalengka'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115160014140339086</id><published>2006-06-29T09:54:00.000-07:00</published><updated>2006-06-29T09:55:42.400-07:00</updated><title type='text'>Forecast</title><content type='html'>&lt;div class="contentsubheader"&gt; &lt;h1 class="contentheading"&gt;Sorong, Indonesia(Papua) Current Conditions&lt;/h1&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="contentarea" style="padding-bottom: 10px; text-align: center;"&gt; &lt;div style="width: 99%;" align="center"&gt; &lt;table class="textsmall" style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 80%; text-align: left;"&gt;Sorong, Indonesia is your current  location. (&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=site&amp;amp;page=cookies"&gt;What  is this?&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 20%; text-align: right;" rowspan="2"&gt;&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp"&gt;&lt;img class="toolicon" alt="Help" src="/adc2004/common/images/icons/standard/misc_icons/m_help_icon.gif" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="textsmall" style="text-align: left;"&gt;&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-current-conditions.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID008%7CSORONG%7C&amp;amp;metric=0"&gt;English&lt;/a&gt;  | &lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/world-forecast-current-conditions.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID008%7CSORONG%7C&amp;amp;metric=1"&gt;Metric&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="textmedbold" style="margin-top: 20px; text-align: left;"&gt;Summary&lt;/div&gt; &lt;div class="textsmall" style="text-align: left;"&gt;(&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp"&gt;Currently&lt;/a&gt; at 11:45 PM)&lt;/div&gt; &lt;div class="hilitearea" style="margin-top: 5px; width: 99%;" align="center"&gt; &lt;table style="width: 100%;" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td align="center"&gt; &lt;table style="width: 100%;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 50%;" valign="top"&gt; &lt;table style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="textxxlargebold" style="width: 20%;" align="center"&gt;25°&lt;/td&gt; &lt;td class="textsmall" style="padding: 3px 7px 5px; width: 1%;" align="center"&gt;&lt;img alt="ASI|ID|ID008|SORONG| Current Conditions" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/wx/45x45/18.gif" border="0" height="45" width="45" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="textsmall" style="width: 69%;" align="left"&gt;&lt;span class="textsmallbold" style="text-transform: capitalize;"&gt;rain &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;RealFeel®: 30° C&lt;br /&gt;Winds: SE  at 3 kph&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="center"&gt; &lt;td style="padding-bottom: 5px; background-color: rgb(255, 255, 255);" colspan="3"&gt;&lt;!-- UV Index Start --&gt;&lt;a id="uv" name="uv"&gt; &lt;/a&gt;&lt;table style="width: 166px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="textsmall" style="padding: 5px 0px; background-color: rgb(255, 255, 255);" colspan="11"&gt;&lt;strong&gt;UV Index&lt;/strong&gt; (&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;help=features&amp;amp;page=uv"&gt;What  is this?&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 15px;" align="left"&gt;&lt;img src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/keys/uv/arrow.gif" height="6" width="6" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15px;" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="11"&gt;&lt;img alt="UV Index Key" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/keys/uv/uvkey.gif" height="10" width="166" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr class="textsmall"&gt; &lt;td style="padding: 3px 0px 0px;" colspan="11" align="left"&gt;Currently: 0 (Low) &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;!-- UV Index end --&gt;&lt;a id="moon" name="moon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="left" valign="bottom"&gt; &lt;td class="textxsmall" style="padding-top: 10px;" colspan="3"&gt; &lt;div class="textsmallbold"&gt;Moon Phase:&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;img alt="Waxing Crescent" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/moon/current7.gif" height="36" width="214" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Tonight: Waxing Crescent&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="vertical-align: top; width: 50%;" rowspan="2" align="center"&gt;  &lt;div class="textsmall"&gt; &lt;table style="width: 178px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="vertical-align: bottom; width: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="textxsmall" style="padding-bottom: 5px; width: 160px; text-align: center;"&gt;&lt;a class="textsmallboldblack" href="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID008%7CSORONG%7C&amp;amp;metric=1&amp;site=ASIA"&gt;Asia  Satellite&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="vertical-align: bottom; width: 18px;"&gt; &lt;div style="padding: 1px;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID008%7CSORONG%7C&amp;amp;metric=1&amp;site=ASIA"&gt;&lt;img alt="Enlarge" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/map_tools/t_large_version_icon.gif" border="0" height="18" width="18" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="padding: 1px;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID008%7CSORONG%7C&amp;amp;metric=1&amp;site=ASIA&amp;amp;anim=loop"&gt;&lt;img alt="Animate" src="http://vortex.accuweather.com/adc2004/common/images/icons/standard/animation_controls/a_play_icon.gif" border="0" height="18" width="18" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 160px;"&gt;&lt;a href="http://wwwa.accuweather.com/world-maps-satellite.asp?partner=accuweather&amp;myadc=0&amp;amp;traveler=0&amp;zipcode=ASI%7CID%7CID008%7CSORONG%7C&amp;amp;metric=1&amp;site=ASIA"&gt;&lt;img style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 1px;" alt="ASIA Satellite" src="http://sirocco.accuweather.com/sat_mosaic_160x120_public/ir/isASIA.gif" height="120" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;a id="details" name="details"&gt; &lt;/a&gt;&lt;div class="textmedbold" style="margin-top: 20px; text-align: left;"&gt;&lt;a id="details" name="details"&gt;Detailed  Current Conditions&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="textsmall" style="text-align: left;"&gt;&lt;a id="details" name="details"&gt;(&lt;/a&gt;&lt;a class="textsmall" href="http://wwwa.accuweather.com/help.asp"&gt;Currently&lt;/a&gt; at 11:45 PM)&lt;/div&gt; &lt;div class="textsmall" style="width: 99%;" align="center"&gt; &lt;table class="textsmall" style="margin-top: 3px; width: 100%; background-color: rgb(243, 243, 241);" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;table class="textsmall" style="width: 100%;" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Humidity&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;96%&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Cloud Cover&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;85%&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Visibility&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;6 km&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Max Temp.&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;29° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Dewpoint&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;24° C&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Min Temp.&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;23° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Ceiling&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;914.4 m&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Departure&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;1° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Apparent Temp &lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;28° C&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;High Past 6 hrs.&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;25° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Wind Chill&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;25° C&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Low Past 6 hrs.&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;25° C&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Wind Speed&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;3 kph&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Precip Past 3 hours&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;0.7 mm&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Wind Direction&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;SE&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Precip Past 6 hours&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;1.4 mm&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Wind Gusts&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;6 kph&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Precip Past 24 hours&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;2.60 mm&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Pressure&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;N/A&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 35%;" align="left"&gt;Snow on Ground &lt;/td&gt; &lt;td style="width: 15%;" align="left"&gt;N/A cm &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115160014140339086?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115160014140339086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115160014140339086' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115160014140339086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115160014140339086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/06/forecast.html' title='Forecast'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115159796606835945</id><published>2006-06-29T09:19:00.000-07:00</published><updated>2006-06-29T09:19:26.503-07:00</updated><title type='text'>Politik</title><content type='html'>Independensi Politik, Ekonomi, dan Ideologi dalam Pandangan Muthahhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 12 Urdibehest atau 2 Mei dikenang oleh bangsa Iran sebagai salah satu hari duka cita. 25 tahun yang lalu, Ayatullah Murtadha Muthahhari, seorang ulama dan pemikir besar abad 20, ditembak oleh sebuah kelompok teroris yang mengaku bernama Gerakan Furqan. Kepala Muthahhari terburai diterjang peluru dan iapun akhirnya menggapai syahadah yang merupakan cita-cita tertingginya. Pemimpin Revolusi Islam Iran, Imam Khomeini tak urung menangisi kematiannya karena menurut Imam, masih banyak yang tersimpan di otaknya itu yang belum disampaikan kepada ummat Islam.  Namun demikian, Muthahhari telah berhasil meninggalkan karya-karya bernilai tinggi yang ia sumbangkan bagi dunia Islam. Hingga kini, meskipun sudah berlalu seperempat abad dari kematiannya, pemikiran-pemikiran Muthahhari masih sangat aktual untuk dibahas dan digali lebih jauh dan memang itulah salah satu ciri dari seorang yang disebut sebagai pemikir besar, yaitu ide-idenya menerobos jauh ke depan. Melalui acara ini, kami akan menyajikan sebuah tinjauan mengenai salah satu gagasan Muthahhari tentang independensi politik, ekonomi, dan ideologi. Selamat mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Independensi, kebebasan, atau kemerdekaan adalah satu hal yang selalu menjadi tema pembahasan para pemikir besar dunia. Fenomena ini memang dengan mudah kita saksikan dalam sejarah dunia. Sejak sejarah dunia dimulai, independensi bangsa-demi bangsa direngut oleh bangsa lain atas nama perluasan wilayah. Imperium-imperium besar yang menjadi legenda peradaban dunia semisal Mesir, Roma, Persia, Cina, dll. silih berganti mencaplok wilayah-wilayah sekitarnya. Dari kawasan Nusantara, kita mengenal Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit sebagai dua imperium besar yang berhasil meluaskan wilayahnya hingga melebihi kawasan yang kini dikenal dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan-kawasan yang diduduki oleh imperium-imperium besar tersebut ada yang menerima kedatangan sang Imperium dengan senang hati. Akan tetapi, umumnya mereka menunjukkan penolakan. Sebagian besar kawasan-kawasan itu ditaklukkan bahkan berhasil dijatuhkan setelah melalui perlawanan bersenjata. Mengapa selalu terjadi perlawanan terhadap penaklukan bangsa lain itu? Hal ini disebabkan oleh adanya kehendak fitri yang terhunjam di dalam diri setiap orang dan setiap bangsa, yaitu keinginan untuk bebas merdeka, keinginan untuk menjadi independen dan tidak bergantung kepada pihak manapun. Mereka ingin menjalani kehidupan atas pilihannya sendiri tanpa harus bergantung kepada orang atau bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muthahari menyebut ada sejumlah jenis kebergantungan. Ada yang disebut kebergantungan politis, yaitu jenis ketergantungan kepada kekuasaan yang dipaksakan oleh pihak luar. Ada yang disebut kebergantungan ekonomi. Istilah ini berarti kebergantungan ekonomi sebuah bangsa terhadap bangsa lainnya. Kemudian, kita mengenal juga istilah kebergantungan ideologis yang berarti bergantungnya dasar pemikiran yang dianut oleh sebuh bangsa terhadap ideologi yang dipaksakan oleh pihak luar. Menurut Muthahhari, dari semua bentuk itu, kebergantungan ideologis lebih berbahaya dari yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena kebergantungan secara politis bisa kita saksikan jauh sebelum zaman pra sejarah hingga masa-masa setelah Perang Dunia Kedua berakhir. Para ilmuwan menyebut masa-masa ini sebagai era penjajahan fisik. Inilah yang dialami bangsa Indonesia ketika para penjajah Barat, mulai dari Portugis, Inggris, Perancis, dan akhirnya Belanda, datang dan menjajah kawasan ini. Masa tiga setengah tahun penjajahan Jepang juga bisa dikategorikan ke dalam masa dependensi politik tersebut. Pada saat itu, bangsa Indonesia dikuasai secara politis oleh pihak-pihak luar. Bangsa Indonesia jelas sebenarnya tidak ingin dikuasai oleh pihak yang memaksakan kekuasaannya itu. Akan tetapi, karena sejumlah alasan, selama berabad-abad, bangsa ini harus menelan secara pahit fenomena ini. Bangsa Indonesia tidak memiliki pilihan selain menerima kekuasaan pihak luar atas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Bangsa Indonesia, dan bangsa manapun di dunia, tidak bisa menerima penjajahan? Alasannya banyak dan berderet-deret. Akan tetapi, hal paling utama yang menjadi sebab penolakan itu adalah karena adanya masalah independensi yang terusik oleh fenomena penjajahan itu. Bangsa yang terjajah adalah bangsa yang tidak memiliki pilihan dalam hal menentukan siapa yang berhak menguasai mereka. Terkadang bagi sebagian bangsa, tidak menjadi soal apakah sistem pemerintahannya berbentuk kerajaan atau republik. Yang penting bagi mereka, penguasa adalah orang yang berasal dari kalangan sendiri. Dan yang lebih penting lagi, mereka memiliki ikhtiar dan pilihan untuk menjadikan orang itu sebagai penguasa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas masa itu, kita akan sangat kesulitan untuk menemukan adanya bangsa yang dijajah secara fisik. Perlahan namun pasti, satu-persatu bangsa-bangsa di dunia memperoleh kemerdekaannya. Kita hampir tidak lagi menemukan adanya sebuah kawasan yang diklaim sebagai koloni negara tertentu. Akan tetapi, masa kebergantungan belumlah selesai. Para pemilik kekuatan besar dunia tetap ingin agar mereka menjadi tempat bergantung bangsa-bangsa lain di dunia. Sejak inilah, kita menyaksikan proses kebergantungan ekonomi yang makin meluas di dunia. Sejumlah pemimpin besar dunia, termasuk Presiden Soekarno, menyebut fenomena ini sebagai neo-kolonialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena kebergantungan ekonomi yang menimpa bangsa-bangsa di dunia menunjukkan keragaman implementasi. Berkaitan dengan ini, Muthahari mengatakan (pidato zire seda …. 12’:47”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada bangsa yang tidak independen secara ekonomis, sampai-sampai kalau ekonomi negara yang dijadikan sebagai tempat bergantung oleh bangsa tersebut mengalami kehancuran, ekonomi bangsa itupun ikut hancur. Ada juga bangsa yang terpaksa harus mengkonsumsi produk ekonomi negara lain, padahal bangsa itu tidak begitu memerlukannya. Terkadang, kebergantungan sebuah bangsa secara ekonomis terjadi dalam bentuk yang sangat ironis dan ini dengan cukup mudah kita saksikan pada masa sekarang. Bangsa A, misalnya, memproduksi sebuah komoditas ekonomi. Pada saat yang sama, bangsa B juga memproduksi produk serupa. Tapi, karena bangsa A ini memiliki ketergantungan ekonomi terhadap bangsa B, maka bangsa A terpaksa mengurangi produksi atau bahkan tidak memproduksi sama sekali produk tersebut, demi terjualnya komoditas ekonomi yan diproduksi oleh bangsa B”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah tadi sejumlah implementasi kebergantungan ekonomi. Adapun menyangkut independensi ideologi, Muthahhari memaparkan sebagai berikut… (zire sedo: 29’:28”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Independensi ideologi berakar dari independensi budaya. Sedangkan independensi budaya terungkap lewat kepercayaan yang sangat tinggi dari sebuah bangsa atas pandangan hidup dan cara perilaku berbangsa yang dimilikinya. Sebuah bangsa yang independen secara budaya dan ideologis, akan meyakini bahwa pandangan hidup yang mereka miliki cukup untuk dijadikan landasan kehidupan berbangsa. Sebaliknya, mereka yang bergantung kepada pihak lain, akan dipaksa untuk menggunakan cara hidup bangsa lain sebagai landasan kehidupannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, Muthahhari mengatakan, “Masalah besar yang saat ini melanda bangsa-bangsa muslim dunia terkait dengan independensi ideologi adalah tidak adanya keyakinan bahwa Islam memiliki ideologi. Karena itu, hal pertama yang harus diprioritaskan oleh para cendekiawan muslim adalah membangkitkan kesadaran dan memberikan penerangan kepada umat Islam bahwa agama paling sempurna ini sesungguhnya memiliki dasar-dasar ideologi. Sayangnya, sejumlah kalangan yang mengaku sebagai ulama pun banyak yang masih terkecoh dengan propaganda pihak luar yang tiada henti berupaya memberikan kesan bahwa Islam hanyalah agama ibadah dalam pengertian yang sangat sempit”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muthahhari juga berkata, “Yang lebih parah lagi adalah jika para ulama tersebut secara sadar menjadi agen pihak luar yang hendak memaksakan ideologi kepada bangsa-bangsa muslim. Akhir-akhir ini kita sering menyaksikan adanya orang-orang yang mengaku sebagai ulama atau cendekiawan muslim, akan tetapi secara gencar menyeru ummat Islam agar mengikuti ideologi liberal atau sosialis yang jelas-jelas berasal dari pihak luar. Untuk itu, adalah menjadi kewajiban pihak-pihak yang menyadari kekeliruan ini untuk tampil ke depan dan melakukan upaya-upaya yang semestinya dalam rangka membetulkan kekeliruan tersebut”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115159796606835945?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115159796606835945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115159796606835945' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115159796606835945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115159796606835945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/06/politik.html' title='Politik'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115159789360309651</id><published>2006-06-29T09:17:00.000-07:00</published><updated>2006-06-29T09:18:13.700-07:00</updated><title type='text'>Prinsip-prinsip Good Governance</title><content type='html'>&lt;p class="konten"&gt;&lt;strong&gt;Prinsip-prinsip Good Governance&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kunci utama memahami good governance adalah pemahaman atas prinsip-prinsip di dalamnya. Bertolak dari prinsip-prinsip ini akan didapatkan tolak ukur kinerja suatu pemerintahan. Baik-buruknya pemerintahan bisa dinilai bila ia telah bersinggungan dengan semua unsur prinsip-prinsip good governance. Menyadari pentingnya masalah ini, prinsip-prinsip good governance diurai satu persatu sebagaimana tertera di bawah ini: &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;1. Partisipasi Masyarakat&lt;br /&gt;Semua warga masyarakat mempunyai suara dalam pengambilan keputusan, baik secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga perwakilan sah yang mewakili kepentingan mereka. Partisipasi menyeluruh tersebut dibangun berdasarkan kebebasan berkumpul dan mengungkapkan pendapat, serta kapasitas untuk berpartisipasi secara konstruktif. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;2. Tegaknya Supremasi Hukum&lt;br /&gt;Kerangka hukum harus adil dan diberlakukan tanpa pandang bulu, termasuk di dalamnya hukum-hukum yang menyangkut hak asasi manusia. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;3. Transparansi&lt;br /&gt;Tranparansi dibangun atas dasar arus informasi yang bebas. Seluruh proses pemerintahan, lembaga-lembaga dan informasi perlu dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan, dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat dimengerti dan dipantau. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;4. Peduli pada Stakeholder&lt;br /&gt;Lembaga-lembaga dan seluruh proses pemerintahan harus berusaha melayani semua pihak yang berkepentingan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;5. Berorientasi pada Konsensus&lt;br /&gt;Tata pemerintahan yang baik menjembatani kepentingan-kepentingan yang berbeda demi terbangunnya suatu konsensus menyeluruh dalam hal apa yang terbaik bagi kelompok-kelompok masyarakat, dan bila mungkin, konsensus dalam hal kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;6. Kesetaraan&lt;br /&gt;Semua warga masyarakat mempunyai kesempatan memperbaiki atau mempertahankan kesejahteraan mereka. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;7. Efektifitas dan Efisiensi&lt;br /&gt;Proses-proses pemerintahan dan lembaga-lembaga membuahkan hasil sesuai kebutuhan warga masyarakat dan dengan menggunakan sumber-sumber daya yang ada seoptimal mungkin. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;8. Akuntabilitas&lt;br /&gt;Para pengambil keputusan di pemerintah, sektor swasta dan organisasi-organisasi masyarakat bertanggung jawab baik kepada masyarakat maupun kepada lembaga-lembaga yang berkepentingan. Bentuk pertanggung jawaban tersebut berbeda satu dengan lainnya tergantung dari jenis organisasi yang bersangkutan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;9. Visi Strategis&lt;br /&gt;Para pemimpin dan masyarakat memiliki perspektif yang luas dan jauh ke depan atas tata pemerintahan yang baik dan pembangunan manusia, serta kepekaan akan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan perkembangan tersebut. Selain itu mereka juga harus memiliki pemahaman atas kompleksitas kesejarahan, budaya dan sosial yang menjadi dasar bagi perspektif tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115159789360309651?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115159789360309651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115159789360309651' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115159789360309651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115159789360309651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/06/prinsip-prinsip-good-governance.html' title='Prinsip-prinsip Good Governance'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115159768766410930</id><published>2006-06-29T09:07:00.000-07:00</published><updated>2006-06-29T09:16:35.973-07:00</updated><title type='text'>Other Government Statements</title><content type='html'>&lt;h3&gt;Other Government Statements&lt;/h3&gt; &lt;h1&gt;Indonesia Dan Belanda Dalam Perspektif Sejarah: Dalam rangka 400 tahun VOC&lt;/h1&gt;     &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Den Haag,20 Maret 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Adalah satu kehormatan buat saya untuk dapat berbicara di hadapan forum yang sangat selektif dan terhormat pada hari ini.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Saya mengerti dan sadar bahwa kegiatan hari ini mengundang banyak pertanyaan. Apakah kenyataan bahwa 400 tahun yang lalu VOC didirikan perlu dipeningati atau dirayakan? Dan apakah kenyataan tersebut harus disesali, dikutuk atau disyukuri?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Menteri van Aartsen dan tuan Hessing mempersilakan saya untuk berbicara tentang Indonesia atau Asia tanpa sedikitpun menyinggung VOC. ini dilakukan untuk melindungi saya dan kemungkinan kontroversi dan kesulitan-kesulitan yang akan saya hadapi di tanah air. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada tuan-tuan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Namun bagi saya sangat sulit tidak berbicara tentang VOC sama sekali justru dalam kesempatan 400 tahun berdirinya VOC, sedangkan VOC memainkan peran yang begitu penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Bukan saja bahwa VOC merupakan katalisator dan dibukanya hubungan Nusantara dengan dunia barat, tetapi juga sebagai pionir dari penjajahan Indonesia oleh Belanda untuk waktu yang begitu lama dengan segala akibatnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bagi saya hari ini adalah kesempatan yang baik untuk melakukan perenungan tentang apa yang terjadi ketika itu. Lahirnya VOC perlu dipelajari dari titik tolak yang konstruktif dengan pengakuan dan dampak positifnya, dan sekaligus menghindarkan diri dari dampak dampak buruk yang diakibatkan olehnya untuk masa depan, walaupun kita sudah terbebas dari kolonialisme.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kesalahan apakah yang telah dilakukan oleh VOC dengan dampak untuk kurun waktu yang begitu panjang ? Kerugian besar yang ditimbulkan oleh VOC adalah tidak pernah dibangunnya sistem pemerintahan di Indonesia, dengan hak untuk ikut berbicara dan mengeluarkan pendapat, hak untuk perwakilan serta hak untuk partisipasi bagi orang-orang Indonesia. Sebaliknya, sistem pemerintahan yang dibangun oleh VOC justru yang instrumental untuk penindasan, eksploitasi dan penyalah gunaan kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;VOC telah menancapkan bentuk ketatanegaraan di Indonesia yangkelihatannya modern, tetapi sekaligus secara mutlak menutup partisipasi oleh masyarakat. Bentuk ketatanegaraan barat yang diciptakan oleh VOC merupakan benalu yang menghisap. Itu bukan sebuah kebetulan, melainkan terencana, karena merupakan bagian &lt;em&gt;(inhaerent)&lt;/em&gt; dari kegiatan kolonialisme yang mengucilkan orang Indonesia dan berbagai instrumen yang sekarang membentuk negara modern. Pada esensinya VOC adalah sebuah &lt;em&gt;enclave&lt;/em&gt; kulit putih dengan segala atribut, lembaga, struktur pengendalian yang sama sekali berbeda dengan di Belanda sendiri, karena di Indonesia tidak merupakan akar-akar demokrasi bagi bangsa Indonesia, melainkan suatu sistem politik yang paternalistis.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;lni juga berlaku dalam bidang ekonomi. VOC, sama seperti pendirian kerajaan Belanda di abad ke 19, sangat menentang persaingan dan menentang tumbuhnya pasar modal di Nusantara yang merupakan mobilisasi modal rakyat Indonesia. Sistemnya didasarkan atas tanam paksa, monopoli, dan dijualnya hasil buminya dengan paksa kepada VOC dengan harga yang ditentukan oleh VOC sendiri. Sistem ini ditopang oleh perbudakan dan kekuatan senjata yang memaksakan kehendaknya di negaranya orang lain (Nusantara).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sumbangan apakah yang diberikan oleh VOC ? Walaupun dalam bentuk yang pnimitif VOC telah meletakkan landasan untuk sebuah negara yang modern dengan rumah tangga bangsa yang teratur seperti pembukuan, catatan harian, pegawai negeri tetap, pembagian fungsi-fungsi yang jelas, penganggaran, sistem perpajakan, struktur kepengurusan dan pertanggungjawaban. VOC adalah pendahulu dari sebuah negara yang modern. Walaupun dimaksud untuk kepentingannya sendiri, VOC juga berdampak pada pembentukan negara kesatuan dan Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Dalam bidang ekonomi, VOC mewariskan Perseroan Terbatas sebagai badan hukum yang tanpa itu tidak dapat dibayangkan adanya perekonomian yang modern.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Para sejarawan mengatakan bahwa perilaku manusia tidak dapat dilepaskan dari suasana batin dan tata nilai atau&lt;em&gt;tijgeest/zeitgeist&lt;/em&gt; yang berlaku dalam zamannya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Menurut tata nilai yang berlaku ketika itu supremasi dari negara bangsa yang lebih kuat terhadap negara bangsa lain yang lebih lemah dianggap wajar.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tata nilai tersebut selalu berubah. Norma-norma yang pada awalnya diterima secara umum seperti kolonialisme dan perbudakan digugat oleh para pemikir pembaruan, baik di Belanda maupun di Nusantara. Di tengah-tengah pikiran yang berlaku sebagai &lt;em&gt;mainstream&lt;/em&gt; selalu muncul pemikir dan pejuang yang membawa perubahan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Di Asia seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, India, Pakistan dsb. muncul pemimpin-pemimpin kemerdekaan yang pada waktu yang bersamaan telah berhasil melepaskan negara-negaranya dan penjajahan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kebulatan tekad bangsa Indonesia tentang kemerdekaannya dinyatakan secara padat dalam pembukaan UUD 1945 dengan kalimat: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dalam kalimat berikutnya dikatakan : Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur"&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jelas bahwa para pemimpin kemerdekaan Indonesia tidak melihat kemerdekaan hanya sebagai pembebasan dan penindasan dan pelanggaran hak-hak asasi manusia, tetapi juga sebagai pintu gerbang untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran, baik kebendaan maupun kejiwaan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kemerdekaan adalah syarat mutlak untuk memperbaiki nasib bangsa. Bagi bangsa manapun tidaklah mungkin menggantungkan nasibnya pada bangsa lain. Namun ini tidak berarti bahwa bangsa yang sudah merdeka, bebas dan berdaulat juga akan terbebas dari eksploitasi oleh bangsa-bangsa lain.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kerugian yang diderita dan eksploitasi terhadap negara bangsa yang sudah merdeka dan berdaulat bisa lebih besar dari kerugian yang diakibatkan oleh penjajahan yang berabad-abad lamanya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Apakah dampak dari interaksi Indonesia merdeka dengan bangsa bangsa lain?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Selama 32 tahun pemerintahan Soeharto Produk Domestik Bruto (PDB) terus menerus meningkat dengan 7 % per tahun.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tetapi apakah kesemuanya ini dicapai tanpa biaya? Biayanya sangat besar. Sukses ekonomi atau yang juga disebut sebagai &lt;em&gt;economic miracle &lt;/em&gt;Indonesia selama pemerintahan Soeharto mengandung ketimpangan-ketimpangan yang parah. Telah terjadi kesenjangan besar dalam bidang pembagian kekayaan dan pendapatan nasional serta dalam bidang keadilan sosial ekonomi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Indonesia yang kaya akan minyak bumi sekarang menjadi importir neto. Hutan-hutan kami gundul dan dana reboisasinya tidak ketahuan ke mana, sehingga program penanaman kembalinya menjadi nihil. Banyak dari mineral yang tidak dapat diperbaraui dieksploitasi sedemikian rupa, sehingga ekologinya dibahayakan. Utang luar negeri pemerintah meningkat menjadi 76 milyar dollar AS, dan utang dalam negeri pemerintah membengkak menjadi sekitar 650 trilyun rupiah atau 65 milyar dollar AS, sehingga keseluruhan utang oleh pemerintah menjadi 141 milyar dollar AS, yang berarti 110 % dan PDB.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam perjuangan bangsa-bangsa untuk memperoleh nilai tambah tanpa peperangan atau penjajahan dampaknya bagi Indonesia ternyata sangat menyedihkan, dengan jumlah utang yang melampaui batas-batas kepantasan dan fatsoen.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dengan terjadinya &lt;em&gt;overinvestment&lt;/em&gt; terus menerus, transaksi berjalan dari neraca pembayaran juga terus menerus defisit. Karena itu, nilai rupiah terus menerus dalam tekanan berat. Dikombinasikan dengan kenyataan bahwa struktur industrinya masih bersifat perakitan, paling sedikit 70 % dari bahan baku yang dibutuhkan oleh industri di Indonesia masih harus diimpor. Kebutuhan akan valuta asing lebih besar lagi, karena berbagai bahan makanan pokok seperti beras, gula, kedele dan masih banyak lagi juga masih harus diimpor. Karena itu tidaklah mengherankan bahwa selama 32 tahun orde baru nilai rupiah merosot dan Rp. 378 per dollar AS menjadi Rp. 9000, yang berarti depresiasi sebesar 2.280 %.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Walaupun demikian, Indonesia masih kaya akan sumber daya alam. Setiap kali ditemukan gas alam atau mineral lainnya. 2/3 dari Indonesia terdiri dari air yang kaya dengan fauna dan flora dan praktis masih belum dimanfaatkan. Dengan eksploitasi yang dilakukan di masa lampau secara tidak bertanggung jawab, potensi dan kemungkinan-kemungkinan dalam bidang ekonomi masih sangat besar. Dalam bidang pertanian dan perkebunan Indonesia dikaruniai tanah yang luas dan subur, didukung oleh iklim yang kondusif dan jumlah penduduk yang besar.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perpaduan antara faktor-faktor tersebut dengan letak geografis Indonesia yang strategis menempatkan Indonesia dalam posisi yang penting dalam Association of South East Asian Nations (ASEAN). ASEAN sendiri terus berkembang dengan mencakup lebih banyak negara.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Beberapa hari yang lalu telah berlangsung konperensi tingkat tinggi antara para pemimpin Eropa di Barcelona. Dalam pertemuan tersebut telah terlihat akan berkembangnya Eropa menjadi kekuatan yang besar.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kedua bangsa kita telah mempunyai hubungan yang berabad-abad lamanya, walaupun bagian terbesar dari hubungan itu berupa hubungan kolonial. 56 tahun yang lalu Indonesia telah merdeka. Adalah Presiden Soekarno sendiri yang selalu dan berkali-kali mengatakan bahwa bangsa Indonesia tidak membenci bangsa Belanda. Yang diperangi adalah sistem penjajahannya. Presiden Soekarno sendiri sejak di bangku Europese lagere school mempunyai banyak teman-teman akrab Belanda. Karena itu beliau menyesal bahwa seumur hidupnya tidak pernah mempunyai kesempatan berkunjung ke Balanda, yang geografinya, bahasanya dan bahkan kebudayaannya dikenalnya dengan baik. Presiden Megawati Soekarnoputri minta kepada saya untuk menekankan bagian ini dari pidato saya hari ini.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Belanda sebagai bagian dari Eropa yang bersatu dan Indonesia sebagai bagian dari ASEAN, bersama-sama mempunyai potensi untuk menciptakan dan mengembangkan sinergi antara kedua wilayah besar tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terima kasih atas perhatiannya.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional /&lt;br /&gt;Kepala BAPPENAS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Drs. Kwik Kian Gie&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115159768766410930?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115159768766410930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115159768766410930' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115159768766410930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115159768766410930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/06/other-government-statements.html' title='Other Government Statements'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115159723664966822</id><published>2006-06-29T09:01:00.000-07:00</published><updated>2006-06-29T09:07:16.663-07:00</updated><title type='text'>Minta Maaf Pada Suharto?</title><content type='html'>&lt;h2&gt;     Minta Maaf Pada Suharto?&lt;/h2&gt;   &lt;h2&gt; Atau Logika Jungkirbalik?&lt;/h2&gt;   &lt;h2&gt; &lt;/h2&gt;   &lt;h3&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Oleh: Harsutejo&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt;   &lt;h3&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Latar Belakang Sejarah&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Belakangan ini ketika Suharto, mantan Presiden RI, sedang sakit, segelintir      orang menganjurkan agar rakyat Indonesia meminta maaf kepada Suharto, tentunya      mumpung dia masih hidup. Marilah kita lakukan sedikit tinjauan sejarah Republik      Indonesia kita tercinta ini, apa rakyat memang perlu meminta maaf padanya.    &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sebenarnyalah bangsa Indonesia dalam sejarahnya yang panjang terus-menerus      berada dalam proses membentuk diri, lebih nyata lagi pada penutup abad 19      dan awal abad ke 20. Proses pembentukan diri sebagai bangsa ini meningkat      tinggi dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang dipelopori pemuda-pemuda      Mohamad Yamin, Amir Syarifudin, Sartono, Wage Rudolf Supratman dan yang lain      yang bersumpah mengaku sebagai Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Indonesia.      Selanjutnya memuncak pada Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 oleh Sukarno      – Hatta. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Menyadari adanya perbedaan-perbedaan di antara bangsa Indonesia dari 5000      pulau yang didiami penduduk (di antara lebih dari 17.000 pulau), ratusan suku      bangsa dan ras keturunan dengan ratusan bahasanya, perbedaan adat, kepercayaan      dan agama, warna kulit, tingkat kemajuan, latar belakang sejarah, keyakinan      politik dan ideologi dsb, maka para founding fathers dengan amat bijaksananya      menetapkan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ sebagai semboyan negara, yang      berada dalam genggaman erat kaki Garuda Pancasila. Semboyan ini sudah diwariskan      oleh kebijakan sang pujangga Majapahit Mpu Tantular dari abad 14.. Semboyan      kita bukan ‘persatuan dan kesatuan’ seperti yang didengungkan      setiap hari oleh TVRI semasa Orde Baru, semboyan kita adalah ‘Bhinneka      Tunggal Ika’, kita berbeda-beda seperti dalam kenyataannya memang demikian,      tetapi kita satu jua, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Indonesia. Kita      bersatu dalam penerimaan dan penghormatan terhadap perbedaan dan keragaman.      Dan kita memang perlu bersatu dalam wadah negara Republik Indonesia. Pembentukan      diri bangsa ini masih terus-menerus berproses menuju pada integrasi bangsa      yang ideal dalam kebinekaan.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bagaimana menyikapi perbedaan-perbedaan yang kadang sudah berasal dari sejarah      yang panjang terutama di masa penjajahan Belanda, juga perbedaan timpang yang      timbul karena konsep pembangunan yang justru merusak persatuan dalam kebinekaan.      Perbedaan itu bisa berujung pada satu juga yakni menuju integrasi dengan cara      yang tepat, jika tidak maka dapat merupakan kendala besar yang berujung pada      desintegrasi. Sebagian perbedaan itu bisa merupakan kekayaan besar bangsa      ini juga. Para Bapak Bangsa telah memberikan contoh kebijakan bagaimana menyikapi      perbedaan itu antara lain dengan rumusan Pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila      yang dapat merupakan kontrak ikatan terhadap seluruh bangsa ini dengan segala      perbedaannya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;br /&gt;    Orba Merusak Bhinneka Tunggal Ika&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;br /&gt;    Rezim Orba dalam prakteknya mengabaikan realitas kebinekaan. Kesadaran yang      diwariskan para Bapak Bangsa ini tidak pernah mendapat perhatian semestinya.      Karena perbedaan itu tidak pernah diakui secara nyata, maka tidak dikelola      secara wajar dan menimbulkan bom waktu pertentangan keras terbuka di antara      suku, daerah, golongan bahkan dengan nuansa agama. Rezim Orba dengan riuh-rendah      selalu menghujat kaum komunis karena antara lain dalam ideologinya menganut      prinsip perjuangan kelas yang memecah belah. Selama rezim Orba berkuasa, justru      secara sistimatis dan terus-menerus dilakukan politik pecah belah terhadap      rakyat Indonesia. Perbedaan dan pertentangan antar-golongan dan suku sebagai      bagian dari keanekaragaman bagaimana pun merupakan kenyataan hidup bangsa      Indonesia. Persoalannya bagaimana perbedaan dan pertentangan itu dikelola      dengan memperkuat institusi masyarakat yang ada, agar masyarakat dapat mengatasi      dan menyelesaikannya sendiri tanpa intervensi negara dalam proses yang damai.      Yang dilakukan rezim ini justru kebalikannya, melumpuhkan institusi masyarakat      dan memperkuat institusi negara dan menjadi negara otoriter, menindas pertentangan      dan perbedaan dengan kekerasan. Yang terjadi adalah pertentangan yang membesar      seperti api dalam sekam, menunggu saat yang tepat untuk meledak. Dan inilah      yang terjadi setelah tumbangnya Suharto, Sang Bapak Pembangunan..&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Di samping itu rezim Orba melakukan berbagai diskriminasi, bukan saja terhadap      etnik Tionghoa dan kaum “tidak bersih diri dan tidak bersih lingkungan”      korban tragedi 1965, tetapi juga di antara suku-suku pendatang transmigran      dan suku setempat, mengabaikan berbagai hak adat, juga dalam hubungannya dengan      pembukaan apa yang mereka sebut sebagai proyek pembangunan. Akibatnya pertentangan      etnik juga meningkat, sekaligus memperlemah rasa kebangsaan dan mempertebal      rasa kedaerahan, timbulnya separatisme yang mengarah pada desintegrasi bangsa.      Diperkuatnya institusi negara telah menjurus pada penggunaan teror terhadap      berbagai macam kelompok yang berbeda termasuk kelompok agama yang hendak mengatur      lingkungannya sendiri sebagai bagian dari pemberdayaan institusi masyarakat.      Pemaksaan institusi negara yang terjadi telah mengambil korban seperti dalam      peristiwa Tangjungpriok, Lampung dsb. Teror semacam itu justru telah meningkatkan      berkembangnya wawasan agama yang sempit. Terorisme oleh negara yang dimulai      secara besar-besaran pada 1965 itu berlanjut di daerah-daerah Papua, Aceh,      dan Timor Leste semasa dicaplok rezim Orde Baru, kemudian terpaksa ditinggalkan.    &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Mesin kekuasaan Orba pun telah jauh mengintervensi partai politik, organisasi-organisasi      kemasyarakatan dan keagamaan yang independen. Perpecahan yang terjadi digunakan      oleh mesin negara yang kental dengan intelijen militer untuk mengontrol dan      menguasainya dengan cara mendudukkan orang-orang yang dapat dikendalikan oleh      kekuasaan meskipun tidak disukai oleh anggotanya. Jenderal Suharto merupakan      jawara dalam melaksanakan politik pecah belah alias divide et empera model      penjajah. “Suharto was by now well versed in the tactics of devide and      conquer” (Suharto sangat trampil dalam taktik memecah belah dan mengusai)      begitu tulis wartawan terkenal Adam Schwarz pada 1994 yang selama kekuasaan      Orba dicekal.. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Rezim Orba menghendaki segalanya seragam dengan mengabaikan adanya perbedaan      bahkan membunuh perbedaan dengan segala macam rekayasa yang menipu, agar dengan      mudah rakyat yang berbeda-beda itu diperintah dan tunduk di bawah kaki kekuasaannya      yang seragam pula, kekuasaan yang korup dan represif dengan filosofi ‘bagi-bagi      kekuasaan dan bagi-bagi rejeki’ di antara Presiden Suharto, para jenderal      (AD khususnya) serta kroni-kroninya. Dengan demikian masyarakat tidak dididik      untuk menerima dan menghargai adanya perbedaan dan keberagaman, tidak dididik      untuk bekerjasama dalam perbedaan. Rezim Orba telah menafikan motto dasar      bangsa ini, Bhinneka Tunggal Ika, salah satu mutiara yang telah dihasilkan      oleh pendiri negara ini, para Bapak Bangsa. Betapa hebat kerusakan yang dialami      negeri dan bangsa ini karena ulah rezim Orba yang dipandegani oleh Jenderal      Besar (Purn) Suharto selama 32 tahun, belum lagi kerusakan moral yang begitu      luas oleh budaya korupsi yang amat destruktif. Kerusakan semacam itulah yang      kita warisi dewasa ini, sampai-sampai negeri ini berada di bibir kebangkrutan.      Apa patut rakyat Indonesia yang telah dibuat sengsara ini justru meminta maaf      kepada Suharto, seperti yang disarankan segelintir orang? Ini benar-benar      logika jungkirbalik bukan?&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bekasi, Mei 2005.-&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;* * *&lt;/p&gt;   &lt;h3&gt;&lt;em&gt;Catatan A. UmarSaid&lt;/em&gt;&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;h2&gt;Kejahatan dan dosa Suharto &lt;/h2&gt;   &lt;h2&gt; bisakah dima’afkan ?&lt;/h2&gt;   &lt;h2&gt; &lt;/h2&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; Berkaitan dengan telah dirawatnya mantan Presiden Suharto di rumaksakit,      akhir-akhir ini dalam media pers Indonesia (dan berbagai milis di Internet)      banyak ditulis tentang masalah pengampunan terhadap kesalahan-kesalahannya,      sehingga tidak perlu diajukan ke depan pengadilan. Apakah kesalahan-kesalahan      mantan presiden Suharto terhadap puluhan juta warganegara Indonesia itu dapat      dima’afkan? Atau, apakah begitu banyak kejahatan berat yang telah dibuatnya      selama 32 tahun itu perlu diampuni? Atau, apakah dosa-dosa besarnya terhadap      bangsa dan negara bisa dihapus begitu saja ? &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Masalah Suharto adalah urusan besar dalam sejarah bangsa kita. Karena itu,      seyogianya, kita semua hendaknya bisa melihat persoalannya dengan pandangan      yang jernih, atau dengan nalar yang sehat, dan dengan hati-nurani yang bersih.      Seperti yang kita lihat sekarang dan rasakan sendiri selama ini, masalah Suharto      ini akan tetap terus menjadi persoalan, walaupun ia sudah turun dari kekuasaannya      sebagai presiden RI, dan panglima tertinggi ABRI, dan juga sebagai pimpinan      tertinggi Golkar. Sebab, terlalu banyak kesalahan-kesalahan besar dan persoalan-persoalan      rumit, yang telah dibuatnya selama ia mengangkangi Republik Indonesia dengan      Orde Barunya. Ini kenyataan.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;ORDE BARU DAN SUHARTO ADALAH SATU&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Kita sudah sama-sama menyaksikan sendiri bahwa sejak 1998 Orde Baru sudah      dinajiskan atau diharamkan oleh rakyat Indonesia. Penolakan rakyat terhadap      Orde Baru ini diawali atau didorong oleh gerakan nasional mahasiswa, yang      kemudian diperkuat oleh berbagai keputusan MPR. Penolakan rakyat terhadap      Orde Baru dengan sendirinya berarti bahwa Suharto - sebagai tokoh dan pemimpin      utama Orde Baru - juga dinajiskan atau diharamkan oleh rakyat. (Bahasa ini      mungkin terasa “terlalu kasar” atau amat polos bagi telinga sebagian      orang, terutama bagi para pendukung Orde Baru. Tetapi itulah pada intinya).&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sekarang ini, sebagian besar orang (termasuk sebagian besar media pers Indonesia)      sudah sering sekali membongkar segala ketidakberesan yang dilakukan Orde Baru      ( yang berupa berbagai kesalahan politik, kejahatan ekonomi, pelanggaran HAM,      KKN, kemerosotan moral). Dan, karenanya, banyak orang melihat atau mengalami      sendiri bahwa Orde Baru adalah pada intinya, atau pada dasarnya, adalah Orde      Busuk. Banyak sekali kerusakan-kerusakan atau pembusukan yang sudah diakibatkan      Orde Baru selama 32 tahun. Dan perlu ditegaskan di sini, bahwa banyaknya pembusukan      di berbagai bidang ini - adalah pertama-tama, bahkan terutama sekali ! - menjadi      tanggungjawab Suharto, sebagai pimpinan tertinggi Orde Baru, atau sebagai      diktator yang memonopoli kekuasaan mutlak dalam jangka yang lama sekali. Dan      ini pun tidak bisa lain! &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Jadi, mengutuk Orde Baru adalah sebenarnya berarti mengutuk Suharto. Kalau      ada orang atau “tokoh” yang menyatakan “anti Orde Baru”      tetapi masih memuja-muja atau menganggap baik Suharto, berarti bahwa pada      hakekatnya ia adalah tetap pro Orde Baru. Siapa-siapa saja mereka itu semuanya,      kiranya tidak perlulah ditegaskan dalam tulisan ini. Jumlahnya cukup banyak,      dan juga terdapat di kalangan sipil maupun militer, termasuk “tokoh”      dalam partai-partai dan kalangan agama.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;SUHARTO BUKAN PAHLAWAN PENYELAMAT BANGSA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Suharto baru dijatuhkan tahun 1998, artinya baru 7 tahun, setelah ia berkuasa      secara tangan besi selama puluhan tahun. Kalau selama 32 tahun ia telah dipuja-puja      setinggi langit oleh banyak orang – akibat tertipu oleh propaganda dan      uang atau akibat berbagai manipulasi – maka sekarang ini makin banyak      orang yang dapat melihat jati-dirinya yang sebenarnya. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sekarang ini makin jelas bagi banyak orang, bahwa Suharto ternyata bukanlah      “pahlawan penyelamat bangsa” dan bukan pula “bapak pembangunan”      seperti yang digembar-gemborkan terus-menerus dalam jangka lama sekali . Banyak      kejadian atau fakta makin meyakinkan bagi banyak orang bahwa keluarga Suharto      sama sekali bukanlah contoh yang luhur di bidang moral. Selama ini, beraneka      “kisah” tentang jaring-jaringan KKN yang telah dibangun oleh keluarga      Cendana (antara lain ; Tommy Suharto, Tutut, Sigit, Bambang, Probosutedjo)      sudah jadi pembicaraan di berbagai kalangan luas di Indonesia. Juga di luarnegeri.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Kekayaan yang menggunung dan bertumpuk-tumpuk (baik yang berupa macam-macam      perusahaan di Indonesia atau simpanan dalam bank-bank di dalamnegeri dan luarnegeri)      yang dimiliki oleh keluarga Suharto adalah sebenarnya bukti nyata bahwa harta      yang begitu besar jumlahnya itu adalah berasal dari praktek-praktek yang nista      atau “bejat” secara moral, karena berbau KKN, atau berbau penyalahgunaan      kekuasaan, dan intimidasi serta manipulasi. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KESALAHAN DAN KEJAHATAN SUHARTO &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dalam kedudukannya sebagai diktator yang memimpin Orde Baru, mantan jenderal      Suharto ini telah melakukan banyak sekali kesalahan dan kejahatan selama 32      tahun. Sebagai pimpinan tertinggi militer ia harus ikut bertanggungjawab atas      terbunuhnya secara besar-besaran dan secara kejam, di berbagai penjuru tanah-air,      jutaan orang-orang yang tidak bersalah apa-apa dalam tahun 65. Ia juga harus      bertanggungjawab terhadap ditahannya ratusan ribu tapol, termasuk yang di      pulau Buru, yang juga terdiri dari orang-orang yang tidak bersalah apa-apa.      Banyak di antara mereka yang ditahan secara sewenang-wenang sampai belasan      tahun. Ini fakta sejarah, yang tidak bisa dipungkiri siapapun.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sebagai akibat politik Suhartolah maka puluhan juta para anggota keluarga      atau sanak-saudara (jauh dan dekat) para korban peristiwa 65 menanggung bermacam-macam      penderitaan yang berkepanjangan selama hampir 40 tahun, sampai sekarang! Mereka      terus-menerus mengalami beraneka-ragam penderitaan (dan penyiksaan !!!) akibat      masih diberlakukannya banyak peraturan-peraturan terhadap para eks-Tapol dan      para korban peristiwa 65 lainnya. Banyak di antara mereka yang untuk hidup      miskin saja sudah sulit, sebab dipecat dari pekerjaan tanpa imbalan, atau      dilarang untuk mempunyai pekerjaan. Puluhan juta orang harus menderita puluhan      tahun karena adanya peraturan “bersih lingkungan” atau karena      adanya KTP yang diberi tanda “ET”.. Adalah merupakan hal yang      wajar, bahwa penderitaan mereka itu tidak mudah dilupakan begitu saja.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bermacam-macam penderitaan selama puluhan tahun yang harus dipikul oleh puluhan      juta korban peristiwa 65 (termasuk anggota PKI atau yang bukan anggota, dan      pendukung-pendukung setia Bung Karno) adalah akibat politik rejim militer      Orde Baru. Oleh karena itu – pada dasarnya – penderitaan jutaan      korban peristiwa 65 adalah juga merupakan tanggungjawab atau dosa besar Suharto.      Tidak bisa lain! Nalar yang wajar dan hati nurani yang sehat akan selalu mengatakan      demikian.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KEJAHATAN BESAR LAINNYA : MENGGULINGKAN BUNG KARNO&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bung Karno adalah pemimpin bangsa Indonesia yang dalam perjuangannya sejak      muda sekali (dalam tahun1920-an) sudah menunjukkan dengan jelas sikapnya yang      tegas anti-imperialisme dan anti-kolonialisme. Melalui proklamasi 1945, kemudian      Konferensi Bandung, GANEFO dan Konferensi Wartawan Asia-Afrika, dan kemudian      lagi melalui KIAPMA (Konferensi Internasional Anti-Pangkalan Militer Asing),      Bung Karno terus menunjukkan dengan konsekwen sikapnya ini. Itulah sebabnya,      sejak lama kaum imperialis Barat (bersama-sama kaki-tangannya di dalamnegeri)      berusaha berkali-kali menjatuhkan Bung Karno (ingat, antara lain : PRRI-Permesta)&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dengan terjadinya G30S, maka terbukalah kemungkinan bagi kaum imperialis      (terutama AS) bersama-sama kakitangannya di dalamnegeri untuk menggulingkan      Bung Karno. Dalam hal ini, peran Suharto sangat besar sekali. Penggulingan      Bung Karno oleh Suharto perlu dicatat dalam sejarah bangsa Indonesia sebagai      peristiwa besar yang menyedihkan sekali. Coba mari sama-sama kita renungkan      : seorang pemimpin besar bangsa yang seluruh hidupnya dipakai untuk berjuang      melawan kolonialisme dan imperialisme demi rakyatnya telah digulingkan oleh      seorang yang dulunya adalah serdadu KNIL kolonial Belanda dan yang kemudian      menjadi diktator yang sangat kejam dan korup pula.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dari sudut ini kita bisa melihat bahwa Suharto bukanlah pahlawan yang menyelamatkan      bangsa dan negara. Sebaliknya, dengan Orde Barunya selama 32 tahun ia telah      merusak bangsa dan negara, yang akibat parahnya bisa kita saksikan terus dengan      nyata dewasa ini. Kebobrokan mental atau kebejatan moral (antara lain contohnya:      korupsi yang merajalela, penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat-aparat negara)      yang melanda kalangan paling atas sampai ke bawah - yang kita bisa baca setiap      hari di media pers atau kita saksikan di sekeliling kita - bukanlah sekadar      hanya akibat pemerintahan Habibi, Gus Dur, Megawati dan SBY saja, melainkan      terutama sekali (!!!) - tanda seru tiga kali - adalah sisa-sisa peninggalan      buruk atau warisan busuk era Orde Baru-nya Suharto yang selama 32 tahun itu.    &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sedikit demi sedikit bangsa Indonesia mulai melihat dengan lebih jelas bahwa      Suharto sudah berbuat kesalahan serius dan kejahatan besar di berbagai bidang,      yang sulit sekali dilupakan oleh banyak orang. Rejim militernya, yang mengangkangi      Republik Indonesia selama puluhan tahun, telah melakukan pelanggaran HAM secara      besar-besaran baik di Indonesia sendiri maupun di Timor Timur. Selama Orde      Baru berkuasa, korupsi, kolusi dan nepotisme merajalela, yang menyebabkan      sebagian kecil sekali bangsa kita saja yang bisa menikmati hidup mewah dan      kaya raya, dengan cara-cara haram dan moral yang hina nista.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KEJAHATAN SUHARTO JUGA DISAKSIKAN DUNIA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bahwa Suharto sebagai diktator kejam dan korup telah melakukan berbagai kejahatan      terhadap peri kemanusiaan adalah sesuatu yang patut (bahkan harus !) ditulis      dalam sejarah bangsa Indonesia. Ini sangat mutlak perlu untuk kepentingan      generasi-generasi yang akan datang. Sebab, sebagian besar generasi yang sekarang      hidup di Indonesia sudah mengalami sendiri apa arti “kepemipinan”      Suharto ini.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Barangkali, tidak banyak orang di Indonesia tahu bahwa citra buruk Suharto      sudah diketahui juga oleh orang banyak di dunia. Banyak orang di berbagai      negeri di dunia ini yang sudah menulis (dalam media pers atau buku-buku) tentang      Suharto. Karenanya, namanya sudah cukup terkenal, tetapi sebagian terbesar      sekali dari bahan-bahan atau tulisan itu bersifat negatif atau tidak menguntungkannya      . Banyak tulisan atau bahan-bahan yang bersifat dokumentasi tentang bermacam-macam      soal yang berkaitan dengan aspek-aspek negatif Suharto ini dapat disimak oleh      setiap pemakai computer melalui Internet (dengan menggunakan search engine      GOOGLE).&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dengan meng-ketik berbagai kata kunci di GOOGLE (umpamanya Suharto Hitler,      Suharto dictator, Suharto massacres, Suharto Human Rights, atau Suharto corruption      dan lain-lain kata kunci) maka tersajilah dalam beberapa detik ribuan - bahkan      puluhan ribu - bahan, tulisan atau dokumentasi mengenai segala macam persoalan      Suharto. Sumber bahan-bahan ini berasal dari berbagai kalangan di banyak negeri      (termasuk universitas, lembaga ilmiah, pers dan majalah, dokumen seminar,      termasuk karya perseorangan). &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bagi semua orang yang ingin mengetahui lebih banyak lagi apakah Suharto ini      bisa disamakan dengan Hitler, Idi Amin Dada, ataukah ia diktator yang kejam      dan korup yang sudah membunuhi jutaan orang, dan lain sebagainya, bisa di-ketik      kata kunci dalam GOOGLE (dalam bahasa Inggris), umpamanya :&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Suharto Human Rights 143.000 bahan segala macam tersedia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Suharto Dictator 54. 000 bahan segala macam tersedia &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Suharto Hitler 32.000 bahan segala macam tersedia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Suharto Massacre 33.000 bahan segala macam tersedia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Suharto Wealth 48. 900 bahan segala macam tersedia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Begitu banyaknya segala macam bahan, yang sebagian terbesar mengungkap kesalahan      dan kejahatan Suharto yang telah pernah dibuatnya sebagai diktator dan pemimpin      rejim militer Orde Baru, kiranya makin meyakinkan banyak orang bahwa tidak      mungkin mema’afkan begitu saja Suharto tanpa lebih dulu mengajukannya      di depan pengadilan. Mema’afkan begitu saja dosa-dosa berat Suharto      adalah bertentangan dengan prinsip menjunjung keadilan. Sudah terlalu banyak      air mata yang tercurah, sudah terlalu banyak darah yang mengalir, dan sudah      terlalu banyak jiwa yang melayang percuma, dan sudah terlalu lama begitu banyak      orang yang menderita. Semuanya minta keadilan!&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;Paris, 17 Mei 2005 &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115159723664966822?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115159723664966822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115159723664966822' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115159723664966822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115159723664966822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/06/minta-maaf-pada-suharto.html' title='Minta Maaf Pada Suharto?'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30444285.post-115159681143802771</id><published>2006-06-29T08:54:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T19:23:45.692-07:00</updated><title type='text'>contoh lamaran</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: right" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES"  style="font-family:Garamond;"&gt;Kepala Bagian QA&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: right" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES"  style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;table class="MsoTableGrid" style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none; BORDER-COLLAPSE: collapse" cellspacing="0" cellpadding="0" border="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: windowtext 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: windowtext 1pt solid; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: windowtext 1pt solid; WIDTH: 221.4pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: windowtext 1pt solid" valign="top" width="295"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES"   style="font-family:Garamond;font-size:10;"&gt;Romberto Andregy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES"   style="font-family:Garamond;font-size:10;"&gt;Klebangan CT VI Blok D no. 5 E &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES"   style="font-family:Garamond;font-size:10;"&gt;Sleman Yogyakarta 55288&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: windowtext 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: windowtext 1pt solid; PADDING-LEFT: 5.4pt; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 221.4pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: windowtext 1pt solid" valign="top" width="295"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES"   style="font-family:Garamond;font-size:10;"&gt;Email: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:10;"&gt;&lt;a href="mailto:contoh@example.com"&gt;&lt;span lang="ES" style="TEXT-DECORATION: none"&gt;contoh@example&lt;/span&gt;&lt;span style="TEXT-DECORATION: none"&gt;.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:10;"&gt;HP&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;: 085228339160&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: right" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Garamond;"&gt;Yogyakarta, Februari 28, 2006&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Garamond;"&gt;To: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Garamond;"&gt;Attn. Management Trainee&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;PO BOX 160&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;SDA 61200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Aldine401 BT';"&gt;Dear Sir or Madam,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Aldine401 BT';"&gt;Concerning the advertisement about the position of which your company offers in &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'Aldine401 BT';"&gt;Post Office Bulaksumur Yogyakarta&lt;span style="font-size:0;"&gt;, I would like to apply for any&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;position suitable with my educational background but I prefer to be placed in &lt;i&gt;Division Head of QA.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Aldine401 BT';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Aldine401 BT';"&gt;I got my degree from Faculty of Agricultural Technology majoring Food and Product Agriculture Technology in &lt;/span&gt;&lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:date month="2" day="21" year="2006"&gt;&lt;span style="font-family:'Aldine401 BT';"&gt;February, 21&lt;sup&gt;th &lt;/sup&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;span style="font-family:'Aldine401 BT';"&gt; with the length of study 3.5 years. I had worked as a Practical work assistant. Beside that, I am highly motivated for learning, dedicated worker and achieving the best. Detail information about my ability is enclosed with this application.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Aldine401 BT';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText3"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;With the background and capability I have mentioned above, I have great expectancy and enthusiasm that I am able to work for the highest benefit for your company progress.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText3"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Aldine401 BT';"&gt;I will be glad to provide any additional details you might request. Please let me know if you would like me to come for a test or an interview. I will be available at your convenience.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Aldine401 BT';"&gt;Thank you in advance for your time and consideration.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:'Aldine401 BT';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span style="font-family:'Aldine401 BT';"&gt;Yours sincerely,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: right" align="right"&gt;&lt;span style="font-family:'Aldine401 BT';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span style="font-family:'Aldine401 BT';"&gt;Romberto Andregy&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30444285-115159681143802771?l=kankgembell.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kankgembell.blogspot.com/feeds/115159681143802771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30444285&amp;postID=115159681143802771' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115159681143802771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30444285/posts/default/115159681143802771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kankgembell.blogspot.com/2006/06/contoh-lamaran.html' title='contoh lamaran'/><author><name>capunk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04970198722209922156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
